Jokowi Harus Seperti Joko Tingkir, Lumpuhkan Banteng 'Ngamuk'
Foto: Antarafoto
MerahPutih Politik - Pemikir politik asal Indo Strategi Andar Nubowo mendesak Presiden Joko Widodo harus bersikap tegas atas terjadinya perang terbuka antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri.
Sebagai seorang kepala pemerintahan Andar menilai seharusnya Presiden Joko Widodo lebih mengedepankan aspirasi rakyat ketimbang mendengar saran dan masukan Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.
"Jokowi jangan takut kepada Mega (Megawati Soekarnoputri_red) dan pak Surya (Surya Paloh_red). Jokowi adalah pemimpin yang lahir dari rakyat, maka tidak ada asalan tunduk pada elit," kata Andar saat dihubungi merahputih.com, Sabtu (24/1),
Andar yang juga dosen ilmu politik di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menambahkan sebagai kepala pemerintahan yang dipilih langsung oleh rakyat, Presiden Joko Widodo harus menunjukkan ketegasan dan wibawa. Setiap kebijakan yang dikeluarkan harus didasarkan pada kepentingan publik bukan tunduk kepada kepentingan atau kekuatan elit politik.
Bukan hanya itu Presiden Joko Widodo juga disarankan belajar pada kejadian politik di zaman kerajaan Demak-Pajang. Kala itu di Demak terjadi kegaduhan dengan mengamuknnya seekor banteng kuat. Tidak ada satupun prajurit Demak yang bisa mengatasi amukan Banteng sangar tersebut.
Walhasil datanglah Joko Tingkir seorang pemuda sakti murid Kanjeng Sunan Kalijogo yang berhasil menenangkan amukan Banteng sadis. Dengan cekatan Joko Tingkir berhasil mengatasi amukan Banteng.
"Jokowi harus tegas. Jokowi harus berani bersikap seperti Joko Tingkir yang berani patahkan kepala Banteng," sambung Andar.
Masih kata Andar, sebagai kepala Pemerintahan dan Presiden RI ketujuh Joko Widodo harus keluar dari bayang-bayang dan dominasi Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri.
"Sekali lagi Presiden Jokowi harus berani, jangan bimbang jangan gamang," Tandas Andar. (Bhd)
Berita Lainnya:
Bagikan
Rendy Nugroho
Berita Terkait
PDIP: Penolakan Pilkada oleh DPRD Merupakan Sikap Ideologis, Konstitusional, dan Historis
Megawati Tegaskan PDIP Tidak Akan Biarkan Stabilitas Dibangun Dengan Korbankan Demokrasi
Hasil Rakernas, PDIP Dorong E-Voting Solusi Hemat Biaya Pilkada Langsung
Dapat Bintang Jasa Kehormatan PDIP, FX Rudyatmo Ngaku Tidak Dapat Penugasan Partai
Rakernas PDIP Tetapkan 'Merawat Pertiwi' sebagai Sikap Ideologis Hadapi Krisis Lingkungan
PDIP Suarakan Reformasi TNI-Polri, Tolak Dwifungsi dan Pastikan Loyalitas Tunggal pada Negara
Rakernas I PDIP Tegaskan Kedaulatan Politik, Kutuk Penculikan Presiden Maduro oleh AS
PDIP Desak Pilkada Langsung Tetap Dipertahankan, Usul Gunakan E-Voting
Rakernas Ditutup, PDIP Sebut Ada 8 Tantangan Indonesia
Kecup Prananda dan Puan ke Megawati di Peringatan HUT ke-53 PDIP