MerahPutih.com - Otoritas keamananIsrael melarang pelaksanaan Salat Idul Fitri di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki, dengan alasan keamanan di tengah ketegangan perang dengan Iran.
Meski demikian, warga umat Muslim Palestina menyerukan untuk tetap berkumpul di kawasan Kota Tua dan melaksanakan salat Idul Fitri sedekat mungkin dengan Al-Aqsa, sebagai bentuk perlawanan damai atas larangan dari Israel.
Baca juga:
Beda dengan Indonesia, Arab Saudi Sudah Rayakan Lebaran 2026
Suasana Idul Fitri di Yerusalem Muram
Perlawanan umat muslim Palestina itu mendapat respons keras dari Israel. Bahkan, aparat zionis tidak segan-segan melakukan aksi kekerasan terhadap warga Palestina yang berkumpul untuk melaksanakan salat id.
Kantor berita Anadolu, Jumat (20/1), memberitakan polisi Israel dilaporkan menggunakan pentungan, granat kejut, dan gas air mata terhadap warga Palestina yang melaksanakan salat di luar tembok Kota Tua.
Laporan Anadolu juga menyebutkan suasana Idul Fitri di Yerusalem Timur pun berlangsung muram. Kawasan Kota Tua yang biasanya ramai menjelang Lebaran tampak sepi, menyerupai kota mati.
Baca juga:
Israel Larang Toko Buka Saat Idul Fitri
Israel membatasi akses dengan alasan larangan berkumpul, sementara pedagang Palestina dilarang membuka toko mereka. Hanya apotek dan toko bahan pokok yang diizinkan beroperasi.
Sejumlah pedagang Palestina mengaku mengalami tekanan ekonomi berat akibat pembatasan aturan yang diberlakukan Israel di hari raya Idul Fitri tahun ini.
Baca juga:
Israel Hanya Bolehkan Warga Palestina Berusia Lebih dari 65 Tahun Masuk Al Aqsa
“Kami tidak bisa membuka toko, sementara kebutuhan keluarga tetap berjalan,” ujar pedagang yang enggan disebutkan namanya karena khawatir akan tindakan balasan Israel, dilansir Antara.
Larangan yang diberlakukan Israel saat perayaan Idul Fitri ini menambah panjang daftar pembatasan akses warga Palestina ke Al-Aqsa, yang selama ini menjadi simbol penting bagi umat Islam. (*)