Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

James Hetfield Ungkap Harapan Besar untuk 2024

Febrian AdiFebrian Adi - Jumat, 05 Januari 2024
James Hetfield Ungkap Harapan Besar untuk 2024

James Hetfield dan keinginan di 2024. (Foto: Dok/Metallica)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

RIBUAN harapan dari setiap orang menghiasi doa dalam menyambut tahun baru. Tak terkecuali James Hetfield. Pentolan Metallica itu menuturkan harapannya untuk terus mencoba dan meningkatkan diri, baik untuk dirinya sendiri maupun band-nya.

Hetfield diketahui sedang melakukan tur keliling dunia bertajuk ‘M72’ yang dimulai sejak April 2023 dan rencananya berakhir pada September 2024. Selain itu, Hetfield juga merefleksikan diri di 2023 sebagai tahun yang baik dengan melakukan tur dunia dan juga perilisan album bertajuk 72 Seasons pada April 2023.

Baca juga:

Metallica Rilis Video Saat Manggung di Arab Saudi

Metallica sedang jalani tur dunia. (Foto: Dok/Metallica)

“Saya selalu menantikan apa yang akan terjadi di tahun depan. Semakin tua usia saya, semakin sulit dan semakin mudah. Jadi, saya selalu menantikan untuk kembali ke jalan, memainkan beberapa pertunjukan, melihat beberapa wajah-wajah yang dikenal dan baru,” ucap Hetfield seperti dikutip dari Blabbermouth, Rabu (3/1).

“Jadi ya, saya kira tahun baru adalah pembersihan, dan saya punya tujuan baru atau semacamnya. Saya benar-benar hanya berusaha memperbaiki diri, menjadi lebih baik, memiliki sikap yang lebih baik tentang kehidupan, dan hanya mencoba membawa kegembiraan sebanyak mungkin kepada orang-orang,” lanjutnya.

Sebelumnya selama tujuh tahun tanpa karya, Metallica menghadirkan album 72 Seasons pada April 2023. Album ke-11 dari Metallica yang berhasil merangkum keseluruhan perjalanan dalam hidup masing-masing personel.

72 Seasons. 18 tahun pertama, hidup kita yang membentuk adalah diri kita. Konsep di mana kita diberitahu siapa diri kita oleh orangtua kita. Kemudian mencari jati diri,” jelas James Hetfield.

Baca juga:

Barack Obama Rilis Daftar Musik, Film dan Buku Favorit di 2023

“Saya pikir, bagian paling menarik dari ini adalah studi lanjutan tentang kenyakinan inti tersebut dan bagaimana hal itu memengaruhi persepsi kita tentang dunia saat ini. Sebagian besar pengalaman dewasa kita adalah pemeragaan atau reaksi terhadap perngalaman masa kecil ini. Tahanan dari masa kanak-kanak atau membebaskan diri dari ikatan yang kita bawa,” sambung Hetfield.

Baru-baru ini pada konsernya di festival Soundstorm di Riyadh, Arab Saudi, Metallica merilis video penampilannya di konser tersebut saat membawakan lagu The Unforgiven dan Master of Puppets. (far)

Baca juga:

Kilas Balik Industri Musik Indonesia di 2023

#Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
Liriknya mengisahkan tentang mimpi, harapan, persatuan, dan perjuangan untuk menjadi yang terbaik, selaras dengan semangat yang mewarnai ajang Piala Dunia.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
ShowBiz
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
Lebih dari 20 tahun tersimpan sebagai rekaman legendaris, penampilan bersejarah Discus di ProgSol Festival Swiss akhirnya resmi dirilis dalam format CD.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
ShowBiz
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
Lagu yang dirilis pada 1998 sebagai bagian dari album Vuelve ini memadukan unsur Latin pop, samba, dan musik dansa dengan irama yang penuh energi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
ShowBiz
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
for Revenge resmi dipercaya membawakan lagu original versi Indonesia untuk film Spider-Man: Brand New Day.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
ShowBiz
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
The Odyssey hanya menghadirkan satu lagu sebagai soundtrack utama, yakni When I'm Home (2026).
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
ShowBiz
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
EP yang diproduksi secara independen ini menghadirkan lima lagu yang disusun sebagai sebuah narasi utuh.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
ShowBiz
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
Dirilis sejak 1979, 'Mayonaka no Door~stay with me' Miki Matsubara kembali mencetak sejarah. Lagu City Pop Jepang ini kini telah melampaui 500 juta streaming Spotify.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
ShowBiz
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Supple membuka fase baru lewat album Nothing Can Explain. Delapan lagu dalam rilisan ini membawa pendengar menyusuri penyangkalan, obsesi, tekanan sosial, hingga survivor's guilt.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Indonesia
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Mulai 1 Agustus 2026, pencatatan hak cipta lagu dan musik resmi digratiskan. DJKI berharap kebijakan ini mendorong lebih banyak musisi mendaftarkan karya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
ShowBiz
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
The Jansen resmi memperkenalkan album kelima, Romantisasi Impulsif, sebagai penutup trilogi setelah Banal Semakin Binal dan Durja Bersahaja.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
Bagikan