Jenderal Pol Tito Karnavian: Jangan Mau Didikte Uang, Formalitas dan Media

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 04 Maret 2017
Jenderal Pol Tito Karnavian: Jangan Mau Didikte Uang, Formalitas dan Media

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dalam kuliah umum di Universitas Islam Riau menyampaikan bahwa demokrasi liberal mengentalkan rasa primordialisme sehingga bisa jadi faktor pemecah belah bangsa.

"Demokrasi liberal akan membuat mengentalnya primordialisme seperti menguat kesukuannya, agama, dan ideologi. Masalah keturunan mulai dipermasalahkan, ini pribumi atau tidak. Demokrasi terlalu bebas di tengah masyarakat belum siap akan menjadi ancaman pecahnya negara," katanya di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa UIR di Pekanbaru, Jumat, (3/3).

Dalam kuliah yang juga beracara Temu Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara itu, Tito mengatakan bahwa demokrasi di satu sisi posisinya membuat peran masyarakat menentukan arah bangsa jadi lebih besar. Tapi demokrasi ini kalau tidak dikelola dengan baik dan terlalu liberal justru menjadi faktor pemecah bangsa, karena diterjemahkan sebagai kebebasan.

"Bahayanya diterapkan pada masyarakat yang struktur demografinya didominasi kelas bawah masih belum terdidik dan miskin, maka diterjemahkan demokrasi sebebas-bebasnya," ungkapnya.

Menurut dia, Indonesia masih didominasi masyarakat kelas bawah meskipun itu terus berkurang. Dan Indonesia belum ada kelas menengah yang besar. Ini, kata dia, bisa menjadi konflik horizontal karena kecemburuan sosial.

"Ini tantangannya bagaimana agar kelas bawah makin kecil dan kelas menengah makin besar. Tapi 71 tahun Indonesia merdeka kelas bawah masih mendominasi dan itu bisa pecah jadi potensi konflik," ujarnya.

Ia mengatakan, konflik bisa terjadi karena masyarakat kelas bawah yang tak mengerti demokrasi. Dengan begitu bisa didikte oleh orang yang memiliki kekuasaan baik itu uang, formalitas dan media.

Ini, menurutnya, bisa bahaya seperti yang terlihat pada pemilihan kepala daerah. Masyarakat tak mengerti, siapa yang bawa makanan dan uang itu yang dipilih.

"Masyarakat dimanipulasi oleh penguasa politik, penguasa uang, dan penguasa media. Ini bisa menghancurkan kebhinekaan," jelasnya.

Akan tetapi, kata dia, Indonesia sudah memilih demokrasi dan tidak bisa mundur lagi. Tidak mungkin lagi jadi otoriter atau oligarki yang dikuasai sekelompok orang. Caranya, kata dia, adalah kebebasan harus dibatasi.

Demonstrasi, lanjut dia, tak boleh sebebas-bebasnya seperti membakar ban menutup jalan raya sehingga masyarakat tak bisa menggunakan. Hal tersebut, menurutnya, melanggar hak asasi orang lain serta mengganggu ketertiban umum.

"Demonstrasi itu mengeluarkan pendapat ada batasannya, harus gunakan etika dan moral. Jangan sampai demo menghujat suku, agama, dan ras yang lain, kalau kebablasan itu bahaya," ulasnya.

Sumber: ANTARA

#Kapolri #Tito Karnavian #Pekanbaru
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kenapa Kapolri Suyudi Disebut Harus Tancap Gas Tata Internal Polri? Ini Kata Komisi III DPR
Soedeson Tandra mengungkap alasan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto perlu segera menata internal Polri, termasuk perombakan sejumlah Kapolda.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Kenapa Kapolri Suyudi Disebut Harus Tancap Gas Tata Internal Polri? Ini Kata Komisi III DPR
Indonesia
Kapolri Suyudi Rotasi 19 Kapolda, dari Metro Jaya hingga Sulawesi
Pertukaran ini dilakukan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sehari setelah resmi menjabat pada 2 Oktober 2026.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Kapolri Suyudi Rotasi 19 Kapolda, dari Metro Jaya hingga Sulawesi
Indonesia
Kapolri Baru Rotasi 88 Pati dan Pamen, Ganti Kapolda Metro
Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi, pembinaan karier, serta penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Kapolri Baru Rotasi 88 Pati dan Pamen, Ganti Kapolda Metro
Indonesia
DPR Tagih Gebrakan Suyudi, jangan Biarkan Keluhan Warga Terus Menumpuk
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menghadapi tantangan untuk menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
DPR Tagih Gebrakan Suyudi, jangan Biarkan Keluhan Warga Terus Menumpuk
Indonesia
SETARA Tantang Suyudi, Polri Bersama Masyarakat jangan cuma Slogan
Tantangan tersebut muncul di tengah masih kuatnya sorotan terhadap profesionalitas dan integritas Polri.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
SETARA Tantang Suyudi, Polri Bersama Masyarakat jangan cuma Slogan
Indonesia
Ketua KPK Ingin Sinergi dengan Kapolri Baru, makin Kencang Berantas Korupsi
Suyudi dilantik sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo setelah mendapatkan persetujuan DPR RI.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Ketua KPK Ingin Sinergi dengan Kapolri Baru, makin Kencang Berantas Korupsi
Indonesia
Kapolri Suyudi Ditantang Buktikan Polri Bisa Lebih Dipercaya, jangan cuma Pamer Pangkat Bintang 4
Keberhasilan Suyudi bukan terletak pada pangkat bintang empat yang kini melekat di pundaknya, melainkan pada perubahan yang dirasakan masyarakat.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Kapolri Suyudi Ditantang Buktikan Polri Bisa Lebih Dipercaya, jangan cuma Pamer Pangkat Bintang 4
Indonesia
DPR Tantang Kapolri Baru Hadapi Keluhan Masyarakat, dari Pungli hingga Arogansi
Suyudi harus berani menghadapi berbagai keluhan masyarakat, mulai dari pelayanan yang berbelit hingga dugaan pungutan liar dan arogansi anggota kepolisian.
Yusuf Abdillah - Jumat, 02 Oktober 2026
DPR Tantang Kapolri Baru Hadapi Keluhan Masyarakat, dari Pungli hingga Arogansi
Indonesiaku
Sebelum Jadi Kapolri, Suyudi Ario Seto Pernah Jadi Semifinalis Cover Boy 1988
Ketika usianya masih belia dan kehidupannya masih sebagai seorang pelajar, ia sempat mencoba peruntungan di dunia modeling dengan mengikuti ajang Cover Boy.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Sebelum Jadi Kapolri, Suyudi Ario Seto Pernah Jadi Semifinalis Cover Boy 1988
Indonesia
Pesan Listyo Sigit Prabowo Setelah Lengser Dari Kapolri ke Suyudi Ario Seto
Listyo menyatakan dirinya mendukung langkah-langkah yang akan dikerjakan Suyudi dalam memimpin Polri.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Pesan Listyo Sigit Prabowo Setelah Lengser Dari Kapolri ke Suyudi Ario Seto
Bagikan