Israel Tempatkan 100 Penembak Jitu di Perbatasan Gaza

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 29 Maret 2018
Israel Tempatkan 100 Penembak Jitu di Perbatasan Gaza

Pasukan Israel mengacungkan senjata mereka ke pengunjuk rasa Palestina saat bentrok di Hebron. (ANTARA FOTO/REUTERS/Mussa Qawasma)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pihak militer Israel mengaku telah menugaskan lebih dari 100 penembak jitu di perbatasan Gaza menjelang demonstrasi massal warga Palestina di wilayah tersebut. Demikian pernyataan seorang jenderal Israel dalam wawancara yang disiarkan pada Rabu (28/3).

Para pemimpin demonstran berharap ribuan orang akan berkumpul di Gaza, mulai Jumat, untuk berkemah di lima lokasi sepanjang perbatasan selama enam pekan. Mereka menuntut kembalinya pengungsi Palestina di wilayah yang sekarang menjadi Israel.

Dengan menyebut masalah keamanan, pihak militer Israel memberlakukan larangan kunjungan bagi warga Palestina di kawasan perbatasan Gaza yang dekat dengan pagar pembatas Israel.

Letnan Jenderal Gadi Eizenkot, kepala staf militer Israel, mengatakan kepada surat kabar Yedioth Ahronot, dilansir dari Antara, bahwa pihaknya tidak akan membiarkan "infiltrasi massal" atau pun menoleransi kerusakan pagar pembatas dalam demonstrasi tersebut.

"Kami telah menugaskan lebih dari 100 penembak jitu dari berbagai unit militer, terutama dari unit pasukan khusus," kata Eizenkot dalam wawancara itu.

"Jika ada kehidupan yang dibahayakan oleh demonstrasi itu, kami mengizinkan mereka untuk menembak," kata dia.

Warga memindahkan seorang warga Palestina yang ditembak hingga tewas saat terjadi bentrokan dengan pasukan Israel, di wilayah pendudukan Tepi Barat, Jumat (9/3). (ANTARA FOTO/REUTERS/Mussa Qawasma)
Warga memindahkan seorang warga Palestina yang ditembak hingga tewas saat terjadi bentrokan dengan pasukan Israel, di wilayah pendudukan Tepi Barat, Jumat (9/3). (ANTARA FOTO/REUTERS/Mussa Qawasma)

Tentara Israel seringkali menghadapi gelombang demonstrasi dari warga Palestina di perbatasan Gaza. Mereka selama ini menggunakan gas air mata, peluru karet dan amunisi untuk membubarkan para pengunjuk rasa yang melempar tentara dengan bebatuan atau bom molotov.

Para tokoh demonstrasi mengatakan bahwa mereka mendapat dukungan dari berbagai faksi Palestina, termasuk dari faksi dominan di Gaza, Hamas, yang merupakan kelompok anti-Israel.

Di sisi lain, menteri kabinet Israel, Tzachi Hanegbi, kepada Israel Radio, mengatakan bahwa Hamas kini menghindari konflik langsung dengan Israel sejak berakhirnya perang Gaza pada 2014 lalu.

Namun dia mengatakan bahwa tekanan yang dirasakan Hamas dari penghancuran sejumlah jaringan terowongan oleh Israel di dekat daerah perbatasan, ditambah kondisi ekonomi yang sulit di Gaza, adalah "sebuah rumus bagi meningkatnya ketegangan." Mulainya unjuk rasa pada Jumat secara simbolis terhubung dengan apa yang disebut warga Palestina sebagai "Hari Agraria", yang merupakan peringatan terhadap terbunuhnya enam warga Israel berkebangsaan Arab oleh pihak keamanan Israel dalam demonstrasi tahun 1976 untuk menentang perampasan lahan.

Demonstrasi itu dimulai bersamaan dengan hari libur nasional selama seminggu di Israel.

Demonstrasi itu dijadwalkan akan berakhir pada 15 Mei, bertepatan dengan hari Nakba, yang merupakan peringatan atas pengusiran terhadap ratusan ribu warga Palestina akibat konflik pembentukan negara Israel tahun 1948.

Palestina sudah sejak lama menuntut lima juta orang korban pengusiran itu untuk kembali. Namun Israel menolaknya karena khawatir gelombang masuk warga berkebangsaan Arab akan menghilangkan status mayoritas warga Yahudi.

Israel beranggapan para pengungsi itu harus direlokasi ke wilayah negara Palestina di masa mendatang, yaitu di Tepi Barat dan Gaza. (*)

#Israel #Palestina
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Pilot Seorang Warga Indonesia, Ethiopian Airlines Disuruh Putar Balik Oleh Israel
Otoritas Israel telah meminta maskapai penerbangan asing tidak menugaskan pilot dari negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel untuk terbang ke negara tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Pilot Seorang Warga Indonesia, Ethiopian Airlines Disuruh Putar Balik Oleh Israel
Dunia
Pilot Indonesia Masuk Daftar Pembatasan Israel, Ini Kronologi Insiden Ethiopian Airlines
Pesawat Ethiopian Airlines menuju Tel Aviv dilaporkan putar balik setelah Israel mengetahui pilotnya warga Indonesia. Simak kronologi dan penyebabnya.
ImanK - Selasa, 13 Oktober 2026
Pilot Indonesia Masuk Daftar Pembatasan Israel, Ini Kronologi Insiden Ethiopian Airlines
Indonesia
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir el-Sisi Kecam Pembangunan Permukiman Ilegal Oleh Israel
Kedua pemimpin juga dalam kesempatan itu sepakat untuk terus melanjutkan kontribusi dalam mendorong perdamaian dan memberikan bantuan kemanusiaan untuk Palestina.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir el-Sisi Kecam Pembangunan Permukiman Ilegal Oleh Israel
Dunia
Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'
Pejabat antiterorisme akan memeriksa apakah pria tersebut mengalami radikalisasi saat berada di Australia.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'
Dunia
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Kopilot yang diketahui merupakan warga negara Oman tersebut dilaporkan merupakan seorang ekstremis ‘lone wolf’ (bertindak sendiri).
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Indonesia
Tok! Negara Larang Konser Israel di Jakarta 24 Oktober: Uang Tiket Wajib Dikembalikan!
Pemerintah resmi melarang konser penyanyi gospel AS Israel Houghton pada 24 Oktober 2026 di Jakarta demi keamanan dan menolak motif politik pro-Israel.
Wisnu Cipto - Senin, 05 Oktober 2026
Tok! Negara Larang Konser Israel di Jakarta 24 Oktober: Uang Tiket Wajib Dikembalikan!
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Dunia
Geger Skenario 'False Flag' Israel, Netanyahu Dituduh Korbankan Flydubai Demi Seret Trump ke Perang!
Iran bongkar dugaan plot rahasia Netanyahu yang rekayasa pembajakan pesawat flydubai FZ1073. Netanyahu dituduh mau fitnah Iran dan seret Donald Trump ke perang!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Geger Skenario 'False Flag' Israel, Netanyahu Dituduh Korbankan Flydubai Demi Seret Trump ke Perang!
Dunia
Pilot Ditikam, Penerbangan Tujuan Israel Dialihkan
Seorang penumpang melihat salah seorang pilot ditusuk pilot lainnya.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Pilot Ditikam, Penerbangan Tujuan Israel Dialihkan
Dunia
Ketegangan Timur Tengah Memanas, PM Qatar Sebut Netanyahu Penjahat Perang
Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengatakan serangan terhadap fasilitas sipil di Gaza, termasuk rumah sakit dan sekolah, tidak dapat dibenarkan.
Yusuf Abdillah - Rabu, 30 September 2026
Ketegangan Timur Tengah Memanas, PM Qatar Sebut Netanyahu Penjahat Perang
Bagikan