Jadi Mensos, Risma Fokus Perbaiki Data Bansos

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 22 Desember 2020
Jadi Mensos, Risma Fokus Perbaiki Data Bansos

Presiden Jokowi saat mengenalkan Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial, di Istana Negara, Selasa (22/12). (Foto: MP/Setpres)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tri Rismaharini (Risma) mengaku kaget dipilih menjadi Menteri Sosial (Mensos).

Meski mendadak, Risma sendiri sudah punya gambaran apa yang akan dia kerjakan usai resmi dilantik.

"Terus terang saya tidak pernah berpikir atau membayangkan menjadi menteri," kata Risma di Istana Merdeka seperti disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (22/12).

Baca Juga:

Politikus Demokrat: Risma Perlu Belajar Lagi di Kementerian Sosial

Risma lalu memaparkan program yang sudah dia siapkan di Kemensos.

Pertama adalah soal data penerima bantuan. Dia akan melibatkan Kemendagri hingga perguruan tinggi di berbagai daerah. Programnya adalah perbaikan data.

"Untuk data-data penerima bantuan, kami akan kerja sama dengan Kemendagri terkait data kependudukan dan perguruan tinggi di wilayah masing-masing," ucapnya.

Risma juga akan bekerja sama dengan kementerian lain yaitu Kemenkop, Kemendag, hingga Kemenperin.

Dia ingin memberdayakan ibu-ibu lewat koperasi di tingkat kecamatan hingga kelurahan. Salah satu hal yang dia juga soroti adalah mengenai kesehatan warga.

"Kami akan bekerja sama dengan Kemenkes untuk mengelola kesehatan yang kita berikan bisa mempunyai hak untuk warga yang memang menyandang permasalahan sosial," ungkapnya.

Presiden Jokowi saat mengenalkan Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, di Istana Negara, Selasa (22/12). (Foto: MP/Setpres)
Presiden Jokowi saat mengumumkan para menteri baru di Istana Negara, Selasa (22/12). (Foto: MP/Setpres)

Program berikutnya adalah terkait pemberdayaan. Wali Kota Surabaya ini tak mau anak telantar hanya selalu menengadahkan tangan untuk meminta-minta.

"Kami akan perhatian terhadap terutama anak telantar, fakir miskin. Itu akan kami prioritaskan program pemberdayaannya," ujar Risma.

Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengumumkan reshuffle kabinet di Istana Negara, Jakarta, Selasa (22/12).

Jokowi mengganti enam menteri di Kabinet Indonesia Maju.

Baca Juga:

Ditunjuk Jadi Menteri Sosial, Risma: Saya Tetap Arek Suroboyo

Presiden memakai baju putih dan celana hitam memanggil satu per satu enam menteri tersebut, yaitu Tri Rismaharini menjadi Menteri Sosial, Sandiaga Uno menggantikan Wishnutama sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Lalu Presiden menujuk Budi Gunadi Sadikin menjadi Menteri Kesehatan, M Lutfi diberikan tanggung jawab sebagai Menteri Perdagangan.

Selanjutnya, Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yagut ditunjuk sebagai Menteri Agama dan terakhir Sakti Wahyu Trenggono menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan menggantikan Edhy Prabowo yang ditangkap KPK.

Enam menteri tersebut memakai baju putih, celana hitam, serta jaket biru saat pengumuman reshuffle kabinet. (Knu)

Baca Juga:

Harta Risma Naik Rp5 Miliar dalam Waktu Setahun

#Reshuffle Kabinet #Tri Rismaharini #Menteri Sosial
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Isu Reshuffle Kabinet Menguat, PKB: Presiden Prabowo Pasti Punya Pertimbangan Matang
Isu reshuffle kini makin menguat. PKB pun menyerahkan sepenuhnya ke Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Jumat, 30 Januari 2026
Isu Reshuffle Kabinet Menguat, PKB: Presiden Prabowo Pasti Punya Pertimbangan Matang
Indonesia
Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, PKB Tegaskan Dukung Keputusan Presiden
"Perombakan kabinet adalah kewenangan penuh Presiden. Presiden tentu memiliki pertimbangan yang sangat matang jika melakukan reshuffle kabinet,” ujar Daniel Johan
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 30 Januari 2026
Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, PKB Tegaskan Dukung Keputusan Presiden
Indonesia
Santer Isu Reshuffle Kabinet Usai Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Demokrat dan Golkar Serahkan ke Prabowo
Demokrat dan Golkar menegaskan reshuffle Kabinet Merah Putih merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo, usai Thomas Djiwandono mundur dari Wamenkeu.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Januari 2026
Santer Isu Reshuffle Kabinet Usai Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Demokrat dan Golkar Serahkan ke Prabowo
Indonesia
Purbaya Tegaskan Pergantian Wamenkeu Tergantung Dinamika Politik, Bisa Berubah-ubah
Terkait dengan waktu pelantikan Wamenkeu, Purbaya mengaku belum mengetahuinya secara pasti.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Purbaya Tegaskan Pergantian Wamenkeu Tergantung Dinamika Politik, Bisa Berubah-ubah
Indonesia
Tentukan Posisi Wamenkeu yang Ditinggalkan Thomas Djiwandono, Presiden Prabowo akan Minta Masukan Purbaya
Proses terkait dengan penetapan Thomas sebagai Deputi Gubernur BI masih belum rampung.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Januari 2026
Tentukan Posisi Wamenkeu yang Ditinggalkan Thomas Djiwandono, Presiden Prabowo akan Minta Masukan Purbaya
Indonesia
Kursi Wamenkeu Kosong, KSP Qodari Akui Logis Bakal Ada Reshuffle Kabinet
Meski isu reshuffle menguat, Qodari menegaskan kepastian waktunya sepenuhnya berada di tangan Presiden.
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Januari 2026
Kursi Wamenkeu Kosong, KSP Qodari Akui Logis Bakal Ada Reshuffle Kabinet
Indonesia
Wamenkeu Jadi Deputi Gubernur BI, Presiden Belum Berencana Reshuffle Kabinet
Menurut Prasetyo, Presiden akan terlebih dahulu melakukan kajian dan meminta masukan dari Menteri Keuangan sebelum mengambil keputusan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Wamenkeu Jadi Deputi Gubernur BI, Presiden Belum Berencana Reshuffle Kabinet
Indonesia
Peringatan Hari Pahlawan 10 November, Seluruh Rakyat Indonesia Diminta Mengheningkan Cipta Serentak Pukul 08.15
Tahun ini, peringatan Hari Pahlawan mengusung tema 'Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan'.
Dwi Astarini - Minggu, 09 November 2025
Peringatan Hari Pahlawan 10 November, Seluruh Rakyat Indonesia Diminta Mengheningkan Cipta Serentak Pukul 08.15
Berita
Ada Dorong Reshuffle, Siapa Menteri Paling Puas di Mata Publik? Ini Hasil Survei Poltracking
Survei Poltracking Indonesia mencatat 37,9% publik menilai Presiden Prabowo perlu melakukan reshuffle kabinet karena kinerja sejumlah menteri belum memuaskan.
ImanK - Minggu, 19 Oktober 2025
Ada Dorong Reshuffle, Siapa Menteri Paling Puas di Mata Publik? Ini Hasil Survei Poltracking
Indonesia
Prabowo Berikan Tiga Kali Peringatan Sebelum Ganti Menteri, Tidak Peduli Jika Dibenci Mantan
Prabowo menambahkan, dirinya tidak peduli jika dibenci oleh mantan menteri yang ia ganti. Kepala Negara juga tidak menghiraukan saat diwanti-wanti ada koruptor yang berpotensi membiayai aksi unjuk rasa.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 18 Oktober 2025
Prabowo Berikan Tiga Kali Peringatan Sebelum Ganti Menteri, Tidak Peduli Jika Dibenci Mantan
Bagikan