Headline

Istimewa, Pertumbuhan Ekonomi Yogyakarta di Atas Pencapaian Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 07 Februari 2019
 Istimewa, Pertumbuhan Ekonomi Yogyakarta di Atas Pencapaian Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Kota Yogyakarta menjadi tujuan wisata masyarakat. (Foto: instagram@mastib_38)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi daerah yang memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi nasional pada tahun 2019. Diperkirakan ekonomi Yogyakarta tumbuh pada kisaran 6,8-7,2 persen.

Meningkatnya pertumbuhan ekonomi DIY, menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta Budi Hanoto tidak terlepas dari sektor pariwisata dan infrastruktur.

"Hal itu seiring dengan makin digenjotnya penyelesaian pembangunan infrastruktur serta kinerja konsumsi yang diperkirakan masih akan meningkat sebagai 'trickle down effect' peningkatan aktivitas pariwisata di DIY," kata Budi di Yogyakarta, Kamis (7/2).

Pencapaian tersebut, menurut dia, tidak lepas dari dukungan inflasi yang stabil dan dijaga pada sasaran 3,5 persen.

Budi mengemukakan momentum pertumbuhan ekonomi DIY itu tercermin pada kinerja perekonomian provinsi tersebut yang solid pada 2018.

Pembangunan infrastruktur berupa jalan tol di Yogyakarta
Ilustrasi jalan layang tol (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

"Realisasi pertumbuhan PDRB DIY pada Triwulan IV 2018 mampu menembus angka tujuh persen yang merupakan capaian pertumbuhan tertinggi sejak perubahan tahun dasar PDRB 2010, yaitu sebesar 7,39 persen," katanya.

Budi Hanoto sebagaimana dilansir Antara mengatakan angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 6,03 persen maupun periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mampu tumbuh 5,25 persen.

Selain itu, kinerja perekonomian DIY juga lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional secara agregat, yang tumbuh sebesar 5,18 persen.

"Pertumbuhan ekonomi DIY yang makin kokoh itu ditopang oleh akselerasi kinerja investasi seiring dengan masifnya pembangunan infrastruktur yang sedang berlangsung di DIY," katanya.

Menurut dia, konsumsi juga tetap terjaga terutama konsumsi rumah tangga yang mengalami peningkatan dipengaruhi momentum liburan Natal serta banyaknya potongan harga pada akhir tahun.

Dengan capaian tersebut, kata dia, pertumbuhan ekonomi DIY keseluruhan tahun 2018 terakselerasi dengan tumbuh sebesar 6,20 persen, meningkat signifikan dibanding pertumbuhan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 5,26 persen.

"Pertumbuhan tahunan itu tertinggi yang pernah dicapai DIY selama 10 tahun terakhir," kata Budi.

Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi DIY yang solid itu juga didukung oleh terjaganya stabilitas keuangan daerah di DIY. Kinerja perbankan terindikasi mengalami perbaikan yang tercermin dari penyaluran kredit maupun penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang masih solid.

"Penyaluran kredit perbankan pada tahun 2018 tumbuh 10,04 persen dan penghimpunan DPK tumbuh 7,01 persen. Stabilitas sistem keuangan ditopang oleh kualitas kredit yang baik, dengan tingkat kredit macet tahun 2018 terus menurun mencapai 2,61 persen," pungkas Budi Hanoto.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel:Tanggapi Polemik Doa Mbah Moen, TGB: Doa Bukan Untuk Amunisi Pecah Belah

#Pertumbuhan Ekonomi #Pertumbuhan Ekonomi Indonesia #Proyek Infrastruktur #Pariwisata Indonesia
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Bank Indonesia Yakini Pertumbuhan Ekonomi Tumbuh Tinggi
BI telah membeli SBN senilai Rp 156,5 triliun, setelah sepanjang 2025 merealisasikan pembelian sebesar Rp 332,14 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 Juni 2026
Bank Indonesia Yakini Pertumbuhan Ekonomi Tumbuh Tinggi
Indonesia
Kenaikan Harga Pertamax Bikin Daya Beli Kelas Menengah Tertekan, PKS Ingatkan Risiko Inflasi
Kenaikan harga Pertamax membuat daya beli kelas menengah makin tertekan. PKS pun juga mengingatkan adanya risiko inflasi.
Soffi Amira - Kamis, 11 Juni 2026
Kenaikan Harga Pertamax Bikin Daya Beli Kelas Menengah Tertekan, PKS Ingatkan Risiko Inflasi
Indonesia
Bank Indonesia Ramal Ekonomi Domestik Tumbuh Menggila Hingga Tembus Batas Atas
Pemerintah bersama bank sentral mengantongi modal kuat guna merealisasikan target pertumbuhan tinggi dengan tiga faktor utama
Angga Yudha Pratama - Rabu, 10 Juni 2026
Bank Indonesia Ramal Ekonomi Domestik Tumbuh Menggila Hingga Tembus Batas Atas
Indonesia
DPR Yakin Ekonomi RI Tumbuh 6 Persen di 2027 meski Dunia Bergejolak
Optimisme itu muncul karena sejumlah indikator ekonomi nasional masih menunjukkan performa positif.
Dwi Astarini - Jumat, 22 Mei 2026
DPR Yakin Ekonomi RI Tumbuh 6 Persen di 2027 meski Dunia Bergejolak
Berita
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, DPR Soroti Dominasi Belanja Pemerintah
Komisi XI DPR RI memberikan apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang naik 5,61 persen.
Soffi Amira - Jumat, 08 Mei 2026
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, DPR Soroti Dominasi Belanja Pemerintah
Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen Tidak Dirasakan Dunia Usaha, Malah Tekanan Biaya Meningkat
Pelemahan nilai tukar rupiah menjadi salah satu faktor utama yang menekan kinerja usaha, terutama bagi sektor yang bergantung pada bahan baku impor.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen Tidak Dirasakan Dunia Usaha, Malah Tekanan Biaya Meningkat
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Berkat MBG, Kenaikan Ekonomi Indonesia Capai 8 Persen di Tengah Konflik Global
Beredar informasi yang menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia menembus angka 8 persen di tengah konflik global.
Frengky Aruan - Minggu, 26 April 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Berkat MBG, Kenaikan Ekonomi Indonesia Capai 8 Persen di Tengah Konflik Global
Indonesia
Luhut Lapor ke Prabowo, Hitungan Simulasi Ekonomi RI 3 Bulan ke depan Masih Aman
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan laporkan simulasi ekonomi RI stabil 3 bulan ke depan, dengan defisit fiskal dijaga di bawah 3 persen PDB.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Luhut Lapor ke Prabowo, Hitungan Simulasi Ekonomi RI 3 Bulan ke depan Masih Aman
Indonesia
Menkeu Akui Indonesia dalam Mode Survival, Bukan Business as Usual
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan Indonesia dalam kondisi survival mode, bukan business as usual
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Menkeu Akui Indonesia dalam Mode Survival, Bukan Business as Usual
Indonesia
Di Forum IMF-World Bank, Menkeu Sebut Indonesia Ciptakan Lapangan Kerja Berkualitas
Transformasi tersebut didorong melalui tiga pilar utama, yakni investasi, industrialisasi, dan produktivitas.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 April 2026
Di Forum IMF-World Bank, Menkeu Sebut Indonesia Ciptakan Lapangan Kerja Berkualitas
Bagikan