Jangan Sampai Terjebak di Hubungan Abusive

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Jumat, 24 September 2021
Jangan Sampai Terjebak di Hubungan Abusive

Hubungan yang sudah tidak sehat. (Foto: Unsplash/Alexandra Mirghes)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERNAH tidak kamu berada di sebuah hubungan yang salah satu pihaknya berusaha menguasai dan mengendalikanmu dengan perilaku negatif? Itu disebut dengan hubungan abusive dan biasanya dipenuhi dengan kekerasan verbal, fisik, bahkan seskual. Hubungan tidak sehat ini bisa terjadi pada hubungan percintaan, baik itu pacaran maupun rumah tangga.

Mengutip laman Alodokter, saat berada dalam hubungan yang abusive, kamu mungkin akan mengalami beberapa hal seperti tidak bebas berkomunikasi dengan orang lain. Orang yang abusive biasanya akan memantau dengan siapa kamu berkomunikasi, bahkan melarangnya. Hal ini bisa mereka lakukan dengan berbagai cara, misalnya membaca pesan elektronik atau percakapan di media sosialmu dengan orang lain.

Mereka akan melakukan berbagai cara untuk mengetahui privasimu, seperti meminta kata sandi akun media sosial atau ponselmu, bahkan mengunduh perangkat lunak khusus untuk mengawasi kehidupan sosialmu.

Baca juga:

Perempuan dengan Zodiak Ini Sering Terjebak dalam Hubungan Toksik

Jangan Sampai Terjebak di Hubungan Abusive
Memaksa untuk mengetahui privasimu. (Foto: Unsplash/dole777)


Dalam beberapa kasus, orang yang abusive aka berusaha membuat pasangannya tidak berdaya secara finansial. Misalnya dengan memutus akses ke rekening pribadi pasangan atau berusaha membuat pasangannya berhenti dari pekerjaan. Hal ini dilakukan dengan tujuan membuat pasangan merasa bergantung padanya, sehingga mereka tidak bisa meninggalkan hubungan abusive tersebut.

Bila kamu sedang menjalin sebuah hubungan dan kamu sering merasa dipaksa pasanganmu untuk melakukan hal-hal yang tidak ingin kamu lakukan, ini juga bisa menjadi salah satu tanda bahwa kamu sedang menjalani hubungan yang abusive.


Berbicara soal kekerasan fisik dalam hubungan abusive, perlakukan kekerasan fisik kepada orang lain sudah pasti merupakan hal yang salah. Kekerasan fisik merupakan salah satu bukti konkrit bahwa kamu berada di dalam hubungan yang abusive dan toxic.

Baca juga:

Jangan Sampai Terjebak dalam Obsessive Love Disorder

Jangan Sampai Terjebak di Hubungan Abusive
Bisa konsultasi dengan psikolog. (Foto: Unsplash/Sigmund)


Lalu, bagaimana cara mengatasi hubungan abusive?

Kamu bisa mulai dengan membicarakan keadaan yang kami alami kepada orang-orang yang kamu percayai, seperti orang tua, kakak, adik, atau sahabatmu. Ini bertujuan untuk memberi tahu mereka bahwa kamu sedang berada dalam situasi yang tidak aman.

Apabila situasinya memungkinkan dan kamu merasa mampu menghadapi pihak yang abusive, cobalah beri tahu kepadanya bahwa sikap dan perilakunya tidak bisa kamu terima.

Bila perlu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan tenaga profesional, seperti psiokolog atau psikiater, guna mendapatkan saran terbaik untuk mengatasi atau mengakhiri hubungan abusive tersebut. (and)

Baca juga:

3 Zodiak ini Cenderung Memilih Hubungan Santai Ketimbang Komitmen

#Kesehatan #Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
ShowBiz
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Britney Spears mengenang 15 tahun bekerja tanpa henti, masa konservatori, dan keinginannya menjalani hidup dengan lebih bebas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Lifestyle
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Khawatir anak kecanduan atau kena cyberbullying? Simak panduan lengkap dan fitur pengawasan orang tua dari Roblox untuk menjaga kesehatan mental anak saat main gim online.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 10 Oktober 2026
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan