Merahputih.com - Langit Urmia mendadak jingga saat dentuman keras memecah kesunyian malam di wilayah Barat Iran.
Kepul asap membubung tinggi, menandai babak baru eskalasi militer setelah militer Israel mengonfirmasi serangan udara besar-besaran terhadap instalasi pertahanan negeri para mullah tersebut. Suasana mencekam kini menyelimuti kawasan Teluk seiring meluncurnya ratusan proyektil mematikan lintas perbatasan.
Juru bicara tentara Israel segera mengeluarkan perintah evakuasi bagi penduduk sekitar fasilitas militer Iran. Pihak Tel Aviv mengonfirmasi operasi tempur ini bertujuan melumpuhkan titik strategis lawan.
"Militer sedang melakukan serangan luas terhadap sejumlah target militer milik rezim Iran di Iran Barat," tulis pernyataan resmi militer Israel.
Baca juga:
Kedubes Iran di RI Kecam Serangan AS-Israel ke Tehran, Sebut Langgar Piagam PBB
Rudal Teheran Sasar Markas Amerika Serikat
Respons cepat datang dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melalui peluncuran gelombang drone serta rudal menuju Israel.
Tidak hanya itu, serangan Teheran meluas hingga menyasar kehadiran militer Amerika Serikat di Qatar, Bahrain, Kuwait, serta Uni Emirat Arab (UEA). Bahrain mengonfirmasi hantaman rudal tepat mengarah ke markas besar Armada Ke-5 Angkatan Laut AS.
Situasi udara kawasan menjadi kacau balau sehingga Qatar, Kuwait, dan UEA memutuskan penutupan ruang angkasa total.
Di Qatar, sistem pertahanan Patriot bekerja ekstra keras mencegat proyektil Iran. Sementara itu, Reuters melaporkan suara ledakan hebat terdengar hingga Abu Dhabi, ibu kota UEA.
Kementerian Luar Negeri Iran menyebut tindakan Israel merupakan pelanggaran nyata atas kedaulatan wilayah.
Janji Pembalasan Tegas Berdasarkan Piagam PBB
Pemerintah Iran menegaskan posisi negara menghadapi agresi ini melalui jalur diplomatik dan militer. Teheran menilai serangan fajar tersebut merusak infrastruktur pertahanan serta lokasi non-militer di berbagai kota.
Iran secara resmi menyatakan bahwa tindakan AS dan Israel merupakan bentuk agresi bersenjata melanggar Pasal 51 Piagam PBB.
“Agresi militer baru oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran merupakan pelanggaran hukum internasional. Republik Islam Iran menganggap agresi ini sebagai pelanggaran nyata terhadap perdamaian internasional dan menekankan hak sah untuk merespons secara meyakinkan,” tegas Kementerian Luar Negeri Iran melalui pernyataan resmi.
Baca juga:
Pihak kementerian menambahkan, sejarah membuktikan rakyat Iran tidak pernah menyerah pada tekanan luar.
“Kali ini pun, respons Iran akan menentukan, dan agresor akan menyesali tindakan permusuhan tersebut,” pungkas pernyataan tersebut.