Kesehatan

Jangan Memasukkan Jari Ke Miss V Sebelum Tahu Hal Ini!

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Minggu, 05 Januari 2020
Jangan Memasukkan Jari Ke Miss V Sebelum Tahu Hal Ini!

Jangan memasukkan jari ke Miss V jika kukumu panjang (Foto: Unsplash/Johannes W)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

VARIASI bercinta memang banyak. Tak hanya penetrasi, banyak pasangan yang bereksperimen untuk mendapatkan kepuasan bercinta. Contohnya seperti saat sesi foreplay. Silat lidah menjadi alternatif untuk memperlakukan Miss V atau Mr.P demi mencapai orgasme.

Selain silat lidah, tak sedikit juga pasangan yang mengandalkan jari mereka untuk membuat pasangan puas. Ya, banyak pria yang memasukkan jari ke Miss V untuk membuat pasangannya mendapatkan kenikmatan seksual agar berakhir dengan orgasme.

Baca juga:

Gara-Gara Model Rambut Suami Bisa On!

Pertanyaannya sekarang, apakah memasukkan jari ke Miss V aman? Laman Alodokter mencoba mengungkapkan hal ini. Meskipun memang bisa meraih kepuasan melalui cara tersebut, pakar kesehatan tetap tidak menganjurkan memasukkan jari ke Miss V.

Cara memuaskan perempuan melalui cara ini berisiko tinggi. Ini bisa membuat perempuan berisiko terkena HIV ataupun infeksi hepatitis B serta hepatitis C. Terlebih kalau ada goresan luka di jari pria.

Sembarangan memasukkan jari bisa membuat Miss V terluka (Foto: Unsplash/Charles)

Belum lagi kalau kuku pria panjang. Memasukkan jari ke dalam Miss V akan membuat dinding Miss V terluka. Bukannya nikmat, ini akan membuat perempuan merintih kesakitan. Orgasme malah menjadi angan-angan belaka. Jadi jangan coba-coba memasukkan jari ke dalam Miss V sebelum tahu risiko dan cara melakukannya dengan benar.

Baca juga:

Jangan Salah Lagi, Begini Cara Memberikan 'Foreplay' Agar Suami Lupa Daratan

Ya, cara ini sebenarnya tetap bisa dilakukan asalkan dengan sangat berhati-hati. Sebelum melakukannya, potong kuku terlebih dulu. Kemudian cuci tangan menggunakan sabun hingga bersih. Bahkan kalau perlu, gunakan sarung tangan karet saat memasukan jari ke dalam Miss V.

Mendapatkan kepuasan bercinta memang tidak gampang. Tapi bukan berarti hal tersebut mustahil untuk dicapai. Kunci utama dari percintaan ialah adanya jalinan komunikasi antara kedua belah pihak. Ya, hanya kamu dan pasanganmu yang tahu, hal apa yang bisa membuat kalian berdua benar-benar puas.

Oleh karena itu, selalu sempatkan melakukan komunikasi sebelum dan sesudah bercinta. Begitu pula saat sesi percintaan masih berlangsung, berkomunikasilah! (ikh)

Baca juga:

Ini Lho Tahapan yang Bikin Seks Jadi Luar Biasa Nikmat

#Sex #Seks #Kesehatan #Penyakit #Hepatitis
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Dunia
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Seorang pekerja laboratorium di Rusia meninggal dunia. Ia diduga terinfeksi virus Pes. Namun, penyebabnya masih misterius.
Soffi Amira - Senin, 05 Oktober 2026
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Bagikan