Merahputih.com - Asap hitam masih membumbung tinggi menyelimuti langit Teheran saat sirine ambulans membelah kesunyian kota.
Di sudut distrik Kasemiyeh, reruntuhan rumah menjadi saksi bisu tewasnya pasangan lanjut usia akibat hantaman proyektil mematikan.
Tragedi ini mengubah wajah kota menjadi palagan penuh amarah, memicu sumpah serapah dari markas besar militer paling berpengaruh di negeri para mullah tersebut.
Baca juga:
Iran Resmi Blokade Selat Hormuz, Komandan IRGC: Amerika Serikat Serakah akan Minyak
Kejahatan Tanpa Ampun Terhadap Sipil
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan komitmen untuk membalas setiap tetes darah warga. Serangan brutal pihak lawan menyasar fasilitas publik mulai dari sekolah, rumah sakit, stadion, hingga gedung pernikahan.
Aksi tersebut bertujuan menciptakan kepanikan massal di tengah masyarakat. Hingga kini, catatan resmi menunjukkan angka kematian warga sipil telah menembus 700 jiwa.
"Para penjahat Amerika dan Israel harus paham tak satu pun kejahatan dan pembunuhan mereka akan dibiarkan tanpa balasan. Perang melawan AS dan rezim Israel akan berlanjut," tegas pernyataan IRGC melalui stasiun TV IRIB, Selasa (3/3).
Laporan lapangan menyebutkan satu keluarga tewas seketika akibat rudal Tomahawk menghantam bangunan tempat tinggal di Oshnavieh. Kejadian serupa menimpa sebuah mobil pribadi di Salman mengakibatkan lima orang meregang nyawa.
Agresi militer tanggal 28 Februari lalu bahkan membawa kabar duka paling kelam bagi publik Iran. Televisi pemerintah mengonfirmasi Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, gugur dalam serangan terkoordinasi tersebut.
Balasan Kilat Menuju Pangkalan Lawan
Menanggapi situasi genting ini, militer Iran segera mengaktifkan protokol serangan balik berskala besar. Sejumlah rudal balistik meluncur deras menuju wilayah Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Baca juga:
Menlu Sugiono Hubungi Pejabat AS dan Iran Minta Turunkan Eskalasi
IRGC menilai tindakan balasan ini sebagai bentuk pertahanan harga diri bangsa atas kerusakan masif di wilayah kedaulatan Iran.
Pihak otoritas keamanan kini memperketat penjagaan di seluruh perbatasan. Keberadaan rudal-rudal balasan menunjukkan Iran memiliki taring untuk meladeni konfrontasi terbuka.
Dunia kini menanti langkah selanjutnya dari eskalasi konflik berdarah ini, sementara IRGC memastikan mesin perang terus berputar hingga keadilan tercapai.