Jokowi Diingatkan Ambisi Capres Para Pembantunya Bisa Jadi Bencana

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 11 November 2021
Jokowi Diingatkan Ambisi Capres Para Pembantunya Bisa Jadi Bencana

Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin saat mengumumkan para menteri baru di Istana Negara, Selasa (22/12). (Foto: MP/Setpres)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri Kabinet Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai digadang-gadang maju di Pilpres 2024. Bahkan, beberapa parpol pendukung sudah menyatakan dukungannya, seperti mayoritas kader Partai Gerindra terhadap Prabowo Subianto dan Golkar untuk Airlangga Hartarto.

Pengamat Politik Ray Rangkuti menilai kondisi ini bisa berujung bencana bagi Kabinet Jokowi, jika tidak dilakukan pengawasan ketat sejak dini.

Baca Juga:

Sekjen Gerindra: Insyaallah Prabowo Maju Pilpres

"Banyaknya anggota kabinet yang berpotensi untuk melaju ke RI 1 atau RI 2 di dalam kabinet Jokowi, mengakibatkan (Jokowi) kesulitan membuat batasan ataupun larangan untuk tidak melakukan aktivitas di luar tugas dan tanggung jawab jawabnya sebagai menteri," kata Ray kepada MerahPutih.com di Jakarta, Kamis (11/11).

Menurut Ray, fenomena ini tak lepas dari konsekuensi dari menumpuk anggota koalisi di sekitar Jokowi. Terlebih, lanjut dia, menteri yang sudah digadang merupakan figur dan tokoh utama atau elit partai masing-masing. "Bisa menyulitkan Jokowi melakukan kontrol terhadap aktivitas anggota kabinet sekaligus anggota koalisinya," imbuhnya.

Ray rangkuti
Direktur Lima Ray Rangkuti dalam sebuah diskusi publik di Jakarta (MP/Gomes R)

Lebih jauh, Ray mengingatkan jika dibiarkan kondisi ini bisa membuat Jokowi bekerja sendiri menjalankan tugas pemerintah, tanpa dukungan atau bantuan sepenuhnya dari para pembantu dan teman koalisinya. "Efeknya, konsolidasi, kordinasi, dan efektivitas pemerintahan akan sulit dilakukan. Lebih sulit lagi pada tahun-tahun pemilu. Yakni tahun 2023 ke 2024," ungkap dia.

Bukan hanya partai koalisi, Ray juga melihat para menteri yang digadang-gadang itu mulai meningkat intensitas kesibukannya mengurus elektabilitas diri dan partainya demi ambisi maju Pilpres 2024.

Baca Juga:

Survei Capres SMRC: Prabowo Menurun, Ganjar dan Anies Menguat

"Dalam situasi seperti ini, kerja-kerja positif menteri akan digaungkan sebagai hasil karya sang menteri," tutur Ray, seraya menambahkan, "Tanpa merasa perlu melihat kerjanya sebagai satu rangkaian dari keseluruhan kinerja pemerintahan."

Untuk itu, Ray kembali mengingatkan Presiden Jokowi untuk lebih mewaspadai dan mengawasi kinerja para pembantunya yang 'berambisi' jadi capres.

Terlebih, lanjut dia, tidak menutup kemungkinan mereka melakukan kampanye terselubung dalam acara kementerian yang menggunakan dana dan fasilitas negara. Praktik penyelewengan kampanye terselubung pun sampai saat ini masih sulit ditindak lembaga pengawas pemilu.

"Tidak ada lembaga resmi yang dapat mengontrolnya, kecuali Presiden sendiri. Bawaslu belum memiliki kewenangan melakukan pencegahan apalagi penindakan atas kegiatan seperti ini," tutup Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima) itu. (Knu)

Baca Juga:

Airlangga Presiden Bergema di Puncak HUT Golkar

#Pemilu
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
10 Isu Strategis Dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu
Isu-isu strategis yang akan dibahas itu menjadi dasar bagi panja untuk mengundang pihak-pihak terkait guna menyampaikan saran dan masukannya terhadap sistem Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
10 Isu Strategis Dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu
Dunia
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Calon presiden Flavio Bolsonari memperoleh suara 47,23 persen. Kemudian, Lula da Silva memperoleh suara 44,93 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Indonesia
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Sistem tersebut menarik karena partai politik memiliki peran dalam menentukan calon yang memperoleh mandat rakyat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Indonesia
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Pembahasan mengenai mekanisme tersebut, masih terus dilakukan id antara partai politik sebagai bagian dari penyusunan revisi Undang-Undang Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Demokrat lebih menyoroti potensi banyaknya suara rakyat yang hangus akibat penerapan PT.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Indonesia
Ketum Partai Disebut Sepakat Ambang Batas Parlemen 4 Sampai 5 Persen.
Komisi II DPR juga tetap memperhatikan sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal pemilu hingga masukan-masukan dari akademisi dan masyarakat sipil.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Ketum Partai Disebut Sepakat Ambang Batas Parlemen 4 Sampai 5 Persen.
Dunia
Partai Kanan Ekstrem Alternatif Jerman Menang Besar di Negara Bagian, Bersiap Tarung di Pemilu Federal
Seusai menang besar dalam pemilu di negara bagian Sachsen-Anhalt, Jerman bagian timur, partai kanan ekstrem Alternatif untuk Jerman (Alternative Fur Deutschland/AfD) kini mengincar kemenangan dalam pemilu federal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
Partai Kanan Ekstrem Alternatif Jerman Menang Besar di Negara Bagian, Bersiap Tarung di Pemilu Federal
Indonesia
Kaesang Pangarep Resmi Masuk 'Kandang Banteng' Pada Pemilu 2029, Siap Bersaing dengan Puan Maharani
Bahkan kawasan kerap mendapatkan julukan sebagai daerah pemilihan terketat mengingat keberadaan sejumlah figur politisi berbobot tinggi
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 Juli 2026
Kaesang Pangarep Resmi Masuk 'Kandang Banteng' Pada Pemilu 2029, Siap Bersaing dengan Puan Maharani
Indonesia
DPR Ngaku Mulai Berkeliling Serap Aspirasi RUU Pemilu Saat Masa Reses
Ada empat pilar utama yang mendesak dimasukkan dalam revisi Undang-Undang Pemilu yang saat ini sedang dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
DPR Ngaku Mulai Berkeliling Serap Aspirasi RUU Pemilu Saat Masa Reses
Bagikan