Intip keindahan Quito di Ekuador yang Masuk Warisan Dunia UNESCO
Ibu Kota Ekuador Quito kerap diremehkan, intip keindahan pemandanganya. (Unsplash/Vince Flaming)
POTRET pegunungan yang luas ditambah dengan bangunan-bangunan tua kokoh berdiri. Dihiasi dengan warna-warna indah yang memanjakan mata. Namun, dibalik keindahan lanskap perkotaan itu banyak yang meremehkan Ibu Kota Ekuador Quito.
Biasanya wisatawan yang datang ke Kota Quito hanya sebagai pelancong yang ingin menyeebrang ke Galapagos, dan sangat jarang mereka menikmati keadaan sekitar.
Baca Juga:
Monumen Titik Nol Kilometer di Berbagai Destinasi Wisata Indonesia
Quito sangat menarik karena kota ini penuh dengan budaya, museum eklektik, dan masakan lezat, yang sebagian besar dapat ditemukan di pusat bersejarah yang diakui UNESCO yang terpelihara dengan sangat baik.
Melansir CNN, kota tua bersejarah Quito didirikan oleh Spanyol pada tahun 1534 dan tetap menjadi salah satu contoh arsitektur kolonial Spanyol terbesar dan paling utuh di belahan Bumi selatan.
Pusat bersejarah ini sangat mencolok dan terpelihara dengan baik, bahkan menjadi ibu kota pertama di dunia yang terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1978.
Cara terbaik untuk mulai menjelajahi kota tua adalah dengan duduk sejenak di Plaza de la Independencia (atau Plaza Grande, seperti yang dilakukan penduduk setempat. Masih terdapat bangunan kerajaan di sana, para wisatawan bisa menyaksikan pergantian penjaga yang penuh warna pada hari Selasa pukul 11 pagi.
Tentunya Quito ramah bagi orang-orang bepergian dengan berjalan kaki. Alun-alun yang dibumbui pohon palem adalah kehidupan di Quito.
Baca Juga:
Di sini, keluarga saling bertukar kabar saat anak-anak mereka saling berkejaran di sekitar air mancur utama. Sekelompok pria berkerumun di bangku untuk bermain kartu sementara artis jalanan berebut perhatian. Di tengah-tengah itu semua, terdapat pedagang kaki lima yang menjual empanada dan potongan mangga.
Beberapa kota di Amerika Selatan dapat membanggakan perpaduan museum yang eklektik dan menarik seperti Quito. Museum Seni Pra-Columbus Casa del Alabado yang kecil namun gemilang bertempat di rumah besar abad ke-16 yang indah dan menampilkan karya seni, pahatan, dan tekstil dari berbagai populasi asli Andean.
Fundación Guayasamín didedikasikan untuk artis paling terkenal Ekuador, Oswaldo Guayasamín. Terletak di dalam bekas rumahnya, koleksinya adalah campuran dari karyanya, dan koleksi pribadi artefak pra-Columbus dan seni religius Guayasamín.
Selain itu, kamu juga dapat menjelajahi lingkungan Calle Rocafuerte yang penuh animasi. Kemudian kamu dapat pula bertemu dengan beberapa pengrajin dan pemilik toko Quito. Seperti ahli jamu tradisional, pembuat topi, pembuat cokelat, dan pria yang dengan penuh kasih memulihkan ikon-ikon religius. (mro)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel
10 Rekomendasi Tempat Wisata Purwokerto Terbaik 2025, Harga Terjangkau!