JD.ID Bakal Hengkang dari Indonesia

Andrew FrancoisAndrew Francois - Sabtu, 10 Desember 2022
JD.ID Bakal Hengkang dari Indonesia

Kandas setelah tujuh tahun perjalanan. (Foto: JD.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERUSAHAAN induk JD.ID dari Tiongkok JD.com dikabarkan berencana keluar dari pasar Indonesia pada kuartal pertama 2023 mendatang. Kabar tersebut dilaporkan Marketing Interactive. Disebutkan, bahwa perusahaan tersebut saat ini tengah mencari pembeli yang ingin meminang aset-aset mereka.

Situs tersebut melaporkan bahwa peritel daring itu keluar dari seluruh lini bisnisnya di kawasan Asia Tenggara, yakni termasuk Thailand. JD.com dikabarkan tengah dalam tahap akhir menuju penutupan bisnisnya di wilayah Asia Tenggara, dan belum diketahui apa penyebab pastinya.

Sina mengungkapkan seluruh operasi bisnis JD.com di Asia Tenggara dibangun dengan usaha patungan bersama perusahaan telekomunikasi. Bisnis e-commerce di Indonesia memang memerlukan izin operasi, dan pembentukan usaha patungan akan membantu perusahaan bisa memperoleh izin lebih cepat.

Baca juga:

Akun JD.ID Dibajak, Isinya Soal Perang Rusia

JD.ID sempat buka toko offline. (Foto: JD.ID)

Kini, bisnis JD.com di luar Tiongkok yang masih bertahan tinggal di Benua Eropa saja, tepatnya di Belanda. Peritel daring tersebut saat ini juga memiliki operasi gudang di Polandia dan Jerman. Sina menyebutkan JD.com tengah menjalani putaran restrukturasi perusahaan.

Maka dari itu, perusahaan ingin mengurangi operasi bisnisnya yang tidak menguntungkan untuk membantu mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi. Bisnis di Fujian, Shanxi, dan daerah lainnya di Tiongkok, juga sudah tutup sejak Juni 2022 ini.

Operasi JD.ID di Indonesia telah meluncur sejak 2015 lalu, dan tiga tahun kemudian, JD.com berinvestasi di Gojek sebagai bagian dari dorongan Asia Tenggara. Setelah investasi tersebut, valuasi JD.ID melebihi USD 1 miliar atau setara dengan Rp 15,5 miliar, membuatnya menjadi unicorn terbesar kelima di Indonesia.

Baca juga:

Hari Ini, Tanggal Kembar 11.11 Ada Banjir Diskon Besar-besaran

JD.com ingin restrukturisasi perusahaan. (Foto: JD.com)

Pada 2018, peritel daring itu memperkenalkan teknologi toko tanpa awaknya di Indonesia, menandai pertama kalinya mereka melakukannya di luar negeri. Menurut seorang sumber dari JD.id, perusahaan tersebut juga diketahui telah memiliki berbagai gudang yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia.

Penutupan bisnis mereka di Asia Tenggara terjadi tak lama setelah JD.com dilaporkan memangkas gaji sekitar 2.000 eksekutif sebesar 10 persen hingga 20 persen dan mengalihkan sebagian tabungan ke tunjangan karyawan mulai tahun depan.

CEO Liu Qiangdong mengirim surat kepada stafnya tentang keputusan tersebut. Ia meminta maaf karena telah mengurangi beberapa gaji manajer dan berjanji akan mengembalikannya jika JD.com dapat kembali ke pertumbuhan cepat dalam dua tahun mendatang. (waf)

Baca juga:

Kolaborasi E-Commerce dan Brand Lokal Hadirkan Koleksi Nusantara

#Bisnis
Bagikan
Ditulis Oleh

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.

Berita Terkait

Dunia
Bos Baru Apple John Ternus Diharap Bawa Perbedaan, Mengubah Arah ke Pengembangan iPhone
Penunjukan Ternus menjadi sinyal bahwa Apple mencari diferensiasi dalam produknya.
Dwi Astarini - Selasa, 21 April 2026
 Bos Baru Apple John Ternus Diharap Bawa Perbedaan, Mengubah Arah ke Pengembangan iPhone
Dunia
Apple Tunjuk Bos Anyar, John Ternus Siap Bawa Era Baru
Apple menunjuk John Ternus sebagai chief executive officer (CEO) baru untuk menggantikan Tim Cook yang mengundurkan diri setelah 15 tahun memimpin raksasa teknologi tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 21 April 2026
  Apple Tunjuk Bos Anyar, John Ternus Siap Bawa Era Baru
Indonesia
Syahmudrian Lubis Jadi Dirut Baru Ancol
Perubahan direksi ini berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.
Dwi Astarini - Rabu, 15 April 2026
Syahmudrian Lubis Jadi Dirut Baru Ancol
Indonesia
Geliatkan Ekonomi Jakarta, Gubernur Pramono Sederhanakan Birokrasi di Dunia Usaha
Pemerintah DKI Jakarta akan membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku usaha untuk berkembang.
Dwi Astarini - Senin, 09 Maret 2026
Geliatkan Ekonomi Jakarta, Gubernur Pramono Sederhanakan Birokrasi di Dunia Usaha
Olahraga
Jelang Tinggalkan Manchester United, Marcus Rashford Tarik Rp 193 Miliar dari Bisnisnya
Marcus Rashford menarik Rp 193 miliar dari bisnisnya, menjelang ia meninggalkan Manchester United.
Soffi Amira - Jumat, 20 Februari 2026
Jelang Tinggalkan Manchester United, Marcus Rashford Tarik Rp 193 Miliar dari Bisnisnya
Indonesia
Balai Latihan Kerja Bakal Jadi Tempat Inkubator Bisnis
Transformasi BLK ditujukan agar manfaat pelatihan lebih terasa bagi publik dimana keterampilan yang dipelajari lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 01 Februari 2026
Balai Latihan Kerja Bakal Jadi Tempat Inkubator Bisnis
Fun
Brosur hingga Billboard: Alasan Promosi Offline Masih Efektif Menjangkau Konsumen
Promosi offline tetap relevan di era digital. Kenali jenis media promosi offline, manfaat, dan strategi efektif untuk bisnis dan event.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Januari 2026
Brosur hingga Billboard: Alasan Promosi Offline Masih Efektif Menjangkau Konsumen
Lifestyle
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Summarecon Discovery menampilkan perjalanan lima dekade perusahaan properti Indonesia ini.
Dwi Astarini - Jumat, 28 November 2025
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Indonesia
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Pengangkatan akan diajukan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 17 Desember 2025.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Indonesia
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
BRIN menyoroti ketidaksesuaian antara produk yang dikembangkan startup dengan kebutuhan masyarakat sebagai faktor utama.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Oktober 2025
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
Bagikan