Israel Bakal 100 Persen Caplok Jalur Gaza
Arsip - Foto udara menunjukkan bangunan dan mobil yang hancur pasca serangan Israel yang berlanjut di Rafah, Gaza, Palestina. ANTARA/Anadolu Agency
MerahPutih.com - Israel memutuskan untuk sepenuhnya menduduki Jalur Gaza dan memperluas operasi militer di wilayah kantong tersebut.
"Keputusan sudah diambil — kami akan menduduki Jalur Gaza sepenuhnya,” kata seorang pejabat senior yang dekat dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, seperti dikutip harian Yedioth Ahronoth.
“Akan ada operasi bahkan di area-area tempat para sandera ditahan. Jika Kepala Staf IDF (militer) tidak setuju, dia harus mengundurkan diri,” tambah pejabat tersebut.
Televisi Israel Channel 12 menyebut, keputusan tersebut menandakan perubahan besar dalam strategi Israel di Gaza, dengan operasi yang kini diperkirakan akan dilakukan di area padat penduduk, termasuk kamp-kamp pengungsi yang berada di wilayah tengah.
Baca juga:
Berat Badan Anak-Anak di Gaza Turun Drastis, Satu Dari Tiga Orang Tidak Makan Berhari-Hari
Siaran publik KAN mengutip sejumlah menteri kabinet yang baru-baru ini berbicara dengan Netanyahu, mengatakan bahwa sang kepala otoritas memutuskan untuk memperluas operasi militer di Gaza meskipun mendapat penolakan dari kalangan keamanan.
Ia dilaporkan menggunakan frasa “pendudukan Jalur Gaza” untuk menggambarkan tujuan untuk mengalahkan Hamas, tambah KAN.
Tak hanya itu, surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth juga mengklaim bahwa Presiden AS Donald Trump telah memberi “lampu hijau” kepada Netanyahu untuk memperluas serangan.
Menurut media tersebut, pejabat-pejabat senior dekat Netanyahu mengatakan: “Kami sedang menuju pendudukan penuh atas Jalur Gaza,” termasuk operasi militer di wilayah yang diyakini menjadi tempat penahanan para sandera.
Channel 13 Israel melaporkan bahwa Kepala Staf Umum IDF Eyal Zamir membatalkan kunjungan yang telah direncanakan ke Washington karena gagalnya perundingan gencatan senjata serta desakan untuk memperluas operasi militer.
Adapun pada 29 Juli, Haaretz melaporkan bahwa Netanyahu telah mempresentasikan kepada Kabinet Israel sebuah rencana yang disetujui AS untuk menduduki kembali sebagian wilayah Gaza.
Seorang pejabat keamanan Israel yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada KAN pada Senin (4/8) malam bahwa Israel telah “berpaling” dari kesepakatan pembebasan sandera sebagian yang hampir rampung, dan menuduh pemerintahan Netanyahu telah dengan cepat mengabaikan kesepakatan tersebut. (*)
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Minta Pemimpin Dunia Hentikan Perang, Megawati: Kita Itu Satu Bumi
Drone Iran Ditembak Jatuh Saat Dekati Kapal Perang USS Abraham Lincoln di Laut Arab
Pimpinan Ormas Islam: Prabowo Siap Mundur dari Aliansi Trump dengan 1 Syarat
China dan Rusia Perkuat Kerja Sama Hadapi Hukum Rimba Global
Presiden Prabowo Adakan Pertemuan Dengan Ormas Islam, Bahas Dewan Perdamaian
Komisi I DPR Kecam Serangan Israel ke Gaza, Singgung Peran Board of Peace
Garda Revolusi Iran Dicap Organisasi Terorirs, Atase Militer Negara Eropa Diusir
Setelah Selat Hormuz, Militer AS Tingkatkan Kekuatan di Teluk Persia
DPR Desak Kemenlu Bersiap Hadapi Perang AS-Iran, Evakuasi WNI Jadi Utama
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Jadi Organisasi Teroris, Iran: Eropa Sibuk Mengipasi Api.