Kuliner

Jamur Pelawan, 'Truffle' Khas Negeri Aing

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 09 Februari 2021
Jamur Pelawan, 'Truffle' Khas Negeri Aing

Jamur pelawan yang bernilai tinggi. (foto: belitong island geopark)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ILMU kuliner Prancis amat menghargai jamur truffle. Bahkan saking tingginya nilai truffle, ahli kuliner menyebutnya sebagai berlian dapur. Namun, enggak cuma Prancis yang punya jamur bernilai tinggi, Indonesia juga punya 'berlian dapur'. Namanya jamur pelawan.

Jamur pelawan berasal dari Bangka. Jamur ini biasanya tumbuh di sekitar pohon pelawan. Dari sanalah namanya berasal. Penduduk asli Bangka menyebutnya sebagai kulat pelawan. Dalam bahasa Bangka, kulat berarti jamur.

Bagaimana jamur ini bernilai tinggi ya?

BACA JUGA:

Makanan Nasi Kentut, Khas Negeri Aing

Dalam setahun, kulat pelawan hanya tumbuh dua kali dan hanya bisa tumbuh dalam kondisi khusus. Untuk menumbuhkan jamur pelawan, harus ada musim kemarau selama 3 bulan dan hujan selama seminggu. Yang unik, masyarakat percaya bahwa perlu ada petir agar jamur pelawan bisa tumbuh. Unsur pada petir yang turun bersama hujan kabarnya bisa membuat kulat pelawan muncul pada pohon-pohon di hutan Bangka.

kulta pelawan
Jamur pelawan dijual dalam kondisi kering. (foto: Instagram @silvia_snackbangka)

Tidak mengherankan jika harga kulat pelawan amatlah mahal. Saat ini, sekilo kulat pelawan dihargai Rp2 juta-Rp3 juta. Wow!

Dalam kondisi segar, kulat pelawan berwarna merah muda dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Jamur ini punya tekstur kenyal, dengan aroma khas tanpa bau langu yang biasa dimiliki jamur lain.

gulai kulat pelawan
Dimasak gulai untuk sajian spesial Imlek. (foto: Instagram @tinakitchen.c)

Sayangnya, jamur pelawan tidak tahan lama. Setelah dipanen, jamur hanya mampu bertahan tiga hari. Itulah sebabnya, kulat pelawan selalu dijual dalam kondisi sudah dikeringkan.

Masyarakat Bangka mengeringkan jamur pelawan selama 15 jam. Setelah itu, barulah jamur diolah. Untuk mengonsumsinya, jamur yang sudah kering direndam dalam air selama 12 jam. Setelah itu, batang jamur yang kecil haruslah dibilas untuk menghilangkan pasir yang terdapat di dalamnya.

Masyarakat Bangka biasa mengolah jamur pelawan menjadi gulai ayam atau udang. Gulai dibuat kental seperti kari dan dihidangkan pada acara-acara besar, seperti pernikahan atau Hari Raya Imlek.(dwi)

#Kuliner
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Fun
30 Kuliner Khas Riau yang Wajib Dicoba: Cita Rasa Melayu yang Kaya Rempah dan Sulit Dilupakan
Temukan 30 kuliner khas Riau mulai dari gulai patin, mie sagu, bolu kemojo, hingga otak-otak Selatpanjang. Lengkap dengan lokasi hingga harga.
ImanK - Jumat, 12 Desember 2025
30 Kuliner Khas Riau yang Wajib Dicoba: Cita Rasa Melayu yang Kaya Rempah dan Sulit Dilupakan
Kuliner
Merayakan Malam Tahun Baru ala Argentina, Menikmati Torta Galesa hingga Asado
Seluruh rangkaian ini menjadi cara Sudestada menutup 2025 dengan meriah.
Dwi Astarini - Kamis, 04 Desember 2025
Merayakan Malam Tahun Baru ala Argentina, Menikmati Torta Galesa hingga Asado
Fun
Babak Baru Restoran Latin: Pembagian Menu Lunch dan Dinner untuk Pengalaman Bersantap Lebih Fokus
CasaLena Jakarta memperkenalkan menu lunch dan dinner terbaru mulai 1 Desember 2025, menghadirkan pengalaman kuliner Latin American Grill yang lebih fokus dan premium.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 28 November 2025
Babak Baru Restoran Latin: Pembagian Menu Lunch dan Dinner untuk Pengalaman Bersantap Lebih Fokus
ShowBiz
Chef Paik Jong-won Balik ke TV, Diam-Diam Hapus Video Pengumuman Hiatus
Video yang dihapus itu berisi permintaan maaf Chef Paik terkait dengan isu pelanggaran label asal produk, iklan menyesatkan, serta tuduhan penyalahgunaan siaran.
Dwi Astarini - Selasa, 25 November 2025
Chef Paik Jong-won Balik ke TV, Diam-Diam Hapus Video Pengumuman Hiatus
Indonesia
Hasil Lab Nyatakan Halal, Bakso Viral di Solo Buka Kembali dan Bagikan 450 Porsi Gratis
ni merupakan perdana bakso Solo buka setelah tutup sejak Senin (3/11).
Dwi Astarini - Jumat, 07 November 2025
Hasil Lab Nyatakan Halal, Bakso Viral di Solo Buka Kembali dan Bagikan 450 Porsi Gratis
Kuliner
Jalan Panjang Mimpi Besar Kuliner Indonesia, Saatnya Belajar Gastrodiplomacy dari Korsel & Thailand
Gastrodiplomacy merupakan strategi kebudayaan dan ekonomi yang memperkenalkan identitas bangsa melalui cita rasa.
Wisnu Cipto - Sabtu, 01 November 2025
Jalan Panjang Mimpi Besar Kuliner Indonesia, Saatnya Belajar Gastrodiplomacy dari Korsel & Thailand
Kuliner
Jamuan ala ‘Bon Appetit, Your Majesty’ di KTT APEC, Menu Khas Korea dengan Sentuhan Modern dan Kemewahan
Hidangan fusion Korea yang disajikan dibuat dari bahan-bahan terbaik dari seluruh Korea
Dwi Astarini - Kamis, 30 Oktober 2025
Jamuan ala ‘Bon Appetit, Your Majesty’ di KTT APEC, Menu Khas Korea dengan Sentuhan Modern dan Kemewahan
Kuliner
Kuah Keju Sensasi Inovasi Baru Menikmati Bakso Tradisional
Bakso Boedjangan menghadirkan inovasi terbaru kuah keju.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Oktober 2025
Kuah Keju Sensasi Inovasi Baru Menikmati Bakso Tradisional
Kuliner
Jakarta Coffe Week 2025 'A Decade of Passion' Siap Digelar 31 Oktober - 2 November, Etalase Kopi Tanah Air
Tahun ini, Jakarta Coffe Week memasuki usia satu dekade, menunjukkan aksi progresif.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Oktober 2025
Jakarta Coffe Week 2025 'A Decade of Passion' Siap Digelar 31 Oktober - 2 November, Etalase Kopi Tanah Air
Lifestyle
Makanan Khas Demak yang Unik dan Wajib Dicoba, 10 Rekomendasi Terlezat!
Sedang liburan ke Kota Wali? Jangan lewatkan 10 makanan khas Demak yang legendaris dan menggugah selera dari Caos Dhahar Lorogendhing hingga Mangut Kepala Manyung.
ImanK - Sabtu, 25 Oktober 2025
Makanan Khas Demak yang Unik dan Wajib Dicoba, 10 Rekomendasi Terlezat!
Bagikan