Jafar Shodiq Ditangkap, PSI Desak Pemerintah Bubarkan FPI

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 06 Desember 2019
Jafar Shodiq Ditangkap, PSI Desak Pemerintah Bubarkan FPI

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli. Foto: MP/Kanu

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli menilai penangkapan tokoh Front Pembela Islam (FPI) Jafar Shodiq harus menjadi bahan bagi pemerintah untuk memetakan mana-mana saja ormas bermasalah.

Guntur mengatakan, kasus Jafar Shodiq merupakan kasus kesekian kalinya yang dilakukan oleh tokoh dan pengikut FPI.

Baca Juga

Diduga Hina Maruf Amin, Jafar Shodiq Dinilai Merendahkan Ulama

"Seperti kasus kekerasan, penganiayaan dan penyebaran kebencian, maka sudah seharusnya Pemerintah tidak boleh memperpanjang izin FPI," kata Guntur kepada Merahputih.com di Jakarta, Jumat (6/12).

Jubir Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli. (Foto: merahputih.com/Fadli)
Jubir Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli. (Foto: merahputih.com/Fadli)

Ia menambahkan, harusnya Pemerintah membubarkan FPI karena organisasi ini berisi tokoh dan pengikut yang identik dengan kekerasan dan pelanggaran hukum.

"Sebut saja Imam Besarnya Rizieq Shihab yang pernah masuk penjara 2 kali, juga Munarman, Novel Bamukmin, Bahar Smith dan lain-lain," jelas Guntur.

Guntur menyebut sudah saatnya pemerintah lebih tegas lagi menindak ceramah-ceramah keagamaan yang disalahgunakan.

"Terutama umtuk penyebaran kebencian, adu domba isu SARA dan fitnah," sebut Guntur.

Ia lantas memberi apresiasi kepada aparat kepolisian yang dengan cepat menangkap Jafar Shodiq untuk mengantisipasi gesekan dibawah.

"Karena Shodiq memaki KH Ma'ruf Amin yang merupakan ulama sepuh yang sangat dihormati dengan jutaan pengikut dan kini sebagai wakil presiden," tutup Guntur Romli.

Sebelumnya diberitakan, dalam video yang beredar luas di media sosial, Jafar awalnya berbicara mengenai sebuah riwayat pada zaman Nabi Musa. Jafar menuturkan ada seseorang yang belajar ilmu agama namun ilmu tersebut digunakan untuk mengejar urusan dunia.

Jafar Shodiq. Foto: MP/Kanu
Jafar Shodiq. Foto: MP/Kanu

Atas hal itu, menurut Jafar, Allah SWT menjadikan orang tersebut menjadi babi. Habib Jafar mengatakan Nabi Musa kaget dengan hal itu dan berdoa kepada Allah agar mengembalikan babi tersebut menjadi manusia. Barulah Habib Jafar menyinggung ustaz-ustaz bayaran di era sekarang. Dia juga bertanya kepada jemaah mengenai sosok Ma'ruf Amin.

Baca Juga

Diduga Hina Kiai Ma'ruf, Habib Jafar Shodiq Sampai Kini Masih Diperiksa Polisi

"Maka kalau ada zaman ustaz-ustaz sekarang andai kata ada ustaz-ustaz bayaran, ada ustaz-ustaz target yang di zaman Nabi Muhammad SAW, hidup di zaman Nabi Musa AS sudah berubah menjadi seekor babi," ujar Jafar.

"Berarti ustaz-ustaz bayaran apa? (Dijawab jemaah: babi). Apa? (babi). Apa? (babi). Saya tanya Maruf Amin babi bukan? (Dijawab jemaah: babi). Babi bukan? (babi)," kata Jafar disambut teriakan jemaah. (Knu)

#Guntur Romli #PSI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
“Di PSI itu ada mekanisme partai yang harus dilalui semuanya. Jadi harus melalui mekanisme partai,” ujar Jokowi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
Indonesia
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Padahal, mantan Wali Kota Solo ini telah resmi login PSI pada 14 Oktober 2025.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Indonesia
Jokowi Resmi Gabung PSI, Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029
Masuknya Jokowi ke PSI tidak semata-mata perlu dilihat dari sisi administratif sebagai bergabungnya seorang mantan presiden ke sebuah partai politik.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Resmi Gabung PSI, Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029
Indonesia
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
setiap warga negara, termasuk mantan presiden, memiliki hak politik yang sama.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
Indonesia
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Jokowi mengatakan bergabungnya ke PSI sudah dari 14 Oktober 2025. Ia membuka hal tersebut lantaran masih banyak pihak yang mempertanyakan posisinya.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Indonesia
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Penasaran soal arah politik mantan presiden kita? Jokowi akhirnya pamer KTA dan ngasih bukti resmi gabung PSI. Simak cerita lengkap soal nomor uniknya di sini!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Indonesia
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Staf PJLP Pemprov DKI Jakarta mengeluhkan upah yang diterima masih menggunakan perhitungan UMP 2025, meski tahun 2026 sudah berjalan.
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Indonesia
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Seharusnya pemda sudah menertibkan TPS ilegal jauh-jauh hari.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Indonesia
Kaesang Maju Pileg Dapil V Jateng, Ketua DPW PSI Jateng Ngaku Kaget
Ia menyebut ini menjadi hal yang positif bagi kerja-kerja politik di Dapil Jateng 5 khususnya di Solo dan Jawa Tengah
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Kaesang Maju Pileg Dapil V Jateng, Ketua DPW PSI Jateng Ngaku Kaget
Indonesia
Kaesang Pangarep Resmi Masuk 'Kandang Banteng' Pada Pemilu 2029, Siap Bersaing dengan Puan Maharani
Bahkan kawasan kerap mendapatkan julukan sebagai daerah pemilihan terketat mengingat keberadaan sejumlah figur politisi berbobot tinggi
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 Juli 2026
Kaesang Pangarep Resmi Masuk 'Kandang Banteng' Pada Pemilu 2029, Siap Bersaing dengan Puan Maharani
Bagikan