MH Thamrin dan Slipi Ini Sudah Aman dan Kondusif, Yuk Beraktifitas Seperti Biasa

Thomas KukuhThomas Kukuh - Kamis, 23 Mei 2019
MH Thamrin dan Slipi Ini Sudah Aman dan Kondusif, Yuk Beraktifitas Seperti Biasa

Warga saat menyambut TNI di kawasan Sarinah. (MP/Rizki Fitriyanto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Situasi jalan MH Thamrin, kawasan Slipi dan beberapa titik lainnya di Jakarta begitu panas hingga Kamis (23/5) dini hari. Aparat keamanan terlibat bentrok dengan para pengunjuk rasa. Namun, menjelang subuh, suasana berangsur kondusif. Bahkan, pada Kamis pagi, suasana Jakarta kembali normal.

Berdasar pantauan MerahPutih.com, jalan MH Thamrin, tepatnya di depan gedung Bawaslu, lalu lintas kembali dibuka dan kendaraan melintas tanpa gangguan. Padahal seperti diketahui sejak Rabu siang hingga tengah malam, lokasi ini adalah titik berkumpulnya massa. Dan menjadi pusat kericuhan.

Para pekerja di sekitar Sarinah pun juga beraktifitas seperti biasa. Tampak juga petugas membersihan lokasi dari sampah sisa aksi demo semalam.

Messi begitu, pihak kepolisian tak ingin kecolongan. Mereka tetap menempatkan sejumlah personelnya di sekitaran gedung Bawaslu dan Sarinah. Seperti diketahui, MH Thamrin ini merupakan salah satu pusat bisnis di Jakarta.

BACA JUGA: Fadli Zon Puji Para Peserta Demo Bawaslu

Sementara itu, jalanan di kawasan Slipi dan sekitarnya juga kembali dibuka seperti biasa. Warga sudah menggunakan akses jalan tersebut untuk beraktifitas. Hanya saja masih tampak sisa-sisa pembakaran yang terjadi saat ricuh antara massa dengan pihak kepolisian.

Argo Yuwono
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (MP/Noer Ardiansjah)

Sementara itu, selama dua hari kerusuhan, petugas kepolisian dari Polda Metro Jaya menangkap 257 perusuh. Para perusuh itu diamankan dalam massa aksi di Jakarta tanggal 21-22 Mei.

BACA JUGA: Dalam Dua Hari Polisi Tangkap 257 Perusuh

BACA JUGA: Marinir Datang, Massa Aksi 22 Mei Jadi Nurut dan Tenang

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono para perusuh tersebut ditangkap dari tiga lokasi berbeda yakni depan Gedung Bawaslu, Petamburan dan Gambir.

"Dari tiga TKP (Tempat Kejadian Perkara) itu, setelah kita lakukan penangkapan terhadap sekelompok massa ini ada 257 tersangka yang membuat kerusuhan," kata dia di Mapolda Metro Jaya, Rabu (22/5).

Dia menyebut jumlah di tiap titik berbeda. Di Bawaslu RI ada 72 orang, di Petamburan paling banyak dengan jumlah 156 orang, sementara di Gambir ada 29 orang. (knu)

#Pemilu 2019 #Pilpres 2019
Bagikan
Ditulis Oleh

Thomas Kukuh

Berita Terkait

Indonesia
Airlangga Tegaskan Golkar Saat Ini Sangat Solid Dibanding Pemilu 2019
Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengklaim bahwa partainya sudah sangat solid menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, meskipun dihantam isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).
Mula Akmal - Kamis, 10 Agustus 2023
Airlangga Tegaskan Golkar Saat Ini Sangat Solid Dibanding Pemilu 2019
Indonesia
PAN Beri Sinyal Dukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024
PAN secara terang-terangan mendoakan Prabowo agar dapat memenangi Pilpres 2024.
Zulfikar Sy - Jumat, 16 Juni 2023
PAN Beri Sinyal Dukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024
Indonesia
Rencana Pertemuan AHY-Puan Angin Segar Bagi Politik Tanah Air
Rencana pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani merupakan angin segar bagi politik tanah air.
Mula Akmal - Senin, 12 Juni 2023
Rencana Pertemuan AHY-Puan Angin Segar Bagi Politik Tanah Air
Indonesia
Ditanya Prabowo Jadi Cawapres Ganjar, Jokowi Jawab Nanti Siang Ketemu
Jokowi menambahkan terkait cawapres yang akan diusung untuk mendampingi Ganjar akan segera diputuskan dan dideklarasikan PDIP.
Wisnu Cipto - Sabtu, 22 April 2023
Ditanya Prabowo Jadi Cawapres Ganjar, Jokowi Jawab Nanti Siang Ketemu
Indonesia
Gugatannya Picu Kontroversi, Partai Prima Bantah Minta Pemilu Ditunda
Partai Prima mengajukan gugatan ke PN Jakarta Pusat adalah untuk menjadi partai politik peserta Pemilu 2024
Zulfikar Sy - Rabu, 08 Maret 2023
Gugatannya Picu Kontroversi, Partai Prima Bantah Minta Pemilu Ditunda
Bagikan