MERAHPUTIH.COM — IRAN mengeluarkan pernyataan resmi atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, Minggu (1/3). Iran menuding Amerika Serikat dan Israel telah melakukan aksi terorisme dan pembunuhan terencana terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.
Dalam pernyataan resmi pada Minggu (1/3), Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan serangan gabungan kedua negara itu pada Sabtu (28/2) melanggar prinsip dan norma hukum internasional, termasuk Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Tindakan teroris oleh AS dan rezim Zionis, yang melakukan pembunuhan terencana terhadap Pemimpin Tertinggi serta pejabat tinggi lainnya melalui agresi militer terhadap keutuhan wilayah dan kedaulatan nasional Iran, merupakan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap seluruh prinsip dan norma internasional," ujar pihak Iran pernyataan itu, dikutip ANTARA.
Menurut pemerintah Iran, penggunaan kekuatan militer terhadap pemimpin negara berdaulat tidak dapat dibenarkan dalam sistem hukum internasional.
Serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2) dini hari waktu setempat menyasar sejumlah wilayah strategis, termasuk ibu kota Teheran. Sejumlah rudal menghantam kawasan dekat kediaman Khamenei dan istana kepresidenan.
Baca juga:
Khamenei dan sejumlah pejabat tinggi Iran lainnya meninggal dalam serangan itu. Eskalasi terjadi di tengah perundingan tidak langsung antara AS dan Iran yang dimediasi Oman mengenai pembatasan program nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi. Putaran ketiga perundingan tersebut berlangsung di Jenewa pada Kamis (26/2).
Dalam menanggapi eskalasi konflik di Timur Tengah, pemerintah RI menyeru kepada semua pihak agar menahan diri dan mengedepankan penyelesaian melalui jalur diplomasi. Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapan Indonesia untuk berperan sebagai mediator guna mendorong dialog antara AS, Israel, dan Iran.(*)
Baca juga:
Presiden AS Donald Trump Nyatakan Kematian Pemimpin Iran Ali Khamenei