Jalan Mundur Banyak Manfaatnya, Yuk Mulai Rutin
Jalan mundur memberikan banyak manfaat. (Foto: Unsplash/Arek Adeoye)
MerahPutih.com - Jalan mundur menyimpan segudang manfaat untuk tubuh. Saat jalan mundur kamu akan menggunakan sejumlah otot, sehingga dapat melatih keseimbangan kamu.
Otot utama yang digunakan untuk jalan mundur ialah otot paha depan, otot paha belakang, dan otot betis. Di sisi lain, berjalan mundur melibatkan otot bokong, otot paha belakang, dan bahkan tulang kering.
Berjalan mundur juga secara alami melibatkan otot inti untuk menjaga stabilitas dan keseimbangan. Hal ini dapat berkontribusi pada postur tubuh dan keselarasan tulang belakang yang lebih baik seiring berjalannya waktu.
"Berjalan mundur dapat membantu mengembangkan koordinasi, kekuatan, fleksibilitas, kebugaran kardiovaskular, dan pembakaran kalori ekstra," ujar Dokter Olahraga Rand McClain, yang juga pemilik klinik Regenerative & Sports Medicine di Santa Monica, California, seperti dikutip dari Today, Senin (1/7).
Baca juga:
Jalan mundur akan menantang sendi dan otot untuk bergerak dalam rentang gerak yang berbeda. Peningkatan mobilitas yang diperoleh dari berjalan mundur dapat membuat gerakan sehari-hari lebih nyaman dan mudah. Misalnya tubuh akan lebih nyaman saat harus meraih barang di rak tinggi, bahkan saat membungkuk untuk mengikat sepatu.
Menurut sebuah penelitian, orang yang berjalan mundur mengalami peningkatan keseimbangan, panjang langkah, dan kecepatan langkah. Penelitian yang sama menunjukkan bahwa berjalan mundur sebenarnya dapat mengurangi ketegangan pada sendi dibandingkan dengan berjalan maju. Jadi, jika lutut, pergelangan kaki, atau telapak kaki kamu terasa kaku, cobalah berjalan mundur untuk melemaskannya.
Studi lain menemukan bahwa berjalan mundur di atas treadmill membantu pasien stroke, meningkatkan kebugaran kardiopulmoner, meningkatkan kecepatan berjalan, dan memperbaiki keseimbangan mereka.
Selain itu, olahraga ini sering kali dapat menjadi sumber latihan alternatif bagi seseorang yang mengalami cidera atau degenerasi (radang sendi). "Karena berjalan mundur sering kali dapat menghindari penggunaan otot atau komponen sendi yang cedera atau mengalami degenerasi (ligamen, area rematik, dan meniskus) yang memperburuk berjalan ke depan,” tutup McClain. (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo