MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) disarankan belajar dari Arab Saudi yang tidak kompromi dan tegas soal kebijakan melindungi segenap warganya dari penyebaran virus corona.
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago meminta Jokowi mengurangi sikap gencar menarik investasi dari wisatawan asing untuk berlibur ke Indonesia.
Baca Juga:
Anak Buah Mark Zuckerberg Didiagnosa Corona, Kantor Facebook Ditutup
"Negara lain mengesamping ekonomi dan pariwisata dan memilih menyelamatkan dan melindungi warga negaranya, kita tak habis pikir di Indonesia nyawa rakyatnya begitu tidak penting dan enggak punya nilai," kata Pangi kepada wartawan, Kamis (5/3).
Pangi juga mengaku tak habis pikir, pemerintah justru mengerahkan dan mengucurkan dana Rp72 miliar untuk menyewa buzzer dan influencer.
"Mengunakan buzzer dan membayar influencer demi menutupi kasus positif carona di Indonesia, baru setelah negara lain beramai-ramai menstempel bahwa negara Indonesia masuk zonasi wilayah garis merah dilarang dikunjungi, baru kemudian satu per satu kasus positif carona muncul ke permukaan," tegas dia.
Baca Juga:
Dihantam Kasus Hoaks Corona, Fahira Idris Ngaku Punya Hak Imunitas
Pangi juga menyesalkan sikap pemerintah yang kurang terbuka terhadap isu corona. Menurut Pangi, langkah pemerintah ngotot menarik investasi di tengah mewabahnya virus corona, sama saja melawan amanat konstitusi.
"Selama ini ditutup-tutupi dan sangat percaya diri bahwa Indonesia bebas carona. Ini lelucon elite dan pejabat kita, betapa mereka enggak mencintai rakyatnya, memilih investasi dari pada nyawa. Melawan amanat konstitusi melindungi segenap tumpah darah Indonesia," pungkasnya. (Pon)
Baca Juga:
Indonesia Persulit Masuknya Turis dari Tiga Negara Penderita Corona Terbesar