MerahPutih.com - Israel melarang turis asal Indonesia untuk mengunjungi negaranya. Kebijakan ini diambil sebagai tindakan balasan atas langkah pemerintah yang tidak mengizinkan warga negara zionis tersebut masuk ke tanah air.
"Israel berupaya untuk mengubah kebijakan Indonesia, tapi langkah yang kami lakukan sepertinya gagal, hal itu mendorong kami melakukan tindakan balasan," ucap juru bicara Kemlu Israel Emmanuel Nahshon seperti dikutip dari Middle East Monitor, Rabu (30/5).
Pemerintah Indonesia tidak mengeluarkan visa kepada warga Israel, usai terjadi kerusuhan besar di Gaza. Kericuhan yang terjadi saat perayaan hari Nakba dipicu demo besar yang digelar warga Palestina.
Indonesia tidak memiliki hubungan bilateral dengan Israel. Namun, kedya negara mempunyai hubungan ekonomi sehingga warga negara Yahudi tersebut tetap bisa berkunjung ke negara Asia menggunakan visa bisnis.
Masih menurut laporan Middle East Monitor, setiap tahun, puluhan ribu Muslim termasuk dari Indonesia memasuki Israel untuk mengunjungi Masjid Al-Aqsa, dengan visa khusus.
Pada 2015, Kementerian Ekonomi Israel melaporkan peningkatan perdagangan yang signifikan antara kedua negara, yang kemudian mencapai sekitar US$ 500 juta setiap tahun. Ekspor utama Indonesia ke Israel yakni bahan mentah seperti plastik, kayu, batu bara, tekstil dan minyak sawit.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pernah meminta kepada Indonesia untuk membuka hubungan diplomatik. Tetapi, pemerintah Indonesia bersikeras untuk tidak berhubungan dengan Israel.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari Kementerian Luar Negeri terkait pencekalan turis Indonesia ke Israel. (*)