Jerman Tolak Kirim Rudal Jelajah ke Ukraina

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 Agustus 2023
Jerman Tolak Kirim Rudal Jelajah ke Ukraina

Ilustrasi rudal. (pakistantoday.com.pk)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Jerman mengumumkan rencana memasok Ukraina senjata dan amunisi yang lebih banyak sampai senilai hampir 700 juta euro (Rp 10 triliun).

Paket bantuan itu mencakup dua peluncur rudal Patriot dari arsenal militer Jerman, dan 70 kendaraan tempur lapis baja, termasuk 40 kendaraan tempur infanteri Marder. Peluru artileri dan pengintaian serta aset pertahanan drone juga akan disediakan.

Baca Juga:

Rusia Tembak Jatuh Drone Ukraina Serang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Total, ada 31 item barang yang akan dikirimkan, yang beberapa di antaranya diambil dari inventaris militer Jerman. Pemerintah Jerman tahun lalu juga menyetujui ekspor senjata senilai total 2,2 miliar euro (Rp 36,6 triliun) ke Ukraina.

Pada paruh pertama tahun ini, ekspor Jerman ke Ukraina bernilai 1,65 miliar euro (Rp 27,45 triliun). Sejak Mei 2022, sudah lebih dari 3.500 tentara Ukraina dilatih mengoperasikan berbagai sistem senjata di Jerman.

Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius menegaskan kembali penolakannya dalam mengirimkan rudal jelajah Taurus ke Ukraina.

"Kami masih memandang bahwa ini bukan prioritas utama kami saat ini," kata kantor berita Jerman DPA, mengutip Pistorius saat mengunjungi kota Bad Reichenhall di Jerman selatan.

“Kami bukan satu-satunya (negara) yang tidak mengirimkan (rudal jelajah). Sekutu kami, Amerika Serikat, juga tidak memasok rudal jelajah ini. Rudal milik kami memiliki jangkauan khusus," sambungnya.

Ukraina mendesak Jerman agar mengirimkan rudal jelajah Taurus agar bisa menyerang angkatan bersenjata Rusia jauh di gari belakangnya.

Namun, pemerintah Jerman enggan memenuhi permintaan tersebut karena rudal jenis itu bisa mencapai wilayah Rusia.

Kendati begitu, Pistorius tidak menutup kemungkinan Jerman akan mengirimkan senjata yang dibutuhkan Ukraina itu suatu saat nanti, tetapi tidak untuk saat ini.

Jerman adalah negara yang paling banyak membantu Ukraina dalam aspek pertahanan udara, dukungan pelatihan, dan kendaraan lapis baja, kata Pistorius.

“Ini prioritas utama kami, kompetensi inti kami. Oleh karena itu, kami saat ini memandang tak ada kebutuhan mendesak untuk memenuhi permintaan lain," tambahnya.

Meski Pistorius menolak, sejumlah mitra koalisi pemerintahan Jerman memiliki pandangan lain.

Marcus Faber yang merupakan pakar pertahanan dan anggota parlemen dari Partai Demokrat Bebas (FDP) yang berkoalisi dengan pemerintah, baru-baru ini menyeru Jerman mengirimkan rudal jenis itu ke Ukraina.

Menurut Faber, saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengirimkan rudal jelajah karena lambannya serangan balasan Ukraina.

Dia menilai rudal Taurus bisa membantu mengganggu rantai logistik tentara Rusia yang kemudian bisa mengganggu pasokan amunisinya.

Baca Juga:

Ukraina Larang Impor Buku dari Rusia dan Belarus

#Peluncuran Rudal Korut #Jerman #Ukraina
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
Pesawat Presiden Ukraina Nyaris Tertabrak Drone di Moldova, Memicu Kebakaran Dekat Bandara
Pesawat Zelenskyy nyaris terkena drone saat lepas landas dari Moldova dalam perjalanan menuju Oslo untuk menghadiri pemakaman Raja Harald V.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Pesawat Presiden Ukraina Nyaris Tertabrak Drone di Moldova, Memicu Kebakaran Dekat Bandara
Indonesia
8 Orang WNI Bergabung di Perang Ukraina-Rusia, Pemerintah Bakal Dengarkan Rusia
Dalam proses verifikasi itu, perlu mendengarkan keterangan dari pihak Rusia, pihak terkait, dan WNI yang bersangkutan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
8 Orang WNI Bergabung di Perang Ukraina-Rusia, Pemerintah Bakal Dengarkan Rusia
Dunia
Partai Kanan Ekstrem Alternatif Jerman Menang Besar di Negara Bagian, Bersiap Tarung di Pemilu Federal
Seusai menang besar dalam pemilu di negara bagian Sachsen-Anhalt, Jerman bagian timur, partai kanan ekstrem Alternatif untuk Jerman (Alternative Fur Deutschland/AfD) kini mengincar kemenangan dalam pemilu federal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
Partai Kanan Ekstrem Alternatif Jerman Menang Besar di Negara Bagian, Bersiap Tarung di Pemilu Federal
Dunia
Di Hadapan Prabowo dan Undangan EEF 2026, Putin: Ukraina Kehilangan 8.000-12.000 Tentara Setiap Bulan
Presiden Putin menyebut Ukraina telah kehilangan 8.000 hingga 12.000 tentara setiap bulan dalam konflik yang berlangsung sejak tahun 2022 silam.
Wisnu Cipto - Kamis, 03 September 2026
Di Hadapan Prabowo dan Undangan EEF 2026, Putin: Ukraina Kehilangan 8.000-12.000 Tentara Setiap Bulan
Indonesia
Intel Ukraina sebut Rusia Rekrut WNI untuk Ikut Perang
Upaya tersebut telah memungkinkan Kremlin untuk menambah kekuatan pasukannya dengan memanfaatkan warga negara asing sebagai bagian dari propaganda.
Dwi Astarini - Senin, 31 Agustus 2026
Intel Ukraina sebut Rusia Rekrut WNI untuk Ikut Perang
Indonesia
Kemenlu Cek Jumlah WNI Jadi Tentara Rusia Berperang di Ukraina
Indonesia memiliki ketentuan hukum yang jelas mengenai keterlibatan WNI dalam dinas militer negara asing,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Kemenlu Cek Jumlah WNI Jadi Tentara Rusia Berperang di Ukraina
Indonesia
Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Jerman Tegaskan Komitmen Perkuat Kemitraan dengan Indonesia
Jerman dan Indonesia berkolaborasi dalam mendukung industri kesehatan. Jerman mengunjungi fasilitas Bayer di Cimanggis.
Soffi Amira - Jumat, 28 Agustus 2026
Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Jerman Tegaskan Komitmen Perkuat Kemitraan dengan Indonesia
Indonesia
Munich Darurat Air, Nyuci Mobil Sendiri Bisa Bikin Rekening Tabungan Langsung Jebol
Aturan baru ini melarang warga mengisi atau mengoperasikan kolam renang pribadi, air mancur pribadi, serta fasilitas bermain air
Angga Yudha Pratama - Rabu, 15 Juli 2026
Munich Darurat Air, Nyuci Mobil Sendiri Bisa Bikin Rekening Tabungan Langsung Jebol
Dunia
Gelombang Panas di Jerman Bikin Kematian karena Tenggelam Meningkat Tajam Sejak 2003
Sebanyak 99 orang dilaporkan tenggelam di Jerman sepanjang bulan lalu.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Juli 2026
Gelombang Panas di Jerman Bikin Kematian karena Tenggelam Meningkat Tajam Sejak 2003
Berita
Jürgen Klopp Resmi Jadi Pelatih Baru Timnas Jerman, Fabrizio Romano Bocorkan Kontrak Jangka Panjang dengan Der Panzer
Sebelum menerima pinangan tim nasional, nama mantan pelatih Borussia Dortmund ini sempat dikaitkan dengan sejumlah klub raksasa Eropa termasuk Real Madrid
Angga Yudha Pratama - Senin, 06 Juli 2026
Jürgen Klopp Resmi Jadi Pelatih Baru Timnas Jerman, Fabrizio Romano Bocorkan Kontrak Jangka Panjang dengan Der Panzer
Bagikan