Komisi XII DPR: Investasi Arab Saudi Rp 437,8 Triliun Harus Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi
Presiden RI, Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud (MBS) menandatangani sejumlah perjanjian dan nota kesepahaman. (Dok. Tim Prabowo)
MerahPutih.com - Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin, mengapresiasi investasi dari Arab Saudi ke Indonesia senilai 27 miliar dolar AS (Rp 437,8 triliun).
Kerja sama itu diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja dan penguatan sektor-sektor strategis.
“Investasi sebesar ini tidak boleh sekadar angka di atas kertas. Harus ada dampak nyata bagi masyarakat Indonesia, terutama dalam membuka lapangan kerja yang luas dan berkualitas,” ujar Syafruddin dalam keterangan persnya, Jumat (4/7).
Menurutnya, investasi asing seperti dari Arab Saudi harus diarahkan untuk mendorong pertumbuhan sektor-sektor prioritas nasional, mulai dari energi bersih, hilirisasi industri berbasis sumber daya alam, hingga pengembangan teknologi ramah lingkungan.
Baca juga:
Ia menekankan, bahwa arah kerja sama ini harus selaras dengan visi pembangunan berkelanjutan Indonesia.
“Fokus kita adalah transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Maka investasi yang masuk harus memperkuat sektor-sektor yang menjadi tulang punggung pembangunan jangka panjang,” tambahnya.
Syafruddin juga mendorong pemerintah untuk memastikan adanya alih teknologi dan pengembangan kapasitas SDM lokal dalam kerja sama tersebut.
Ia menilai, kehadiran investor asing harus menjadi kesempatan untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia, bukan justru bergantung pada tenaga kerja impor.
Baca juga:
“Jangan sampai investasi besar masuk, tapi anak-anak muda kita tetap menganggur. Harus ada klausul yang jelas tentang prioritas tenaga kerja domestik dan penguatan kapasitasnya,” tegasnya.
Legislator asal Dapil Kalimantan Timur itu juga mengingatkan agar pemerintah menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam seluruh proses kerja sama investasi ini, mulai dari tahap perencanaan hingga implementasi.
“Publik berhak tahu dan mengawasi ke mana arah investasi ini, siapa saja yang diuntungkan, dan bagaimana dampaknya bagi rakyat,” bebernya.
Seperti diberitakan, Presiden RI, Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud (MBS), menandatangani sejumlah perjanjian dan nota kesepahaman antara pelaku usaha kedua negara dengan nilai mencapai 27 miliar dolar AS atau setara Rp 437,8 triliun, di antaranya di bidang energi bersih dan ekonomi digital.
Baca juga:
Pengadilan Tipikor Kembali Gelar Sidang Dugaan Korupsi Pengelolaan Investasi PT Taspen
Komitmen investasi strategis itu ditegaskan dalam pertemuan resmi kenegaraan di Istana Al-Asam, Jeddah, Rabu (2/7).
Kedua pihak menyambut penandatanganan berbagai perjanjian dan MoU oleh sektor swasta senilai sekitar USD 27 miliar yang mencerminkan aspirasi kemitraan ekonomi yang maju. (Pon)
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Penyebab Banjir di Sumatra, ini Daftar Lengkapnya
Gerindra Bantah Prabowo Usulkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target
Indonesia Tawarkan Proyek Pengelolaan Limbah 30 Kota di World Economic Forum
Diversifikasi Investasi Global Jadi Pilihan Investor Indonesia di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Presiden Prabowo Subianto Tiba di Inggris Perkuat Kemitraan Strategis dan Diplomasi Ekonomi Global
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Prabowo Instruksikan Yusril dan Menkum Bikin UU Tangkal Propaganda Asing
166 Sekolah Rakyat Sudah Berdiri, Legislator Ingatkan Prabowo Sumbawa Jangan Dianaktirikan
Proyek Kilang sampai Budidaya Unggal Bakal Groundbreaking di Februari 2026