MerahPutih.com - PT KCIC resmi menambah frekuensi perjalanan kereta cepat Whoosh Jakarta - Bandung dari 48 menjadi 62 perjalanan per hari.
Penyesuaian ini dilakukan untuk mengakomodasi meningkatnya jumlah penumpang serta memberikan lebih banyak pilihan jadwal keberangkatan bagi masyarakat.
“Dengan jadwal baru ini, perjalanan Whoosh relasi Jakarta–Bandung PP kini tersedia setiap 30 menit,” kata General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (31/1).
Sementara itu, layanan Whoosh dengan rute Jakarta/Bandung–Karawang PP kini beroperasi setiap satu jam. Sebab, jadwal perjalanan juga bertambah dari yang sebelumnya 20 perjalanan per hari menjadi 31 perjalanan per hari.
Baca juga:
Mulai 1 Februari, Jadwal Whoosh Paling Awal Beroperasi Mulai 07.35 WIB
Eva menyebutkan, banyaknya jadwal yang disediakan diharapkan dapat mengakomodir kebutuhan penumpang yang memiliki agenda mendesak.
“Sehingga penumpang bisa lebih leluasa memilih jadwal keberangkatan yang tersedia tanpa harus menunggu lama,” tutur Eva.
Kini, Whoosh juga beroperasi lebih malam untuk mengakomodir tingginya permintaan penumpang.
“Keberangkatan terakhir hingga pukul 21.25 dari Halim dan 21.05 dari Tegalluar memungkinkan penumpang untuk pulang lebih malam, sesuai bagi mereka yang memiliki jadwal kerja atau aktivitas hingga malam hari," ujar Eva.
Baca juga:
Sambut Imlek, KCIC Luncurkan Kartu Langganan Whoosh Edisi Tahun Ular
Penyesuaian jadwal juga dilakukan pada layanan Kereta Feeder di Stasiun Padalarang. Kini, jadwal Feeder telah disesuaikan dengan keberangkatan dan kedatangan Whoosh, sehingga waktu tunggu menjadi lebih efisien.
Selain itu, waktu tempuh Feeder antara Padalarang dan Bandung kini hanya 18 menit, memberikan aksesibilitas yang lebih baik bagi penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan.
Jadwal yang lebih sering memungkinkan pekerja dari Bandung atau Jakarta memiliki lebih banyak opsi perjalanan.
“Penambahan ini sesuai bagi masyarakat yang secara rutin melakukan perjalanan dinas atau berwisata dalam satu hari,” tutur Eva. (knu)

