Judul berita utama di harian Haaretz Israel terbaca jelas. Israel Kepada Perancis : Kami Menolak Inisiatif Damai-mu dan Tidak akan Hadir ke Konferensi Internasional di Paris.
Itulah penolakan resmi Israel atas undangan Prancis untuk mengikuti konferensi perdamaian Internasional di Paris akhir tahun ini.
Alasan Israel tegas dan jelas, pelaksanaan konferensi perdamaian internasional bertentangan dengan kemauan Tel Aviv.
Kantor Perdana Menteri Israel telah mengumumkan bahwa Plt Penasehat Keamanan Nasional Jacob Nagel dan utusan senior Yitzhak Molho telah menjelaskan posisi Israel saat pertemuan dengan utusan Prancis Pierre Vimont di Yerusalem.
"Nagel dan Molho secara jelas dan tegas mengatakan bahwa kemajuan sesungguhnya dari proses perdamaian dan pencapaian kesepakatan hanya bisa terjadi melalui negosiasi langsung antara Israel dan pihak Palestina", dijelaskan perwakilan Perdana Menteri.
"Inisiatif lainnya justru hanya mengalihkan tujuan perdamaian di kawasan."
Israel memandang konferensi perdamaian di Paris akan sangat membahayakan prospek perdamaian karena dianggap memungkinkan Abbas dan Otoritas Palestina untuk menghindari perundingan langsung dengan Israel tanpa prasyarat.
Israel berharap Prancis bisa membatalkan mempromosikan konferensi tersebut karena bertentangan dengan tujuan Israel.
Sementara juru bicara Presiden Mahmoud Abbas, Nabil Abu Rdainah, yang mengkonfirmasikan akan hadir, menyatakan tidak masalah jika Israel tidak ikut berpartisipasi dalam konferensi tersebut.
Tahun ini, Prancis telah beberapa kali berupaya menghidupkan kembali proses perdamaian dengan menyelenggarakan konferensi awal bulan Juni lalu.
Perundingan terakhir antara Israel dan Palestina, yang didukung AS, tahun 2014 gagal. (BES/dsyamil)
BACA JUGA
- Sepanjang Tahun 2015, Israel Telah Menahan 6.830 Warga Palestina
- Semprotan Zat Kimia Israel, Luluh Lantakkan Lahan Pertanian di Gaza
- Miris, Google Hapus Palestina dari Peta