MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo memulai program bantuan langsung tunai (BLT) bagi para pedagang kaki lima dan UMKM di selasar Jalan Malioboro Yogyakarta, Sabtu (9/10). Dalam kesempatan itu, Jokowi secara simbolik menyerahkan bantuan kepada dua perwakilan PKL Malioboro didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto dan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
"Dengan ini penyaluran BLT bagi PKL dan pedagang kecil saya nyatakan dimulai,"ujar Jokowi.
Program BLT menyasar sekitar 1 juta PKL dan pedagang kecil di seluruh Indonesia. Jumlahnya sebesar Rp 1,2 juta perorang. Pemerintah menggandeng TNI dan Polri dalam proses penyaluran BLT ini.
Baca Juga:
Berikut Penyaluran BLT per Juni 2021 Buat Dorong Pemulihan Ekonomi
Usai memberikan BLT, Jokowi sempat meminta pendapat salah seorang perwakilan PKL.
"Cukup nggak?," tanya Jokowi.
"Kurang!," jawab warga sekitar.
"Rp 1,2 juta cukup, menurut hitungan kita cukup. Dan dimulai pertama kali di kawasan Malioboro Yogyakarta," sambung orang nomor satu di Indonesia ini.
Program BLT dimulai dengan menyerahkan uang tunai ke 300 PKL dikawasan Malioboro Yogyakarta.
Ketua Koperasi Paguyuban PKL Tri Dharma, Rudiarto mengucapkan terimakasih kepada pemerintah. Menurutnya BLT ini sangat bermanfaat meringankan beban hidup bagi para PKL terdampak pandemi.
PKL yang yang mendapatkan bantuan ini harus memenuhi sejumlah persyaratan, diantaranya belum menerima bantuan sosial dari pemerintah.
Pihaknya sudah mengajukan 907 anggota dari total 3.000 anggota koperasi Tri Dharma untuk menerima bantuan. Nantinya TNi dan Polri akan memverifikasi dan memilah kembali PKL mana yang berhak mendapatkan atau tidak.
"Sementara ini baru ada 300-an yang terverifikasi berhak menerima bantuan. Itu gabungan ya, untuk seluruh PKL, warung kecil, lesehan, di Malioboro," bebernya.
Baca Juga:
Segera Cair, Ini Jadwal Penyaluran BLT Rp300 Ribu Termin Kedua
Lebih jauh, Rudi berharap dengan kedatangan presiden ke kawasan Malioboro dapat meneguhkan citra Malioboro sebagai kawasan yang aman sehingga aktivtias perekonomian di wilayah ini dapat kembali normal.
Tak hanya pedagang, pengemudi becak motor dan kayuh pun juga diusulkan menerima bantuan.
Komandan Satgas Paguyuban Becak Yogyakarta, Heru Santoso menjelaskan, paguyubannya beranggotakan 2.540 pengemudi becak. Seluruh anggota paguyuban tersebut diusulkan untuk mendapat bantuan.
"Kami sudah memasukkan data semua nanti untuk yang keluar bantuan kita belum tahu," jelasnya. (Patricia Vicka/Yogyakarta)