Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Musik

Jelang Konser 50 Tahun, God Bless Terima Penghargaan MURI

Febrian AdiFebrian Adi - Minggu, 05 November 2023
Jelang Konser 50 Tahun, God Bless Terima Penghargaan MURI

God Bless siap gelar konser 50 tahun. (Foto: Dok. God Bless)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TINGGAL hitungan hari saja menuju konser 50 Tahun God Bless. Sebelum momen istimewa itu tiba, band ini justru mendapat capaian khusus.

Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) memberikan penghargaan kepada band yang kini beranggotakan Achmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fattah (bass), Abadi Soesman (kibor) dan Fajar Satritama (drum), sebagai Band Genre Rock Tertua yang Masih Berkarya.

“Saya berterima kasih bisa dapat penghargaan dari MURI. Ya, doakan saja supaya kami masih tetap bertahan beberapa tahun ke depan,” ucap Achmad Albar dalam keterangan resmi yang diterima Merahputih.com, Jumat (3/11).

Baca juga:

God Bless Maksimalkan Penampilan di Konser Perayaan 50 Tahun

Bagi God Bless, penghargaan ini bukanlah apresiasi pertama yang mereka terima. Sebelumnya, God Bless telah menerima Lifetime Achievement di Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards) pada 2009 karena konsistensi serta torehan prestasinya selama berkiprah di blantika musik.

Kemudian pada 2017, God Bless berhasil membawa pulang dua piala dalam kategori Duo/Grup/Kolaborasi Rock untuk Damai dan Album Rock untuk Cermin 7.

“Saya juga enggak mengira bisa 50 tahun. Ini adalah perjalanan yang sangat berarti bagi saya, apalagi masih bisa berjalan bersama Mas Iyek (sapaan Achmad Albar), Mas Donny, dan personel lainnya,” lanjut Ian Antono.

Tidak hanya sampai di situ, God Bless bahkan diabadikan dalam perangko. Bersama Titiek Puspa, mendiang Gesang, Gombloh, dan Chrisye, serta band Panbers, Bimbo, dan Koes Plus, Iyek dkk diabadikan dalam perangko 2020 seri Musisi Ternama Indonesia.

Kemudian pada Agustus 2021, Presiden Joko Widodo memberikan penghargaan khusus kepada God Bless atas kiprahnya di industri musik dari masa ke masa. Penghargaan tersebut diberikan menjelang konser virtual untuk merayakan hari jadi God Bless yang ke-48.

God Bless tentu saja bukan band kaleng-kaleng. Sejak berdiri pada 1973 hingga sekarang, band ini telah menghasilkan delapan album penuh, yakni God Bless (1976), Cermin (1980), Semut Hitam (1988), Raksasa (1989), Apa Kabar (1997), 36 (2009), Cermin 7 (2017), dan Anthology 50th Years Anniversary (2023).

Baca juga:

Jelang Konser 50 Tahun, God Bless Lepas Video Musik 'Musisi'

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh God Bless Official (@godblessrocks)

Album Anthology 50th Years Anniversary akan menghadirkan 11 lagu terbaik yang pernah dirilis sebelumnya, serta satu judul lain yang merupakan nomor instrumental berisikan medley karya hits mereka. Berbeda dari album lainnya, album Anthology menghadirkan konsep musik rock yang dipadukan dengan orkestra megah.

Saat ini, penjualan tiket God Bless 50 Tahun Konser Emas with Tohpati Orchestra masih dibuka untuk publik. Tiket terbagi dalam empat kategori, yakni: Platinum Rp2.500.000, Gold Rp1.250.000, Silver Rp750.000, dan Festival Rp500.000. Pembelian tiket secara daring dapat dilakukan via laman www.loket.com. (far)

Baca juga:

God Bless Recharge Format Rekaman Musik Lewat 'Semesta' dalam Bentuk FMA

#Musik #God Bless #Musisi Indonesia #November Sebangsa Berkibar
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Kisah di Balik Lagu 'Gloryland', Anthem Resmi Piala Dunia 1994
'Gloryland' menawarkan atmosfer yang inspiratif dengan lirik yang menekankan harapan, persatuan, perjuangan, dan tekad untuk meraih kemenangan.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Kisah di Balik Lagu 'Gloryland', Anthem Resmi Piala Dunia 1994
ShowBiz
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
Liriknya mengisahkan tentang mimpi, harapan, persatuan, dan perjuangan untuk menjadi yang terbaik, selaras dengan semangat yang mewarnai ajang Piala Dunia.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
ShowBiz
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
Lebih dari 20 tahun tersimpan sebagai rekaman legendaris, penampilan bersejarah Discus di ProgSol Festival Swiss akhirnya resmi dirilis dalam format CD.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
ShowBiz
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
Lagu yang dirilis pada 1998 sebagai bagian dari album Vuelve ini memadukan unsur Latin pop, samba, dan musik dansa dengan irama yang penuh energi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
ShowBiz
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
for Revenge resmi dipercaya membawakan lagu original versi Indonesia untuk film Spider-Man: Brand New Day.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
ShowBiz
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
The Odyssey hanya menghadirkan satu lagu sebagai soundtrack utama, yakni When I'm Home (2026).
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
ShowBiz
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
EP yang diproduksi secara independen ini menghadirkan lima lagu yang disusun sebagai sebuah narasi utuh.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
ShowBiz
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
Dirilis sejak 1979, 'Mayonaka no Door~stay with me' Miki Matsubara kembali mencetak sejarah. Lagu City Pop Jepang ini kini telah melampaui 500 juta streaming Spotify.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
ShowBiz
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Supple membuka fase baru lewat album Nothing Can Explain. Delapan lagu dalam rilisan ini membawa pendengar menyusuri penyangkalan, obsesi, tekanan sosial, hingga survivor's guilt.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Indonesia
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Mulai 1 Agustus 2026, pencatatan hak cipta lagu dan musik resmi digratiskan. DJKI berharap kebijakan ini mendorong lebih banyak musisi mendaftarkan karya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Bagikan