Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Jelang Pensiun, Berikut 7 Kenangan Budi Waseso 'Si Buldozer' dan Kontroversinya

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 01 Maret 2018
Jelang Pensiun, Berikut 7 Kenangan Budi Waseso 'Si Buldozer' dan Kontroversinya

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Budi Waseso saat di temui tim Merahputih.com di kantornya di Gedung BNN Cawang, Jakarta. (5/9) Merahputih.com / Rizki Fitrianto.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso masuk masa pensiun pada bulan maret 2018. Lulusan Akpol 1984 itu sudah lebih dari 2 tahun menduduki kursi Kepala Badan Narkotika Nasional. Sebelumnya, Buwas menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri. Pada kamis (1/3), Presiden Jokowi resmi melantik pengganti Buwas. Dia adalah Irjen Heru Winarko yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Buwas pun memasuki masa pensiun.

Selama menjadi kepala BNN, Buwas banyak menorehkan tinta emas dalam hal pemberantasan dan penanggulangan narkoba. Selain itu, banyak terobosan yang dibuat Buwas selama menjadi Kepala BNN. Sementara, saat menjabat sebagai Kabareskrim, Buwas juga banyak mengukir prestasi dengan membongkar sejumlah kasus korupsi besar. Tapi tak jarang, kasus-kasus yang ditanganinya menjadi kontroversi.

Penasaran dengan prestasi-prestasi dan kontroversi yang pernah dibuat buwas selama berkarier di Korps Bhayangkara dan Kepala BNN? berikut catatannya:


1. Buwas pernah tangkap seniornya, Komjen Susno Duadji

Berpangkat Komisaris Besar (Kombes) tak buat nyali Budi Waseso ciut untuk menangkap seorang Jenderal Bintang tiga, Komjen (purn) Susno Duadji. Kejadian itu terjadi pada tahun 2010 ketika Buwas masih menjabat sebagai Kepala Pusat Pengamanan Internal Mabes Polri. Susno saat itu hendak terbang ke Singapura dan berstatus tersangka atas kasus dana pengamanan Pilkada oleh KPK.

Di Bandara Soekarno-Hatta, Perdebatan sengit Buwas dan Susno tak terelakaan. Susno menolak dibawa. Tapi, Buwas tak gentar, ia 'menggertak' Susno karena pergi tanpa izin. Buwas juga menegaskan bawa Susno melanggar PP No 2 tahun 2003 tentang disiplin. Dengan ketegasannya, Susno akhirnya mau dibawa Buwas. Tapi dengan kondisi tangan tidak di borgol.


2. Pulangkan Norman Kamaru


Di tahun 2011, publik dikejutkan dengan munculnya Briptu Norman Kamaru, seorang polisi dari Polda Gorontalo. Norman mendadak populer karena joged indianya yang diupload di Youtube. Setelah terkenal, Norman banyak habiskan waktunya tampil didepan TV.

Masalahnya, Norman bolak balik Jakarta-Gorontalo tanpa sepengetahuan atasannya. Buwas yang saat itu menjabat sebagai Kapuspaminal Polri dan berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen), langsung menemui Norman.

Dalam pertemuan itu, Buwas menyuruh agar Norman kembali ke Gorontalo untuk mengurus izin. Saat itu, Buwas menyampaikan bahwa Norman haruslah tetap taat aturan dan mematuhi norma sebagai anggota Polri


3. Polemik Soal LHKPN

Baru menjabat sebagai Kabareskrim pada tahun 2015, Buwas langsung jadi pergunjingan. Pasalnya, Buwas selama menjabat dituding tak pernah melaporkan harta kekayaannaya kepada KPK. Padahal, Buwas adalah seorang pejabat negara yang seharusnya melaporkan kekayaannya.

Ditemui Merahputih.com beberapa waktu lalu di Kantor BNN, Buwas menegaskan tak akan membuat LHKPN. Alasannya, KPK-lah yang harus menemuinya dan membuatkan LHKPN.

"Soal itu (LHKPN), jawaban saya tetap sama. saya tidak mau saya yang melaporkan. Kenapa? nanti kalau saya isi sendiri tidak obyektif, makanya waktu itu saya ngomong ke media, KPK saja yang isi, cek sendiri," kata Buwas.


4. Korupsi Kondensat 35 Triliun: Terbesar untuk Penyelamatan Uang Negara

Dibawah kepemimpinannya, Buwas berhasil membongkar kasus dugaan korupsi penjualan kondensat oleh PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) yang juga melibatkan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Perhitungan BPK, negara dirugikan sebesar 2,716 miliar dollar AS atau Jika dikonversi ke rupiah mencapai 35 triliun. Pengungkapan kasus ini kolaborasi antara 2 Direktorat dibawah Bareskrim, Dittipideksus dan Dittipikor.

Dalam pengungkapannya, penyidik menetapkan tiga orang tersangka yaitu bekas Kepala BP Migas Raden Priyono, mantan Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas Djoko Harsono dan pemilik PT TPPI Honggo Wendratmo.

Hingga kini, Honggo belum bisa ditangkap dan diseret ke meja hijau. Padahal berkas kasusnya sudah P-21. Honggo berstatus DPO.


5. Korupsi Pelindo II

Lagi-lagi, Bareskrim dibawah Kepemimpinan Buwas bongkar kasus korupsi. Kini, dugaan korupsi di PT Pelindo II yang merugikan negara lebih dari Rp 45 Miliar.

Kasus ini jua=ga menyeret nama direktur Mantan Direktur PT Pelindo II, RJ Lino. Kasus ini sendiri telah masuk tahap penyidikan sejak 11 November 2016 dengan dasar Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Nomor SP.Sidik/681/XI/2016/Dit Tipideksus.

Bahkan, Bareskrim telah mengeluarkan perpanjangan Surat Perintah Penyidikan: SP.Sidik/329/VI/2017/Dittipideksus pada 12 Juni 2017.

Dalam kasus ini, Bareskrim sudah menetapkan dua tersangka yakni Feriadly Noerlan selaku Direktur Teknik dan Haryadi Budi Kuncoro sebagai Manager Peralatan. Keduanya telah divonis oleh Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat dengan pidana kurungan selama 1 tahun 4 bulan.


6. Buwas dan kasus-kasus Mantan Pimpinan dan penyidik KPK

Di awal tahun 2015, Buwas jadi cibiran publik. Sebabnya, Bareskrim Polri menetapkan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto (BW) sebagai tersangka karena memerintahkan saksi memberi keterangan palsu saat sidang sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi pada tahun 2010. Tak selang lama kasus itu di meja penyidik, BW ditangkap saat mengantar anaknya sekolah di kawasan Depok, Jawa Barat.

Dalam waktu hampir bersamaan, Bareskrim juga memproses kasus pemalsuan dokumen yang diduga dilakukan oleh Ketua KPK Abraham Samad pada tahun 2007.

Kasus pemalsuan dokumen ini dilaporkan Chairil Chaidar Said ke Bareskrim Mabes Polri. Selain Samad, penyidik juga menetapkan Feriyani Lim sebagai tersangka. Feriyani diduga memalsukan dokumen dan masuk dalam Kartu Keluarga Abraham Samad yang beralamat di Boulevar, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Makassar.

Tak berhenti disitu, penyidik KPK, Novel Baswedan juga pernah berurusan dengan penyidik Bareskrim Polri. Saat itu, Novel ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penganiayaan pada tahun 2004. Usai ditangkap, Novel sempat ditahan di Mako Brimob sebelum diterbangkan ke Bengkulu untuk menjalani rekonstruksi. Tapi, akhirnya Kejaksaan Agung memilih mengesampingkan kasus-kasus yang menjerat Abraham Samad, BW dan Novel Baswedan.

7. Pecahkan Rekor pengungkapan Ganja dan TPPU

Pada tahun 2016, BNN dibawah komando Budi Waseso sempat memecahkan rekor dalam pengungkapan narkoba jenis ganja. Selama tahun 2016, BNN berhasil menyita 6,2 ton ganja kering.

Untuk TPPU dari kasus narkoba, selama menjabat buwas berhasil menyelamatkan uang negara dari hasil TPPU kasus narkoba hampir 10 Triliun. Dengan rincian 2016 3,2 Triliun, 2017 105 Miliar dan hingga februari 2018 mencapai 6,4 triliun. (ayp)

#Komjen Pol Budi Waseso # Badan Narkotika Nasional (BNN) #Bareskrim
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Bareskrim Bongkar Sindikat Pencurian BTS, Biang Kerok Hilang Sinyal di Jabodetabek Bikin Rugi Capai Rp 60 Miliar
Polisi telah menangkap sejumlah tersangka dan menyita 38 unit modul BTS beserta barang bukti lainnya.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
Bareskrim Bongkar Sindikat Pencurian BTS, Biang Kerok Hilang Sinyal di Jabodetabek Bikin Rugi Capai Rp 60 Miliar
Indonesia
Polisi Bongkar Akal Licik Pencuri Modul BTS, Datang Pakai Seragam Teknisi
Bareskrim Polri membongkar modus sindikat pencurian modul BTS yang menyamar sebagai teknisi resmi. Polisi memburu pelaku buron hingga jaringan penadah luar negeri.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 17 Juli 2026
Polisi Bongkar Akal Licik Pencuri Modul BTS, Datang Pakai Seragam Teknisi
Indonesia
Bareskrim Bongkar Sindikat Internasional Pencurian Modul BTS, Diduga Dikendalikan WNA dari Bangkok
Bareskrim Polri mengungkap dugaan jaringan internasional di balik pencurian modul BTS di Indonesia. Polisi menduga modul hasil curian dikirim ke luar negeri atas arahan seorang WNA.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 17 Juli 2026
Bareskrim Bongkar Sindikat Internasional Pencurian Modul BTS, Diduga Dikendalikan WNA dari Bangkok
Indonesia
Polisi Diserang Senjata Tajam Saat Operasi Penangkapan Bandar Narkoba, Jenazah Ditemukan di Sungai Katingan
Tim masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga terlibat dan tim tidak akan berhenti sampai seluruh pelaku berhasil diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 05 Juli 2026
Polisi Diserang Senjata Tajam Saat Operasi Penangkapan Bandar Narkoba, Jenazah Ditemukan di Sungai Katingan
Indonesia
Bripda Nopandri Ditemukan Gugur, Bareskrim Polri Tegaskan Kejar Pelaku Penyerangan di Katingan
Bripda Nopandri Ramadhana ditemukan gugur setelah hilang saat operasi narkoba di Katingan. Bareskrim Polri memastikan pengejaran terhadap pelaku penyerangan terus dilakukan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 04 Juli 2026
Bripda Nopandri Ditemukan Gugur, Bareskrim Polri Tegaskan Kejar Pelaku Penyerangan di Katingan
Indonesia
Bentrok Penggerebekan Bandar Narkoba Kalteng, Bareskrim Siap Bergerak dari Jakarta
Bareskrim Polri turun tangan setelah 1 polisi gugur dan 2 hilang dalam penggerebekan narkoba di Katingan, Kalimantan Tengah. Brigjen Eko Hadi Santoso pastikan dukungan penuh pencarian dan pengamanan.
Wisnu Cipto - Kamis, 02 Juli 2026
Bentrok Penggerebekan Bandar Narkoba Kalteng, Bareskrim Siap Bergerak dari Jakarta
Indonesia
BNN Bongkar 3,37 Ton Ganja Asal Thailand, Legislator Gerindra Minta Penguatan Pencegahan hingga Rehabilitasi
Bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman kejahatan narkotika transnasional.
Dwi Astarini - Kamis, 02 Juli 2026
BNN Bongkar 3,37 Ton Ganja Asal Thailand, Legislator Gerindra Minta Penguatan Pencegahan hingga Rehabilitasi
Berita
Bareskrim Bongkar Dugaan Penyimpangan Impor Sianida, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan
Negara tidak boleh dirugikan akibat tata kelola yang tidak transparan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 01 Juli 2026
Bareskrim Bongkar Dugaan Penyimpangan Impor Sianida, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan
Berita
Kemendag Respons Kompensasi Pemadaman Listrik PLN, Masih Tunggu Hasil Investigasi
Kemendag merespons soal kompensasi pemadaman listrik PLN. Namun, hal itu masih menunggu hasil investigasi Bareskrim Polri.
Soffi Amira - Rabu, 01 Juli 2026
Kemendag Respons Kompensasi Pemadaman Listrik PLN, Masih Tunggu Hasil Investigasi
Indonesia
DPR Apresiasi Langkah Cepat Satgas Lundup Polri Selamatkan Uang Negara
Satgas yang dibentuk oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menunjukkan kinerja yang luar biasa nyata.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Juni 2026
DPR Apresiasi Langkah Cepat Satgas Lundup Polri Selamatkan Uang Negara
Bagikan