MERAHPUTIH.COM - POLDA Metro Jaya menyita 721,01 kg barang bukti narkoba. Barang bukti itu merupakan bagian dari ribuan kasus yang telah diusut selama periode Januari hingga Maret 2026.
"Selama kurun waktu tiga bulan terakhir, Polda Metro Jaya dan polres jajaran telah mengungkap pelaku peredaran narkoba dan penyalahgunaannya sebanyak 1.833 kasus," ungkap Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Ahmad David dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (8/4).
David mengatakan, 712,01 kg barang bukti narkoba yang disita terdiri dari 115,84 kg sabu, dan 275,92 kg ganja. Ada pula 26.593 butir ekstasi dan 873.950 butir obat-obat berbahaya.
Selain itu, disita juga 11.000 buah catridge vape yang berisi etomidate, 19,69 kilogram serbuk ekstasi, 7,63 kilogram tembakau sintetis, 4,5 kilogram bubuk bibit sintetis, 5,070 butir happy five, 16,2 kilogram ketamin, 96 bungkus heavy water, dan 1,02 kg kokain.
David mengungkap 2.485 orang yang telah ditangkap. Mereka terdiri dari 2.283 orang laki-laki, 202 orang perempuan, 14 orang WNA, hingga anak di bawah umur sebanyak tujuh orang. Pihak-pihak yang ditangkap memiliki peran beragam, mulai dari produsen, pengedar, hingga pemakai.
"Peran mereka yakni sembilan sebagai produsen, kemudian 972 tersangka berperan sebagai pengedar, dan 1.504 tersangka sebagai pemakai atau pecandu atau korban dari kejahatan itu sendiri," ujar Ahmad.
Baca juga:
DPR Dukung Larangan Vape, Dinilai Jadi Modus Baru Peredaran Narkoba
Mayoritas tersangka merupakan laki-laki, yakni 2.283 orang, sedangkan perempuan berjumlah 202 orang. “Khusus untuk anak-anak, kami lakukan penyembuhan rehabilitasi proses restorative justice,” kata dia. David menjelaskan tujuh anak tersebut berperan sebagai pengguna narkoba. Setelah diperiksa, mereka diketahui menyalahgunakan narkoba untuk konsumsi pribadi.
Karena pelaku masih di bawah umur, penanganan terhadap anak-anak itu dilakukan melalui mekanisme diversi dan restorative justice, dengan fokus pada pemulihan. “Kami lakukan penyembuhan di panti-panti rehab agar bisa sembuh dan kembali menjalankan kehidupan sosialnya di masyarakat,” kata dia.
Polisi menilai tingginya angka pengungkapan ini menunjukkan peredaran narkoba masih menjadi ancaman serius di Jakarta dan sekitarnya.
“Semua kalangan bisa terpapar, baik di kota maupun daerah, dari orang dewasa sampai anak-anak,” ujar David.(knu)
Baca juga:
Polisi Tangkap Bandar Narkoba The Doctor Bagian Sindikat Koko Erwin Bima di Malaysia