MerahPutih.Com - Adanya aksi unjuk rasa buruh, tani, hingga mahasiswa membuat Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pada sejak Senin (30/9), ditutup.
Sejak pukul 13.00 WIB massa yang hendak menuju ke Istana Merdeka tertahan oleh barikade polisi dan kawat berduri yang membentang.
Baca Juga:
Polisi Ngaku Spontan dan Refleks Tembakan Gas Air Mata ke Universitas Atma Jaya
Massa yang tertahan akhirnya menggelar unjuk rasa dekat Patung Kuda, Jakarta Pusat. Dengan membentangkan berbagai bendera dan kain bertuliskan aspirasi, mereka memadati Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
Kapolsek Metro Gambir Kompol Wiraga Dimas Tama mengatakan, penutupan jalanan ini tak berlangsung lama.
"Nanti setelah semua kegiatan selesai , baru kami buka," kata Wiraga kepada merahputih.com di Jakarta, Rabu (2/10).
Wiraga mengatakan, untuk mengantisipasi kemacetan di wilayah lainnya, ada beberapa Polantas yang disiagakan untuk ikut mengatur lalu lintas.
"Ada anggota yang mengatur lalu lintas agar tak ada kepadatan," jslas Wiraga.
Berkait massa yang berunjuk rasa, jalan dari arah Jalan Sudirman menunju Istana Merdeka dan sebaliknya ditutup. Kendaraan pribadi dan Transjakarta tak dapat melintas.
Pengendara yang ingin menuju Harmoni melalui Istana Merdeka harus berputar melalui arah Gambir, Jakarta Pusat.
Baca Juga:
Diblokade Polisi dan TNI, BEM SI: Gedung DPR Punya Pejabat atau Rakyat?
Sementara pengendara dari arah Balai Kota yang ingin melintasi Istana Merdeka tak dapat berbelok ke kanan. Arus dialihkan menuju Budi Kemuliaan hingga ke Abdul Muis, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Mahasiswa dari berbagai universitas terus berdatangan untuk berunjuk rasa menuntut pembatalan UU KPK dan RKUHP. Mereka datang dengan menggunakan sejumlah bus.
Dengan menggunakan almamater berwarna hijau dan kuning, mereka terus mendekati massa yang sudah menggelar unjuk rasa sebelumnya.(Knu)
Baca Juga: