MerahPutih.Com - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah menetapkan situasi keamanan siaga satu selama empat hari mulai Rabu (22/5) hingga Sabtu (25/5) menjelang penetapan hasil Pemilu 2019 oleh oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Penetapan status siaga 1 disampaikan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Rycko Amelza Dahniel seusai memimpin Apel Kebangsaan 5.000 personil gabungan TNI-Polri dengan tema "Bangkit untuk Bersatu" bersama Pagdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Effendi di Plaza Manahan, Solo, Jawa Tengah, Selasa (21/5).
"Kita tetapkan siaga 1 di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Seluruh personel di jajaran harus siaga dan siap digerakkan sewaktu-waktu," ujar Rycko.
Sebelum penetapan hasil Pemilu 2019 oleh KPU RI, kata Rycko, tidak ada pengerahan massa dari warga Jawa Tengah ke Jakarta untuk mengikuti aksi 22 Mei. Ia pun mengimbau pada warga agar tetap tenang di daerahnya masing-masing.
"Kami gencar melakukan razia bersama TNI dan Polri di sejumlah derah melibatkan kapolsek/kapolresta untuk mencari benda-benda berbahaya yang dibawa peserta aksi," kata dia.
Matan Gubernur Akpol ini menjeskan tujuan dari acara apel kebangsaan tersebut, yakni sebagai bagian dari peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 111 tahun 2019 dan melaksanakan konsolidasi kekuatan TNI-Polri bersama dengan elemen masyarakat dalam rangka mengamankan wilayah Soloraya utamanya dan di wilayah Jawa Tengah.
"Apel ini diharapkan mampu kembali menggelorakan rasa kesatuan rasa persatuan dan menyatukan berbagai perbedaan di negara Indonesia menjadi suatu bangsa, yakni bangsa Indonesia," paparnya.
Irjen Pol Rycko Dahniel menjelaskan ada 20 kompi kekuatan TNI-Polri dibantu dengan hampir 10 kompi kekuatan masyarakat dalam pengamanan pasca Pemilu 2019. Dia menegaskan sampai saat ini di Jawa Tengah tidak terdeteksi adanya gerakan penolakan hasil pemilu. Secara umum semuanya masih kondusif.(*)
Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Tengah.

