Intip Kapal Selam KRI Pasopati 410 di Monumen Kapal Selam Surabaya
Menjadi kapal selam yang sangat ditakuti pada masanya. (Foto: Instagram/monkaselsurabaya)
BUAT kamu yang belum tahu, ternyata di Surabaya tepatnya di Jalan Pemudi No.39, terdapat Monumen Kapal Selam (Monkasel) yang sudah ada sejak 15 Juli 1998. Monkasel ini didirikan sebagai pengingat akan kejayaan sejarah perairan Indonesia dan mengajak masyarakat untuk lebih dekat dengan edukasi maritim.
Tempat bersejarah ini terletak di dekat Sungai Kalimas yang sering dijadikan tuan rumah dalam berbagai kegiatan air untuk warga Surabaya, serta dekat juga dengan Mal Surabaya. Mengutip laman resmi Monkasel, konstruksi kapal ini dibangun pada Juli 1995 dan selesai pada 1998 di bawah instruksi dan koordinasi Gubernur Jawa Timur, Basofi Soedirman periode 1993 sampai 1998.
Salah satu bintang di Monkasel adalah Kapal Selam KRI Pasopati dengan nomor lambung 410. Kapal ini dulunya pernah ikut terlibat dalam operasi pembebasan Irian Barat dari tangan Belanda. Kapal tipe SS Whiskey Class buatan Rusia ini adalah satu dari 12 kapal selam milik Indonesia pada dekade 60-an hingga non aktif pada awal Januari 1990. Uniknya lagi, Rusia hanya menjual kala selam tipe ini kepada ‘negara sahabat’ termasuk Indonesia.
Baca juga:
TNI Bangun Dua Posko Crisis Center Kapal Selam Hilang Kontak
Tugas utama kapal yang dibuat pada 1962 ini adalah menghancurkan garis musuh, pengawasan, dan melakukan penggerebekan scara diam-diam. KRI Pasopati 410 telah mengambil peran besar untuk mempertahankan hukum kelautan, seperti Operasi Trikor, KRI Pasopati 410 turun ke belakang garis musuh.
Kapal ini dulu sangat ditakuti oleh musuh karena dilengkapi rudal anti serangan udara, serta peluncur torpedo di buritan dan haluan kapal. Yang jadi pertanyaan adalah bagaimana kapal sebesar ini bisa nangkring di tengah kota Surabaya? Dibawa dengan utuh juga enggak mungkin.
Baca juga:
Panglima TNI Perintahkan Pencarian Kapal Selam yang Hilang di Bali
Nah ternyata, bagian kapal ini dipotong-potong menjadi 16 bagian oleh PT. PAL Indonesia. Baru kemudian diangkut dan disambung kembali di Surabaya. Kalau kamu berdiri di sampingnya sih, kapalnya emang besar banget. Panjangnya saja 76,6 meter dan lebarnya 6,30 meter. Dan perlu dicatat, kapal itu asli ya bukan replika.
Buat kamu yang mau ke sana, Monkasel buka dari Selasa sampai Jumat (09.00-17.00 WIB). Sabtu sampai Minggu (09.00 -19.00 WIB) dan Senin tutup. Harga tiketnya cuma Rp15 ribu. (and)
Baca juga:
Insiden Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala-402 Jadi Peringatan Pemerintah
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Menpar Widiyanti Bantah Bali Sepi Wisatawan, Data 2025 Tunjukkan Tren Positif
Resorts World Genting Jalin Kemitraan Kemitraan Strategis dengan Stakeholder Pariwisata, Bersiap Kenalkan Eufloria
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar