MerahPutih Nasional- Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akhirnya angkat bicara terkait situasi Ibu Kota yang terendam banjir.
Gubernur yang akrab disapa Ahok menilai banjir terjadi akibat minimnya lahan resapan air di Jakarta. Atas dasar itulah Ahok meminta maaf kepada seluruh warga Ibu Kota.
"Jadi kami harus akui, pertama kami harus minta maaf kepada warga DKI," kata Ahok di kantor Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/2).
Mantan Bupati Belitung Timur ini menambahkan, kedatangan dirinya ke Istana Negara adalah untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan membahas persoalan banjir yang melanda Ibu Kota kali ini.
Baca Juga: Cegah Banjir, Fadli Zon Minta Ahok Tegas Pada Pengusaha Mall
Dalam kesempatan tersebut Ahok menjelaskan, selama dua tahun memimpin Jakarta baru bisa menyelesaikan aliran tengah. Selain itu warga DKI Jakarta harus menghadapi persoalan lain yaitu menurunnya permukaan tanah di sepanjang Kali Angke dan Kali Sentiong Sunter, Jakarta Utara selama 18 cm per tahun.
"Sebenarnya sudah di desain dari zaman Belanda semua langsung turun berdasarkan gravitasi. Tapi ternyata penurunan tanahnya 18 cm per tahun ini membuat posisi sungai itu di bawah muka air laut," tandas mantan Politikus Partai Golkar.
Seperti diberitakan merahputih.com curah hujan demikian tinggi dan berlangsung selama dua hari berturut-turut (8-9/2) membuat sebagian besar wilayah Jakarta terendam banjir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sendiri mengatakan bahwa ada 93 titik banjir yang melanda Ibu Kota. (bhd)