Jelang Purna Tugas, Teguh Prakosa Tebus Ijazah Siswa Miskin Nunggak SPP hingga Rp 30 Juta

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Selasa, 18 Februari 2025
Jelang Purna Tugas, Teguh Prakosa Tebus Ijazah Siswa Miskin Nunggak SPP hingga Rp 30 Juta

Wali Kota Solo Teguh Prakosa memberikan ijazah pada siswa kurang mampu yang telah ditebus di sekolah, Selasa (18/2). (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wali Kota Solo Teguh Prakosa akan purna tugas pada 20 Februari 2025. Sebelum mengakhiri masa jabatannya, ia menyempatkan diri menebus belasan ijazah siswa miskin di sekolah swasta yang belum menuntaskan pembayaran SPP.

“Sekolah swasta hidup dari SPP. Suka tidak suka, pemerintah membantu supaya ijazahnya dapat diserahkan untuk bekal kuliah atau kerja,” kata Teguh usai menyerahkan ijazah pada orang tua siswa di Balai Kota Solo, Selasa (18/2).

Menurut Teguh, Pemkot Solo dapat memberikan bantuan terhadap orang tua tidak mampu untuk melunasi biaya SPP. Permohonan tersebut bisa diajukan dua hingga tiga bulan sebelum jatuh tempo pembayaran.

“Harusnya tanpa harus ijazah ditahan sekolah karena menunggak SPP, kami bisa bantu. Yang penting jika ada kesulitan laporkan Pemkot Solo,” kata dia.

Baca juga:

Prabowo Wacanakan Pemilihan Kepala Daerah lewat DPRD, Teguh Prakosa: Bikin Gaduh

Menurut Teguh, seluruh SPP yang telah dilunasi mencapai sekitar Rp 30 juta. Semuanya kini telah dibayar menggunakan dana operasional Wali Kota Solo yang tiap bulannya memiliki anggaran sebesar Rp 20 juta.

“Saya pakai dana operasional Wali Kota Solo Rp 30 juta untuk menebus ijazah siswa kurang mampu ini,” kata dia.

Teguh mengatakan alasan melakukan tindakan tersebut karena ia ingin mengikuti jejak Wali Kota Solo sebelumnya, FX Hadi Rudyatmo, yang telah membantu warga selama 15 tahun.

“Pak Rudy bisa, kok yang sekarang tidak,” papar dia, merasa aksi semacam ini harus diteruskan agar warga Solo terus sejahtera.

Baca juga:

Kalah di Hitung Cepat, Ketua Tim Pemenangan Teguh Prakosa Sebut Demokrasi Dimaknai Meraih Kekuasaan

Slamet, 46 tahun, merupakan salah satu orang tua murid yang merasakan dampak dari bantuan ini. Anaknya, yang harusnya melanjutkan pendidikan tingkat SMA, tertunda karena belum menyelesaikan pembayaran SPP sebesar Rp 1 juta. Slamet sangat mengapresiasi adanya uluran tangan dari Teguh Prakosa. (Ismail/Jawa Tengah)

#Solo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kebakaran TPA Putri Cempo belum Padam, ASN Solo Salat Istisqa Memohon Hujan
Salat istisqa tersebut dilakukan di tengah musim kemarau panjang dan kebakaran TPA Putri Cempo yang belum padam
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Kebakaran TPA Putri Cempo belum Padam, ASN Solo Salat Istisqa Memohon Hujan
Indonesia
PB XIV Hangabehi Kukuhkan Penerus PB XIII, Konflik Keraton Solo Makin Rumit
PB XIV Hangabehi resmi dikukuhkan sebagai penerus PB XIII lewat upacara jumenengan. Sebelumnya Purbaya sudah mendeklarasikan diri sebagai PB XIV. Konflik daualisme kepemimpinan makin rumit.
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
PB XIV Hangabehi Kukuhkan Penerus PB XIII, Konflik Keraton Solo Makin Rumit
Indonesia
Polda Jateng Lakukan Water Bombing Padamkan Api di TPA Putri Cempo, Guyurkan 13 Ribu Liter Air
Pelaksanaan water bombing difokuskan pada sisi timur TPA Putri Cempo yang masih mengeluarkan asap.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Polda Jateng Lakukan Water Bombing Padamkan Api di TPA Putri Cempo, Guyurkan 13 Ribu Liter Air
Indonesia
Respati Tetapkan Status Tanggap Darurat, Pemadaman TPA Putri Cempo Dibantu Water Bombing
Pemadaman dibantu menggunakan water bombing yang akan dilakukan mulai Jumat (4/9).
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Respati Tetapkan Status Tanggap Darurat, Pemadaman TPA Putri Cempo Dibantu Water Bombing
Indonesia
KLH Sebut Kebakaran TPA Putri Cempo karena Gas Metana, belum Tetapkan Status KLB
Gas metana merupakan salah satu penyebab kebakaran dan ada bahan yang mudah terbakar.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
KLH Sebut Kebakaran TPA Putri Cempo karena Gas Metana, belum Tetapkan Status KLB
Indonesia
Api di TPA Putri Cempo masih Menyala, Titiknya Berkurang
Sejumlah titik api yang sebelumnya berkobar mulai padam. Kepulan asap membumbung tinggi ditiup angin masih terlihat di lokasi kebakaran.
Dwi Astarini - Kamis, 03 September 2026
Api di TPA Putri Cempo masih Menyala, Titiknya Berkurang
Indonesia
Kebakaran TPA Putri Cempo belum Padam, Pemkot Bersiap Bantu Warga Terdampak
Ada dua RW yang berpotensi terdampak apabila kebakaran terus meluas dan sulit dipadamkan.
Dwi Astarini - Kamis, 03 September 2026
Kebakaran TPA Putri Cempo belum Padam, Pemkot Bersiap Bantu Warga Terdampak
Indonesia
TPA Putri Cempo Solo Terbakar, Angin Sulitkan Damkar Padamkan Api
Api masih membesar karena tiupan angin kencang.
Dwi Astarini - Rabu, 02 September 2026
TPA Putri Cempo Solo Terbakar, Angin Sulitkan Damkar Padamkan Api
Indonesia
Tersangka Kasus Kasino Sukoharjo Bertambah Jadi 65 Orang
Satu dari 65 tersangka tersebut diketahui warga negara asing (WNA) asal Tiongkok.
Dwi Astarini - Rabu, 02 September 2026
Tersangka Kasus Kasino Sukoharjo Bertambah Jadi 65 Orang
Indonesia
24 Atlet Tuli Galang Dana untu Berlaga di Malaysia, NPC Indonesia Turun Tangan
Pemerintah melalui Kemenpora sangat berkomitmen mendukung kemajuan dan prestasi olahraga disabilitas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
24 Atlet Tuli Galang Dana untu Berlaga di Malaysia, NPC Indonesia Turun Tangan
Bagikan