MERAHPUTIH.COM — DI tengah ketegangan Iran dan AS-Israel, transportasi minyak melewati Selat Hormuz menjadi terhambat. Hal itu terjadi setelah Iran membatasi pelayaran pengangkutan minyak di selat tersebut. Dalam perkembangan terbaru, Iran menyatakan Selat Hormuz tetap terbuka untuk negara selain AS. Iran menegaskan pembatasan penggunaan jalur tersebut hanya berlaku untuk Amerika Serikat, Israel, dan para sekutu mereka. Demikian diungkap Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Sabtu (14/3).
"Selat Hormuz terbuka. Selat itu hanya ditutup untuk kapal tanker dan kapal milik musuh-musuh kami, untuk mereka yang menyerang kami dan sekutu mereka. Negara lain bebas melintas," kata Araghchi, dikutip ANTARA.
Baca juga:
Prancis Kerahkan Kapal Induk Charles de Gaulle ke Selat Hormuz, Amankan Jalur Minyak Dunia
Menlu Iran menambahkan kekhawatiran negara-negara soal keselamatan pelayaran di kawasan itu tidak ada kaitannya dengan Iran. Pelayaran melalui Selat Hormuz hampir terhenti setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel dan pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah.
Selat Hormuz menjadi jalur utama untuk memasok minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global. Pasokan dari selat ini mencakup sekitar 20 persen perdagangan global minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair.(*)
Baca juga:
Nasib WNI ABK Kapal yang Meledak di Selat Hormuz, Alami Luka Bakar Parah