Kesehatan

Jangan Kalap, Kurangi Nafsu Makan Berlebih

Andrew FrancoisAndrew Francois - Jumat, 11 Maret 2022
Jangan Kalap, Kurangi Nafsu Makan Berlebih

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERNAH enggak sih, kamu pernah merasa masih lapar padahal baru selesai makan? Faktanya nih, sebetulnya perasaan lapar itu hanyalah sugesti. Kamu mungkin merasa mulut ingin mengunyah sesuatu, padahal perut kenyang. Hal seperti itu bisa jadi pertanda bahwa kamu punya nafsu makan tinggi.

Namun, tak perlu khawatir, kamu bisa mengurangi nafsu makan berlebih tersebut dengan cara-cara mudah yang bisa diterapkan sehari-hari. Sejumlah langkah berikut ini juga bisa kamu lakukan untuk membantu kamu menurunkan berat badan bila dilakukan secara teratur.

Baca Juga:
Mengonsumsi Makanan Sehat Saja Enggak Cukup, Harus Dibarengi Olahraga

1. Perbanyak konsumsi makanan tinggi serat

Kacang-kacangan merupakan makanan tinggi serat. (Foto: Unsplash/Tijana Drndarski)

Selain baik untuk pencernaan, makanan tinggi serat juga dapat membantu kamu merasa kenyang lebih lama sehingga baik untuk menekan nafsu makan. Beberapa makanan tinggi serat yang mudah ditemukan sehari-hari, yakni kacang-kacangan, gandum, agar-agar, buah-buahan, dan sayuran.

2. Makan perlahan

Makan perlahan memberi waktu kepada otak untuk menangkap sinyal kenyang. (Foto: Unsplash/Pablo Merchán Montes)

Cara makan juga dapat berpengaruh dalam membuat perut terasa lebih kenyang dan mempertahankannya lebih lama. Coba untuk makan secara perlahan, kunyah makanan lebih lama, agar otak dapat memiliki cukup waktu untuk menangkap sinyal bahwa kamu sudah kenyang. Di saat yang sama, batasi juga jumlah kalori yang dikonsumsi.

3. Minum air putih

Minum air putih menekan rasa lapar dan keinginan ngemil. (Foto: Unsplash/engin akyurt)

Membiasakan diri untuk minum air putih dapat membantu untuk menekan rasa lapar sehingga keinginan ngemil dan makan dapat lebih mudah ditahan. Selain itu, minum air putih dalam jumlah cukup juga mampu menurunkan berat badan hingga mencegah dehidrasi. Konsumsi setidaknya 3 liter untuk pria dan 2 liter untuk wanita per hari.

Baca Juga:
Akal-akalan Makan Sehat Meski Biaya Pas-pasan

4. Biasakan sarapan

Ilustrasi makanan untuk sarapan. (Foto: Unsplash/Eiliv-Sonas Aceron)

Membiasakan sarapan juga efektif untuk membuat perut merasa kenyang sepanjang pagi sehingga kamu tidak makan berlebih pada siang harinya. Pastikan kamu makan sehat dan cukup pada saat sarapan seperti makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, serat, protein, dan sedikit lemak.

5. Olahraga teratur

Olahraga teratur bantu tekan nafsu makan. (Foto: Unsplash/Chander R)

Tubuh biasanya memang menjadi lelah dan lapar setelah melakukan aktivitas fisik yang cukup berat. Namun, membiasakan diri berolahraga secara teratur dapat membantu tubuh menahan rasa lapar dan nafsu makan. Rutin berolahraga juga dapat membantu menurunkan berat badan hingga membuat pagi hari lebih produktif. (WAF)

Baca Juga:
Pola Makan Sehat yang Bisa Mengurangi Risiko Penyakit Jantung

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan