Iran Nyatakan Aset dan Kepentingan AS-Israel di Timur Tengah Sah untuk Diserang Usai Teheran Dihujani Roket

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Sabtu, 28 Februari 2026
Iran Nyatakan Aset dan Kepentingan AS-Israel di Timur Tengah Sah untuk Diserang Usai Teheran Dihujani Roket

Ilustrasi (Al Jazeera)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, secara tegas membantah tuduhan Presiden AS, Donald Trump mengenai ambisi pengembangan senjata nuklir di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah yang membuat seluruh aset Amerika Serikat dan Israel kini masuk dalam daftar target sah serangan Teheran.

Pemerintah Iran bersikeras bahwa program nuklir mereka murni bertujuan untuk kepentingan sipil. Pernyataan ini diperkuat oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, dalam Konferensi Pelucutan Senjata PBB. Ia menyerukan penghapusan senjata pemusnah massal secara total di seluruh dunia.

Baca juga:

Sirene Tanda Bahaya Mulai Meraung-raung di Berbagai Penjuru Israel Usai Iran Dihujani Roket

"Iran tidak akan pernah mengupayakan senjata nuklir. Kami menyerukan pelucutan senjata secara penuh dan penggunaan energi nuklir secara damai," tegas Pezeshkian dalam pidatonya guna merespons tuduhan internasional.

Peringatan Keras Tanpa Garis Merah

Meski membantah isu nuklir, Iran mengambil posisi tempur terkait eskalasi fisik di lapangan. Seorang pejabat senior Iran menyatakan kepada Al Jazeera bahwa Teheran telah memperingatkan Israel untuk bersiap menghadapi serangan balasan yang tidak lagi mengenal batas atau 'garis merah'.

Menurut pejabat tersebut, agresi gabungan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel telah memicu skenario perang yang luas.

Iran mengklaim memiliki rencana respons yang kompleks dan tidak terikat oleh durasi waktu tertentu untuk menghantam balik kepentingan lawan di kawasan tersebut.

Baca juga:

Sirene Tanda Bahaya Mulai Meraung-raung di Berbagai Penjuru Israel Usai Iran Dihujani Roket

"Seluruh aset dan kepentingan Amerika serta Israel di Timur Tengah telah menjadi target sah. Tidak ada lagi garis merah setelah agresi ini, dan segala kemungkinan bisa terjadi, termasuk skenario yang sebelumnya tidak pernah dipertimbangkan," ujar pejabat senior tersebut dengan nada memperingatkan.

Ia juga menambahkan bahwa setiap imbauan agar Iran menahan diri atau menyerah adalah sebuah khayalan belaka.

Saat ini, Teheran memposisikan kekuatannya untuk merespons serangan yang dianggap telah melampaui batas kedaulatan mereka.

#Iran #Perang #Amerika Serikat #Israel
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Ketegangan Selat Hormuz Berakhir Happy Ending , Kapal Minyak Bebas Melenggang Usai AS-Iran Berdamai
Pemulihan jalur pelayaran Selat Hormuz terjadi pasca penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad secara elektronik oleh pemerintah Iran dan Amerika Serikat
Angga Yudha Pratama - 2 jam, 4 menit lalu
Ketegangan Selat Hormuz Berakhir Happy Ending , Kapal Minyak Bebas Melenggang Usai AS-Iran Berdamai
Olahraga
Prediksi Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Ujian Berat Setan Merah Hadapi Tim Melli
Prediksi Belgia vs Iran di Grup G Piala Dunia 2026. Simak analisis pertandingan, head to head, prediksi skor, susunan pemain, dan jadwal siaran langsung.
ImanK - Minggu, 21 Juni 2026
Prediksi Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Ujian Berat Setan Merah Hadapi Tim Melli
Dunia
Israel dan Hizbullah Sepakat Lakukan Gencatan Senjata
Trump mengaku berbicara dengan otoritas zionis Israel pada Jumat supaya mereka menyetujui gencatan senjata dengan Hizbullah.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
Israel dan Hizbullah Sepakat Lakukan Gencatan Senjata
Dunia
Departemen Perang AS Butuh Rp 1,42 Kuadriliun Tutupi Biaya Operasi di Iran
Pimpinan Pentagon memperingatkan bahwa mereka mungkin akan kehabisan dana operasional pada musim panas ini
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Departemen Perang AS Butuh Rp 1,42 Kuadriliun Tutupi Biaya Operasi di Iran
Dunia
Pertemuan Perdamaian Iran dan AS di Swiss Dibatalkan, Tidak Ada Penjelasan Pembatalan
Memorandum tersebut memberikan waktu 60 hari bagi kedua negara untuk merundingkan kesepakatan final terkait program nuklir Iran dan sanksi Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Pertemuan Perdamaian Iran dan AS di Swiss Dibatalkan, Tidak Ada Penjelasan Pembatalan
Olahraga
Amerika Serikat vs Australia: Sejarah Pertemuan, Prediksi Pemenang dan Prakiraan Pemain
Amerika Serikat menyapu bersih kemenangan pada dua laga uji coba terakhir lewat performa impresif lini depan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 19 Juni 2026
Amerika Serikat vs Australia: Sejarah Pertemuan, Prediksi Pemenang dan Prakiraan Pemain
Indonesia
14 Kesepahaman Amerika dan Iran Buat Akhiri Perang
Kedua negara dan sekutunya juga berkomitmen untuk tidak memulai perang atau operasi militer, menahan diri menggunakan kekuatan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 18 Juni 2026
14 Kesepahaman Amerika dan Iran Buat Akhiri Perang
Indonesia
Israel Caplok Masjid Ibrahimi di Tepi Barat, Komisi I DPR Serukan Penolakan
Mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap tegas dan menyuarakan penolakan terhadap keputusan Israel tersebut di berbagai forum internasional.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
Israel Caplok Masjid Ibrahimi di Tepi Barat, Komisi I DPR Serukan Penolakan
Indonesia
DPR Sebut Perdamaian AS-Iran Bisa Tekan Harga Minyak dan Risiko Inflasi di RI
Penghentian konflik bersenjata jadi langkah penting untuk menjaga keamanan internasional dan mengurangi ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
DPR Sebut Perdamaian AS-Iran Bisa Tekan Harga Minyak dan Risiko Inflasi di RI
Indonesia
Iran-Amerika Sepakat Akhiri Perang, Komisi I DPR: Israel jangan Rusak Perjanjian Damai
Seluruh pihak harus mendukung penuh kesepakatan penghentian perang tersebut demi menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Iran-Amerika Sepakat Akhiri Perang, Komisi I DPR: Israel jangan Rusak Perjanjian Damai
Bagikan