KA Pesiar Gerbong Pembawa Jenazah Paku Buwono X

Eddy FloEddy Flo - Senin, 09 Mei 2016
KA Pesiar Gerbong Pembawa Jenazah Paku Buwono X

KA Pesiar tercatat sebagai kereta keraton yang pernah mengangkut Paku Buwono X (Foto: MP/Win)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Wisata - Jika berplesiran ke kota Solo, jangan lupa mampir ke Alun-alun Selatan atau biasa disebut Alkid. Di sana terdapat gerbong kereta tua. Nama kereta itu KA Pesiar.

Kawasan Alun-alun Selatan atau yang sering dikenal dengan Alkid letaknya tak jauh dari Keraton Kasunan Solo. Tak heran, jika dilokasi tersebut terdapat salah satu peninggalan sejarah yang cukup mengejutkan, yakni keberadaan gerbong kereta jenazah yang pernah digunakan untuk mengangkut Paku Buwono (PB) X.

Tak hanya itu saja, disana juga terdapat sebuah gerbong lain, yakni gerbong Kereta Api (KA) Pesiar yang dibuat dan dioperasionalkan pada tahun 1990an.

KA Pesiar digunakan pihak keraton Solo sampai tahun 1990-an (Foto: MP/Win)

Saat ini kedua gerbong tersebut, seolah menjadi icon saat berada di kawasan Alkid. Keduanya berada di kawasan Sitihinggil, yakni gerbong kereta jenazah berada di sayap sitihinggil sisi kanan, sedangkan KA Pesiar berada di sayap Sitihinggil sisi kiri.

KA Pesiar ini memiliki ciri khas, dimana KA ini hanya mampu ditarik dengan lokomotif uap. Jangan salah, KA ini juga sudah dilengkapi dengan pendingin lho, seperti KA saat ini. Namun kala itu pendinginnya masih menggunakan balok es batu. Sehingga masih sangat tradisional keberadaannya.

Sementara itu seorang warga Karanganyar Mustofa berharap keberadaan dua gerbong kereta ini bisa lebih dimanfaatkan. Salah satunya mungkin dibuat museum mini.

"Bagaimanapun juga gerbong itu memiliki sejarah. Tak ada salahnya jika lebih diperhatikan keberadaannya, karena bisa menjadi sarana edukasi bagi masyarakat khususnya siswa sekolah," harapnya.

Pada waktu dipindahkan dahulu, untuk satu gerbong saja membutuhkan 30 orang untuk mengangkutnya. Keduannya juga memiliki ukuran yang berbeda, gerbong jenazah berukuran 15,5 meter x5,5 meter, sedangkan KA pesiar 17,5 meter x 5,5 meter.(Win)

BACA JUGA:

  1. Pengelola TSTJ Solo Targetkan 15.000 Pengunjung Selama Libur Panjang
  2. Libur Panjang, Diprediksi 2 Juta Kendaraan Masuk Kota Solo
  3. Sedep-Sedep Gurih, Yuk Icip-Icip Tengkleng Klewer dari Solo
  4. Dua Kubu Keraton Solo Gelar Jumenengan di Lokasi Berbeda
  5. Babi Ngepet Masih Ditahan Warga Solo

 

 

#Keraton Solo #Pesona Indonesia #Paku Buwono X #KA Pesiar
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Bertemu di Masjid Agung PB XIV Hangabehi Berpelukan dengan PB XVI Purbaya
Purbaya yang duduk di shaf depan langsung menghampiri kakaknya, Hangabehi, yang sama-sama berada di shaf depan.
Dwi Astarini - Sabtu, 06 Desember 2025
Bertemu di Masjid Agung PB XIV Hangabehi Berpelukan dengan PB XVI Purbaya
Indonesia
Pemkot Solo Tahan Dana Hibah Rp 200 Juta, PB XIV Hangabehi Mengaku tak Tahu-Menahu
Penghentian itu terjadi akibat adanya konflik dua raja setelah mangkatnya Sinuhun Paku Buwono (PB) XIII pada 2 November lalu.
Dwi Astarini - Jumat, 28 November 2025
Pemkot Solo Tahan Dana Hibah Rp 200 Juta, PB XIV Hangabehi Mengaku tak Tahu-Menahu
Indonesia
Menbud Percaya Maha Menteri Tedjowulan Bisa Selesaikan Konflik Raja Kembar Solo
"Panembahan Agung Tedjowulan bisa menjadi orang yang dituakan,” kata Menbud Fadli Zon
Wisnu Cipto - Selasa, 25 November 2025
Menbud Percaya Maha Menteri Tedjowulan Bisa Selesaikan Konflik Raja Kembar Solo
Indonesia
Konflik Dua Raja Keraton Solo, Pemkot Tunda Pencairan Dana Hibah
Dana hibah untuk Keraton Solo masih terus dianggarkan setiap tahun, dan nominalnya diperkirakan tidak kurang dari Rp 200 juta.
Dwi Astarini - Minggu, 23 November 2025
Konflik Dua Raja Keraton Solo, Pemkot Tunda Pencairan Dana Hibah
Indonesia
Prihatin Lihatnya, 2 Raja Solo Salat Bareng Tanpa Saling Sapa di Masjid Agung Keraton
Purboyo dan Hangabehi terlihat membaur dengan jamaah salat Jumat lainnya, tetapi tidak saling menyapa satu sama lain.
Wisnu Cipto - Sabtu, 22 November 2025
Prihatin Lihatnya, 2 Raja Solo Salat Bareng Tanpa Saling Sapa di Masjid Agung Keraton
Indonesia
PB XIV Bentuk Struktur Bebadan Keraton Baru, Lembaga Dewan Adat tidak Dimasukkan
Penataan ini merupakan langkah strategis Raja untuk memperkuat tata kelola, memulihkan muruah, dan menegaskan kembali posisi Keraton.
Dwi Astarini - Kamis, 20 November 2025
PB XIV Bentuk Struktur Bebadan Keraton Baru, Lembaga Dewan Adat tidak Dimasukkan
Indonesia
Wali Kota Solo Respati Ardi Absen di Jumenengan PB XIV, Doakan Bawa Dampak Positif
Siapa pun pemimpin Keraton Solo yang penting membawa dampak positif bagi masyarakat khususnya dalam kaitannya dengan pelestarian kebudayaan.
Dwi Astarini - Selasa, 18 November 2025
Wali Kota Solo Respati Ardi Absen di Jumenengan PB XIV, Doakan Bawa Dampak Positif
Indonesia
Ingatkan Keponakannya Mangkubumi jika Jumenengan, Adik PB XIII: Kalau Nggak Kuat Sakit
Adik mendiang Raja Keraton Kasunanan Solo, SISKS Pakubuwono (PB) XIII, KGPH Benowo mengingatkan ke Hangabehi atau Mangkubumi untuk tidak sembarangan mengikrarkan diri sebagai PB XIV.
Frengky Aruan - Minggu, 16 November 2025
Ingatkan Keponakannya Mangkubumi jika Jumenengan, Adik PB XIII: Kalau Nggak Kuat Sakit
Indonesia
Jumenengan PB XIV, Warga Antusias Lihat Raja Keraton Solo Dikirab Kereta Garuda Kencana
Dalam acara itu, PB XIV mengenakan baju ageman takwa berwarna pink fuschia dikawal prajurit yang membawa busur serta panah.
Dwi Astarini - Sabtu, 15 November 2025
Jumenengan PB XIV, Warga Antusias Lihat Raja Keraton Solo Dikirab Kereta Garuda Kencana
Indonesia
Suksesi Sah PB XIII Belum Ada, DPRD Imbau Internal Keraton Solo Jangan Panas
“Setiap pergantian kepemimpinan di lingkungan Keraton Surakarta kerap diwarnai dinamika yang cukup panas. Kami berharap suasana bisa berbeda. Saatnya kita belajar dari pengalaman,”
Wisnu Cipto - Senin, 10 November 2025
Suksesi Sah PB XIII Belum Ada, DPRD Imbau Internal Keraton Solo Jangan Panas
Bagikan