MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui chloroquine bukan obat yang ampuh untuk menyembuhkan pasien yang terinfeksi virus corona (COVID-19).
"Saya sampaikan bahwa chloroquine ini bukan obat first line, tetapi obat second line karena memang obat Covid-19 ini belum ada dan juga belum ada antivirusnya," kata Jokowi di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (23/3).
Baca Juga
1000 APD Dibagikan untuk Tenaga Medis di 34 Rumah Sakit Rujukan di Jabar
Namun, menurut mantan Gubernur DKI Jakarta ini, Chloroquine banyak digunakan kepada pasien-pasien positif COVID-19 di luar negeri.
"Tetapi dari pengalaman beberapa negara, chloroquine ini sudah digunakan dan banyak pasien COVID-19 sembuh dan membaik kondisinya," ujarnya.
Jokowi membeberkan Indonesia telah memproduksi sendiri chloroquine. Kimia Farma menjadi pihak yang memproduksi obat tersebut. "Pemerintah telah memiliki stok chloroquine ini 3 juta," imbuhnya.
Baca Juga
Wilayah Jakarta Disemprot Disinfektan, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya
Di samping itu, Jokowi mengingatkan obat tersebut tidak dijual dengan bebas. Ia menegaskan perlu resep dokter untuk mendapatkan chloroquine.
"Jadi untuk pasien Covid-19 yang ada di rumah sakit jika dianggap dokter yang merawatnya chloroquine ini cocok, pasti akan diberikan," tutup Jokowi. (Pon)