Jangan Jahili Anak Kecil, Bisa Ganggu Kecerdasan Emosional sampai Kesehatan Mental

Frengky AruanFrengky Aruan - Sabtu, 31 Agustus 2024
Jangan Jahili Anak Kecil, Bisa Ganggu Kecerdasan Emosional sampai Kesehatan Mental

Ilustrasi anak. (Foto: Pexel/ Alexander Grey)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com- Perilaku menjahili anak bisa berdampak yang tidak baik. Masalah yang timbul tidak sepele, bahkan bisa sampai mengganggu kesehatan mental juga kecerdasan emosional.

Beberapa orang membuat anak hingga menangis. Tujuan awal bercanda dan sebagai hiburan, tetapi sebetulnya perilaku ini tidak baik untuk kesejahteraan anak.

Anak yang belum mengerti antara perbedaan serius dan bercanda cenderung tidak bisa menilai. Apakah tindakan bercanda tersebut baik atau tidak.

Anak kecil yang dijahili bisa jadi penakut. Dan ketika bertemu dengan orang baru, atau didekati menjadi merasa takut. Sebab ada perasaan trauma.

Baca juga:

6 Cara Mengenalkan Duka pada Anak Kecil

Sebuah studi dari Harvard University Center on the Developing Child menjelaskan anak menangis karena dijahili mengalami stres berlebihan. Kondisi tersebut berkolerasi pada emosional dan perkembangan otaknya.

Anak yang mengalami stres berkepanjangan, perkembangan fungsi otak pengatur emosi dan kemampuan belajar menjadi terganggu. Kemampuan kognitifnya pun menjadi menurun.

Anak juga menjadi kurang baik dalam penyelesaian masalah. Ia sulit mencari solusi, sulit berkonsentrasi, serta mengembangkan keterampilan sosialnya. Mereka juga lebih rentan terhadap masalah kesehatan mental di masa depan, seperti kecemasan dan depresi.

Selain itu, anak yang menjadi korban jahil hingga menangis bisa mengalami penurunan kepercayaan diri. Ia jadi sulit beradaptasi dengan lingkungan sosial dan sekolahnya, yang akhirnya bisa menghambat perkembangan kecerdasannya emosional.

Baca juga:

Ahli Gizi Bagikan Tips Bekal Makanan Anak yang Bergizi

Karena itu, jangan sampai menjahili anak kecil dalam interaksi. Jangan sampai muncul justru membawa petaka bagi tumbuh kembang anak. Alih-alih ingin menghibur dan membuat suasana cair malah menjadi traumatis.

Orang dewasa sekitar anak kecil harus paham situasi dan kondisi. Orang dewasa harus belajar tentang konsen anak kecil. Perhatikanlah bahwa kenyamanan anak adalah segalanya. (Tka)

#Anak #Anak-anak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Pentingnya teknologi Age Assurance bagi PSE sesuai PP Tunas. Teknologi ini menutup celah verifikasi usia manual dan didukung program literasi digital untuk orang tua.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah menemukan berbagai masalah kesehatan siswa, mulai dari gangguan kebugaran, gigi berlubang, anemia hingga tekanan darah meningkat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Pemerintah daerah kini memikul tanggung jawab besar untuk menyisir kembali legalitas setiap satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman penitipan anak
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Indonesia
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Pengelola tempat penitipan anak yang baik seharusnya terbuka dan kooperatif dalam menanggapi kekhawatiran yang disampaikan oleh orang tua.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 April 2026
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Indonesia
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Popok tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang si Kecil dalam penggunaan sehari-hari.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Indonesia
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Kini halaman Bantuan YouTube di Indonesia, tertulis pernyataan resmi: “Jika Anda berusia di bawah 16 tahun di Indonesia, akses ke akun Anda di YouTube mungkin akan dinonaktifkan.”
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Olahraga
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Komisi I DPR mendukung kebijakan Komdigi, yang melarang anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial.
Soffi Amira - Rabu, 11 Maret 2026
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Indonesia
Pramono Anung Dukung Pembatasan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung kebijakan pembatasan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun yang mulai berlaku 28 Maret 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 09 Maret 2026
Pramono Anung Dukung Pembatasan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret 2026
Indonesia
Aturan Batas Usia Medsos di RI, Komisi I DPR Tekankan Platform Wajib Patuh!
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono menekankan keberhasilan kebijakan aturan batasan usia medsos bergantung pada implementasi di lapangan
Wisnu Cipto - Senin, 09 Maret 2026
Aturan Batas Usia Medsos di RI, Komisi I DPR Tekankan Platform Wajib Patuh!
Bagikan