Relasi

Jangan Terlalu Keras Pada Calon Menantu

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 24 Desember 2019
Jangan Terlalu Keras Pada Calon Menantu

Orangtua harus melepaskan ego, jangan keras pada menantu. (Foto: Pixabay/artiscfilms)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BICARA hubungan antara calon mertua (camer) dengan calon menantu (camen) memang tidak ada habisnya. Menyatukan kamu dan pasangan saja sudah sangat rumit. Apalagi harus beradaptasi dengan karakter orangtua beserta keluarga besar. Kamu dan pasangan memang harus bekerja keras dalam hal ini untuk membangun hubungan yang sehat. Tetapi seringkali camer terlalu keras kepada camennya. Belum lagi nilai-nilai yang berbeda-beda di tiap keluarga.

Melansir dari gransnet.com, hubungan antara camer dan camen memang ajaib. Ada banyak tips dan trik yang digunakan keduanya untuk saling beradaptasi. Tetapi saling membicarakan di belakang atau langsung blak-blakan mengungkapkan kebencian sering terjadi. Dua hal ini sama-sama berpotensi merusak tali silaturahmi. Inilah alasan kenapa kamu sebaiknya tidak bersikap terlalu keras terhadap camenmu.

Baca Juga:

Tanda-Tanda Kamu Mengencani si Narsisistik

1. Menjadi anak

menantu
Secara hukum menantua juga dianggap sebagai anak. (Foto: (Foto: Pixabay/Free-Photos))

Camen pada akhirnya akan menjadi anakmu juga walaupun hanya sebatas hukum. Pastinya kamu tidak boleh membedakan perlakuan terhadap menantu dan anakmu. Karena hal ini akan berdampak pada hubunganmu dengan anak sendiri. Jika ia Ia akan merasakan ketidakadilan maka ia lebih memilih menjauh dari keluarga.


2. Gantikan peran

menantu
Menantu yang akan menggantikan peran ayah dan ibu si anak. (Foto: Pexels/Rosie Ann)


Secara tidak langsung camen kelak menggantikan peranmu sebagai orangtua. Dia lah yang akan memenuhi segala kebutuhan anak baik secara finansial maupun kasih sayang. Kamu hanya akan menoreh luka di hatinya jika sejak awal sudah bersikap keras. Bisa jadi camen malah menyimpan dendam yang akan dilampiaskan kepada anakmu saat sudah berumah tangga.


3. Usaha

menantu
Biarkan anak dan menantu membuat keputusan sendiri. (Pexels/Pixabay)

Jangan ikut campur pada setiap keputusan yang mereka ambil. Kamu juga tidak boleh mempengaruhi pikiran anak. Dia lah yang berhak menentukan sendiri bagaimana kelak menjalani kehidupan pernikahan. Kamu tetap boleh memberikan nasihat asal tidak menjadi api dalam hubungan anak sendiri. (mar)


Baca Juga:

Deretan Tanggal Cantik Untuk Menikah atau Jadian di Tahun 2020

#Orangtua Baik #Mertua #Anak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Berita Foto
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Sejumlah anak mengikuti pertandingan padel dalam ajang Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026 di Tangerang, Banten, Sabtu (29/8/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 29 Agustus 2026
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Foto Essay
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Gio dan Hamzah berlatih tinju dengan alat seadanya di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 19 Agustus 2026
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Indonesia
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Jangan pernah menjadikan anak sebagai alat untuk memperoleh keuntungan ekonomi
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Indonesia
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
KPAI menyoroti dugaan keterlibatan anak dalam promosi vape di YouTube dan meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Lifestyle
Festival Pahlawan Anak 2026 Digelar di Jakarta, Angkat Isu Kekerasan hingga Stunting
Save the Children menggelar Festival Anak Pahlawan pada 13-16 Agustus 2026. Acara ini mengajak masyarakat mewujudkan lingkungan aman.
Soffi Amira - Jumat, 17 Juli 2026
Festival Pahlawan Anak 2026 Digelar di Jakarta, Angkat Isu Kekerasan hingga Stunting
Indonesia
Ancol Gratiskan Tiket Unit Rekreasi Saat Hari Anak, Tapi Ada Kuota
Pemberian tiket gratis hanhya bagi anak-anak untuk menikmati pengalaman rekreasi wisata edukatif dan hiburan dalam memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Juli 2026
Ancol Gratiskan Tiket Unit Rekreasi Saat Hari Anak, Tapi Ada Kuota
Bagikan