Parenting

Jika Anak Bunda Hiperaktif, Lakukanlah ini!

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 16 Juli 2019
Jika Anak Bunda Hiperaktif, Lakukanlah ini!

Anakmu Terlalu Hiperaktif Lakukan Hal Ini (Foto: Pixabay/Bessi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MEMILIKI buah hati adalah anugerah yang harus kita syukuri dan jaga dengan segenap diri. Apalagi bila dikaruniai lebih dari satu anak. Namun apa jadinya kalau salah satu anak agak berbeda dengan yang lainnya, hiperaktif misalnya.

Sayangnya anak-anak hiperaktif kemudian dianggap memiliki sisi salah. Padahal tidak seperti itu orangtua menyikapinya. Menurut laman flintobox, hiperaktif merupakan peningkatan aktivitas motorik yang menyebabkan anak menjadi lebih agresif dalam melakukan kegiatannya sehari-hari. Kamu perlu membimbingnya agar anak menjadi nyaman dengan dirinya sendiri. Bagaimana ya caranya?

Baca Juga: Tak cuma di Sekolah, Orangtua Juga Harus Tanamkan Hal ini kepada Anak


1. Perhatikan minat anak

minat
Bicara dari hati ke hati dengan anak (Foto: Pixabay/Ast25rulos)

Kenali anak lebih dalam. Pantau gerak-geriknya sehari-hari maka orangtua akan menemukan apa sebenarnya potensi yang terkubur di dalam dirinya. Jangan sesekali memaksakan kegiatan yang ia tak sukai. Selalu dukung penuh apa yang senang ia lakukan, sejauh merupakan kegiatan yang positif.


2. Selalu memberikan pemahaman pada lembaga akademik

pemahaman
Yakinkan sekolah untuk menerima anak. (Foto: Pixabay/Akshayapatra)


Beberapa sekolah tidak mau menerima anak yang hiperaktif. Ini karena dianggap dapat mengganggu kegiatan kelas. Orangtua harus bisa meyakinkan sekolah, akan selalu membimbing dan mengawasi. Berikanlah kegiatan ekstra yang dapat membuat kondisinya lebih stabil. Seperti membiarkannya belajar sambil bermain mobil-mobilan atau sambil menggambar sesuatu. Jangan lupa koordinasi dengan wali kelas agar memahami kondisi anak.

Baca Juga: Mengapa Anak Jadi Pemalu? Karena Keturunan hingga Korban 'Bullying'


3. Kegiatan Non-Akademik

non akademik
Berikan anak kegiatan non-akademik. (Foto: Pixabay/Free-Photos)

Anak hiperaktif membutuhkan kegiatan ekstra. Tujuannya untuk menghabiskan energinya ada dalam diri anak. Coba kenali dan gali potensi yang ada di dalam dirinya. Jika si anak suka bermain bola atau melukis, dukunglah! Kegiatan non-akademik ini akan membantu mereka untuk mencurahkan pikiran yang membantu kondisinya relatif stabil.

4. Terapkan disiplin

disiplin
Terapkan disiplin sejak dini. (Foto: Pixabay/Ddimitrova)

Meskipun mendisiplinkan anak hiperaktif, sulit. Orangtua tidak boleh menyerah melakukannya. Sama seperti anak lain yang perlu didisiplinkan. Maka mereka akan mengenal batasan-batasan dalam melakukan sesuatu. Pada akhirnya mereka akan terbiasa mengendalikan dirinya sendiri. (mar)

Baca Juga: Anak Mogok di Hari Pertama Sekolah? Begini Tips Jitu Menghadapinya

#Anak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Angka Perkawinan Anak di Jateng Turun 53 Persen
Upaya pencegahan dan penanganan perkawinan anak perlu terus diperkuat.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
Angka Perkawinan Anak di Jateng Turun 53 Persen
Lifestyle
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Iis R. Soelaeman mendorong dukungan pemerintah bagi anak dengan cerebral palsy melalui akses terapi, kesehatan, pendidikan inklusif, dan fasilitas aksesibel.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Lifestyle
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
World Cerebral Palsy Day 2026 jadi momentum untuk memperkuat dukungan bagi anak dengan CP. Tekankan potensi anak dan pentingnya support system bagi keluarga.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
Indonesia
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Sebelumnya tersangka juga berniat menjual anak pertamanya R p15 juta. Tetapi batal dan saat ini bayi telah berusia sekitar satu tahun
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Berita Foto
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Sejumlah anak mengikuti pertandingan padel dalam ajang Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026 di Tangerang, Banten, Sabtu (29/8/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 29 Agustus 2026
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Foto Essay
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Gio dan Hamzah berlatih tinju dengan alat seadanya di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 19 Agustus 2026
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Indonesia
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Jangan pernah menjadikan anak sebagai alat untuk memperoleh keuntungan ekonomi
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Bagikan