Jokowi Pesan Lagu Ojo Dibandingke Versi Gamelan di Acara Ngunduh Mantu
ISI bakal mengisi hiburan gamelan acara ngunduh mantu Kaesang Pangarep-Erina Gudono. (Foto: MP/Ismail)
MerahPutih.com - Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Jawa Tengah menjadi salah satu pihak yang diundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghibur tamu undangan ngunduh mantu Kaesang Pangarep-Erina Gudono, Minggu (11/12).
ISI mendapatkan orderan untuk mengisi hiburan gamelan acara ngunduh mantu di Loji Gandrung dan resepsi di Pura Mangkunegaran.
Koordinator Pranata Laboran Pendidikan (PLP) ISI Solo Guntur Sulistiyono mengatakan, pihaknya dua kali ini ditunjuk keluarga Presiden Jokowi untuk mengisi hiburan acara pernikahan putranya. Sebelumnya pada pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby Nasution juga mengisi gamelan menghibur para tamu undangan.
Baca Juga:
Calon Istri Kaesang Pangarep Jalani Tradisi Pingitan
"Kita diundang untuk mengisi ngunduh mantu Kaesang-Erina tanggal 11 Desember. Persiapan kita sudah 90 persen," kata Guntur, Jumat (2/12).
Dia mengatakan, acara resepsi di Pura Mangkunegaran lebih pada murni hiburan para tamu. Karena itu, dari keluarga Presiden Jokowi meminta lagu milik Farel Prayoga judul "Ojo Dibandingke" versi suara gamelan dan vokal sinden.
"Kita transkip suara gamelan dengan sinden. Ada juga tembang macapat Kinanti dan Maskumambang versi lagu 'Ibu Pertiwi'," kata dia.
Ia mengatakan, lagu 'Ibu Pertiwi' versi gamelan dan vokal sinden itu akan dilantunkan saat Ibu Negara Iriana Jokowi dan Presiden Jokowi turun dari kereta kencana ke Pura Mangkunegaran setelah sebelumnya dikirab dari Loji Gandrung.
Ia mengatakan, gending gamelan pada saat prosesi tersebut tetap intro lagu "Ibu Pertiwi". Hanya saja, untuk syair lagunya diganti.
"Jadi seni tradisi gamelan tetap ada, hanya lirik diganti," katanya.
Baca Juga:
Ribuan Relawan Jokowi akan Hadiri Ngunduh Mantu Kaesang-Erina di Solo
Ia mengatakan, total ada 44 orang yang disiapkan untuk tampil pada tanggal 11 Desember. Untuk di Loji Gandrung 20 orang dan Pura Mangkunegaran 24 orang.
"Persiapan satu bulan latihan cuma satu kali. Kita tidak perlu latihan lama-lama karena tidak efektif. Semua sudah menghafal baik kunci gamelan," ucap dia.
Guntur menambahkan untuk di Loji Gandrung menampilkan Gending Boyong Basuki. Maknanya adalah Presiden Jokowi saat boyong manten.
"Gending Panembromo bermakna pasrah dan Panampi juga kita tampilkan. Di mana biasanya ada seremonial pidato pasrah pengantin diganti cukup dengan tembang dan palaran," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga:
Jelang Menikah dengan Kaesang, Erina Jalani Pingitan
Bagikan
Berita Terkait
PSI Tata Struktur Jelang Pemilu 2029, Bidik Sulsel sebagai 'Kandang Gajah'
Kaesang Yakin PSI Bisa Rebut Jateng dan Bali dari PDIP, Pengamat Sentil Terlalu Berkhayal dan Bermimpi
Kaesang Minta Struktur PSI Lengkap, DPW DKI: Kami Terus Bekerja Keras
Mantan Ketua DPW NasDem Rusdi Masse Resmi Merapat Jadi Anak Buah Kaesang di PSI
Prestasi Persis Jeblok, Kaesang Bersedia Teken 5 Tuntutan Suporter Ultras
Rakorwil PSI Jateng, Kaesang Tekad Jateng Menang Telak di Kandang Gajah
PSI Jateng Gelar Rakorwil di Solo, Undang Jokowi Hingga Kaesang
Masih Dibangun, Jokowi Belum Tempati Rumah Hadiah Negara Setelah 1 Tahun Lengser
Persis Solo Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris, Kaesang Disebut Sangat Sibuk
Bestari Barus Mantap ke PSI, Sebut Jokowi Jadi Inspirasi Perjuangan Politik