Iran Barat Kini Jadi Sasaran AS-Israel, Ruang Angkasa Negara-Negara Teluk Tutup Berjamaah

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Sabtu, 28 Februari 2026
Iran Barat Kini Jadi Sasaran AS-Israel, Ruang Angkasa Negara-Negara Teluk Tutup Berjamaah

Tangkapan layar Wilayah Urmia yang mendapat serangan AS-Israel (Google Maps)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Langit Urmia mendadak jingga saat dentuman keras memecah kesunyian malam di wilayah Barat Iran.

Kepul asap membubung tinggi, menandai babak baru eskalasi militer setelah militer Israel mengonfirmasi serangan udara besar-besaran terhadap instalasi pertahanan negeri para mullah tersebut. Suasana mencekam kini menyelimuti kawasan Teluk seiring meluncurnya ratusan proyektil mematikan lintas perbatasan.

Juru bicara tentara Israel segera mengeluarkan perintah evakuasi bagi penduduk sekitar fasilitas militer Iran. Pihak Tel Aviv mengonfirmasi operasi tempur ini bertujuan melumpuhkan titik strategis lawan.

"Militer sedang melakukan serangan luas terhadap sejumlah target militer milik rezim Iran di Iran Barat," tulis pernyataan resmi militer Israel.

Baca juga:

Kedubes Iran di RI Kecam Serangan AS-Israel ke Tehran, Sebut Langgar Piagam PBB

Rudal Teheran Sasar Markas Amerika Serikat

Respons cepat datang dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melalui peluncuran gelombang drone serta rudal menuju Israel.

Tidak hanya itu, serangan Teheran meluas hingga menyasar kehadiran militer Amerika Serikat di Qatar, Bahrain, Kuwait, serta Uni Emirat Arab (UEA). Bahrain mengonfirmasi hantaman rudal tepat mengarah ke markas besar Armada Ke-5 Angkatan Laut AS.

Situasi udara kawasan menjadi kacau balau sehingga Qatar, Kuwait, dan UEA memutuskan penutupan ruang angkasa total.

Di Qatar, sistem pertahanan Patriot bekerja ekstra keras mencegat proyektil Iran. Sementara itu, Reuters melaporkan suara ledakan hebat terdengar hingga Abu Dhabi, ibu kota UEA.

Kementerian Luar Negeri Iran menyebut tindakan Israel merupakan pelanggaran nyata atas kedaulatan wilayah.

Janji Pembalasan Tegas Berdasarkan Piagam PBB

Pemerintah Iran menegaskan posisi negara menghadapi agresi ini melalui jalur diplomatik dan militer. Teheran menilai serangan fajar tersebut merusak infrastruktur pertahanan serta lokasi non-militer di berbagai kota.

Iran secara resmi menyatakan bahwa tindakan AS dan Israel merupakan bentuk agresi bersenjata melanggar Pasal 51 Piagam PBB.

“Agresi militer baru oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran merupakan pelanggaran hukum internasional. Republik Islam Iran menganggap agresi ini sebagai pelanggaran nyata terhadap perdamaian internasional dan menekankan hak sah untuk merespons secara meyakinkan,” tegas Kementerian Luar Negeri Iran melalui pernyataan resmi.

Baca juga:

Iran Nyatakan Aset dan Kepentingan AS-Israel di Timur Tengah Sah untuk Diserang Usai Teheran Dihujani Roket

Pihak kementerian menambahkan, sejarah membuktikan rakyat Iran tidak pernah menyerah pada tekanan luar.

“Kali ini pun, respons Iran akan menentukan, dan agresor akan menyesali tindakan permusuhan tersebut,” pungkas pernyataan tersebut.

#Perang #Iran #Israel #Amerika Serikat #Operasi Militer
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Prediksi Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Ujian Berat Setan Merah Hadapi Tim Melli
Prediksi Belgia vs Iran di Grup G Piala Dunia 2026. Simak analisis pertandingan, head to head, prediksi skor, susunan pemain, dan jadwal siaran langsung.
ImanK - Minggu, 21 Juni 2026
Prediksi Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Ujian Berat Setan Merah Hadapi Tim Melli
Dunia
Israel dan Hizbullah Sepakat Lakukan Gencatan Senjata
Trump mengaku berbicara dengan otoritas zionis Israel pada Jumat supaya mereka menyetujui gencatan senjata dengan Hizbullah.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
Israel dan Hizbullah Sepakat Lakukan Gencatan Senjata
Dunia
Departemen Perang AS Butuh Rp 1,42 Kuadriliun Tutupi Biaya Operasi di Iran
Pimpinan Pentagon memperingatkan bahwa mereka mungkin akan kehabisan dana operasional pada musim panas ini
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Departemen Perang AS Butuh Rp 1,42 Kuadriliun Tutupi Biaya Operasi di Iran
Dunia
Pertemuan Perdamaian Iran dan AS di Swiss Dibatalkan, Tidak Ada Penjelasan Pembatalan
Memorandum tersebut memberikan waktu 60 hari bagi kedua negara untuk merundingkan kesepakatan final terkait program nuklir Iran dan sanksi Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Pertemuan Perdamaian Iran dan AS di Swiss Dibatalkan, Tidak Ada Penjelasan Pembatalan
Olahraga
Amerika Serikat vs Australia: Sejarah Pertemuan, Prediksi Pemenang dan Prakiraan Pemain
Amerika Serikat menyapu bersih kemenangan pada dua laga uji coba terakhir lewat performa impresif lini depan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 19 Juni 2026
Amerika Serikat vs Australia: Sejarah Pertemuan, Prediksi Pemenang dan Prakiraan Pemain
Indonesia
14 Kesepahaman Amerika dan Iran Buat Akhiri Perang
Kedua negara dan sekutunya juga berkomitmen untuk tidak memulai perang atau operasi militer, menahan diri menggunakan kekuatan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 18 Juni 2026
14 Kesepahaman Amerika dan Iran Buat Akhiri Perang
Indonesia
Israel Caplok Masjid Ibrahimi di Tepi Barat, Komisi I DPR Serukan Penolakan
Mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap tegas dan menyuarakan penolakan terhadap keputusan Israel tersebut di berbagai forum internasional.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
Israel Caplok Masjid Ibrahimi di Tepi Barat, Komisi I DPR Serukan Penolakan
Indonesia
DPR Sebut Perdamaian AS-Iran Bisa Tekan Harga Minyak dan Risiko Inflasi di RI
Penghentian konflik bersenjata jadi langkah penting untuk menjaga keamanan internasional dan mengurangi ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
DPR Sebut Perdamaian AS-Iran Bisa Tekan Harga Minyak dan Risiko Inflasi di RI
Indonesia
Iran-Amerika Sepakat Akhiri Perang, Komisi I DPR: Israel jangan Rusak Perjanjian Damai
Seluruh pihak harus mendukung penuh kesepakatan penghentian perang tersebut demi menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Iran-Amerika Sepakat Akhiri Perang, Komisi I DPR: Israel jangan Rusak Perjanjian Damai
Dunia
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Harga Minyak Tergelincir
Harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan harga minyak dunia, turun 4,8 persen menjadi USD 83,18 (sekitar Rp 1,36 juta) per barel.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
 AS dan Iran Capai Kesepakatan, Harga Minyak Tergelincir
Bagikan