Kuliner

Inovasi Beretika Foie Gras dari Hati Ayam

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 10 April 2023
Inovasi Beretika Foie Gras dari Hati Ayam

Walau menjadi menu populer untuk restoran fine dining, foie gras tetap dipandang kontroversial (Foto:Pexels/Nadin Sh)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEPOTONG hati angsa bisa jadi salah satu sumber protein. Namun, kisah di baliknya bisa kontroversial. Hati angsa dalam ranah fine dining amat dikenal dengan nama foie gras. Meski bahan protein ini acap tersedia di restoran mewah, produksinya dipandang kurang beretika.

Untuk menghasilkan foie gras, peternak akan memaksa angsa atau bebek mengonsumsi makanan yang volumenya jauh lebih tinggi daripada yang seharusnya.

BACA JUGA:

Nikmatnya Menu Spesial Chef Vindex Tengker untuk Thanksgiving Brunch

Biasanya proses pembuatan foie gras melibatkan selang atau alat yang mendorong jagung yang telah direbus dengan lemak. Langkah itu dilakukan guna menghasilkan hati bebek atau angsa dengan konsistensi lemak tinggi.

Aspek yang membedakan foie gras dengan hati bebek atau angsa pada umumnya ialah rasanya yang lebih berlemak dengan tekstur lembut layaknya mentega sehingga menjadi bagian dari kuliner Prancis yang masih dicintai penikmat fine dining.

angsa
Proses produksi foie gras biasanya melibatkan angsa atau bebek yang diberi makan secara paksa menggunakan selang atau alat khusus (Foto: Pexel/Samar Layek)

Jika melihat bagaimana sumber protein ini yang sebenarnya populer di restoran fine dining, tapi memiliki metode yang kontroversial, tak mengherankan jika banyak pihak yang menolak atau melawan proses produksi foie gras. Kuliner yang melibatkan foie gras bahkan telah dilarang di negara seperti Inggris, Jerman, dan Italia.

Dengan kondisi dilema antara popularitas di restoran fine dining serta penyiksaan hewan, memang dipandang dibutuhkan metode alternatif untuk menyajikan sumber protein itu.

Perusahaan Nippon Ham atau NH Foods yang bermarkas di Osaka, Jepang, melihat peluang untuk menawarkan foie gras inovasi mereka sendiri. Uniknya, foie gras dari perusahaan ini memanfaatkan hati ayam.

BACA JUGA:

Mille Feuille, Pastry Seribu Lapis dari Prancis

Sebagaimana dilansir The Japan Times, Minggu (9/4), ide awal untuk menciptakan sumber foie gras yang dipandang lebih beretika ini diawali dengan memanfaatkan hati ayam yang menggunakan metode produksi tertentu guna menghasilkan rasa hingga tekstur yang serupa dengan foie gras dari ayam atau bebek.

Dalam menghasilkan cita rasa khas foie gras, NH Foods mengombinasikan hati ayam dengan lemak babi serta kuning telur dan berbagai bahan lainnya. Setelah melalui berbagai proses percobaan, perusahaan Jepang itu yakin bahwa foie gras yang mereka hasilkan memiliki tekstur creamy.

foie gras

Perusahaan NH Food menghadirkan produk foie gras yang dibuat dari hati ayam yang telah melalui proses produksi agar memiliki cita rasa dan tekstur serupa dengan yang asli.(Foto: Pexels/Min Che)

Menurut perwakilan dari NH Foods Kenji Takasaki, produk ini dibuat bisa dinikmati bagi para penggemar foie gras serta mereka yang bahkan belum pernah mencobanya.

Produk ini dijual dalam kemasan 120 gram dan sudah dilengkapi saus cuka balsamic yang dibanderol dengan harga 3.218 yen atau setara dengan Rp 359.589. Produk inovasi ini rencananya akan mulai dijual di laman NH Foods pada Juni 2023.(aru)

BACA JUGA:

5 Bahan Makanan Langka yang Menjamin Kelezatan Masakan

#Kuliner
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Kuliner
Perkara Nanas di Pizza, Koki Italia Dipecat
Ia menolak menaruh nanas di atas pizza karena menganggapnya sebagai penghinaan terhadap budaya Italia.
Dwi Astarini - Jumat, 06 November 2026
Perkara Nanas di Pizza, Koki Italia Dipecat
Kuliner
Dua Logo Ayam Goreng Suharti: Mana yang OG nih?
Di balik kerenyahan kremesan dan gurihnya bumbu, tersimpan kisah perjuangan hidup serta dinamika pahit perpecahan bisnis Ayam Goreng Suharti.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
Dua Logo Ayam Goreng Suharti: Mana yang OG nih?
Kuliner
3 Ide Dessert Labu Kuning Lezat dan Mudah Dibuat
Buah bernama lokal waluh ini juga menyimpan potensi besar untuk diolah menjadi kudapan manis yang memanjakan lidah.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
3 Ide Dessert Labu Kuning Lezat dan Mudah Dibuat
Lifestyle
Hj Suharti, Pelopor Ayam Goreng Legendaris, Tutup Usia
Almarhumah sempat mengalami sesak napas selama empat hari sebelum dibawa ke rumah sakit.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
Hj Suharti, Pelopor Ayam Goreng Legendaris, Tutup Usia
Kuliner
Gandeng G-DRAGON, McDonald's Hadirkan Menu Gochujang Butter di 13 Negara Asia
Menu gojuchang butter akan diluncurkan secara bertahap di negara-negara yang berpartisipasi mulai 17 September.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
  Gandeng G-DRAGON, McDonald's  Hadirkan Menu Gochujang Butter di 13 Negara Asia
Kuliner
Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Penaikan kadar alkohol itu terkait dengan gelombang panas ekstrem yang melanda musim panas tahun ini.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
 Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Kuliner
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Akar-akar tersebut diidentifikasi sebagai ‘cheonjong’, ginseng liar yang tumbuh secara alami selama setidaknya 50 tahun dengan sedikit campur tangan manusia.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Kuliner
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Beragam penawaran tersebut bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sekaligus menikmati berbagai layanan dengan harga yang lebih terjangkau.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Kuliner
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Dengan membawa tema Lokarasa Nusantara, JF3 Food Festival 2026 mengajak kamu menjelajahi cita rasa autentik dari berbagai daerah di Indonesia.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Kuliner
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Studi bersama yang dilakukan peneliti dari Chung-Ang University, Jeju National University, dan World Institute of Kimchi menunjukkan bahwa proporsi warga Korea yang mengaku tidak makan kimchi dalam 24 jam terakhir meningkat hampir dua kali lipat.
Dwi Astarini - Selasa, 25 Agustus 2026
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Bagikan