Inilah Asal Usul dan Sejarah Mudik Lebaran
Ilustrasi bus mudik. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
BAGI para perantau, lebaran menjadi salah satu alasan untuk pulang ke kampung halamannya atau biasa disebut mudik. Hampir setiap tahun, ribuan bahkan jutaan orang rela berdesak-desakan atau menghadapi macet panjang agar bisa bertemu sanak saudara saat hari Raya Idhul Fitri.
Tradisi mudik lebaran memang sangat unik dan jarang ditemukan di negara lain. Biasanya tradisi ini dimulai seminggu sebelum lebaran, meskipun ada juga perantau yang memilih mudik pada hari lebaran dengan alasan menghindari macet.
Menariknya, mudik khusus diberikan untuk momen pulang kampung saat lebaran. Sedangkan pada hari lain pulang kampung tidak disebut mudik. Lalu sejak kapan tradisi mudik dimulai?
Berdasarkan data yang didapat merahputih.com dari berbagai sumber, mudik adalah tradisi yang dilakukan para petani Jawa di Zaman Kerajaan Majapahit. Saat itu mudik tak ada kaitannya dengan lebaran.
Dalam bahasa Jawa ngoko, mudik adalah singkatan dari "mulih dilik" yang artinya pulang sebentar saja. Namun seiring berjalannya waktu, mudik diartikan sebagai "mulih udik" atau pulang kampung.
Meski kata mudik sudah dikenal lama, tradisi ini mulai populer di era tahun 1970-an. Saat itu banyak orang desa yang berbondong-bondong datang ke Jakarta untuk mengadu nasib. Pasalnya, di masa itu Jakarta sedang mengalami masa pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat.
Selain itu pemberitaan di media setiap lebaran pun membuat mindset di masyarakat bila mudik saat lebaran adalah suatu hal yang wajib.
Sama seperti Jakarta, masyarakat desa yang bekerja di kota lainnya juga melakukan tradisi mudik. Mereka mencoba mengobati rasa rindu kampung halaman saat hari raya umat Muslim itu.
Selain artikel ini Anda juga bisa baca Rekam Jejak Jin Bun, Raja Islam Berdarah Tionghoa
Bagikan
Berita Terkait
Menag Minta Pengurus Masjid Berikan Layanan Bagi Para Pemudik Nataru dan Musafir
Pantau Mudik Nataru di Stasiun Gambir, AHY Ingatkan Keselamatan dan Kesiapan Operasional
Polri Prediksi Adanya Lonjakan Pergerakan Masyarakat saat Libur Nataru 2025/2026
Puncak Arus Mudik Nataru 2025/2026 Diprediksi 24 Desember, Ini Jadwal Arus Baliknya
Penjualan Tiket Kereta Nataru 2025/2026 Tembus 1,44 Juta, Rute Jakarta–Surabaya Paling Banyak Dipesan
Masyarakat Bisa Nikmati Mudik Gratis Nataru 2025/2026, Begini Cara Mendaftarnya
Mudik Gratis Nataru 2025/2026 dari Kemenhub Bakal Ada Kirim Motor Tanpa Biaya, Catat Lokasi Tujuannya
Legislator Gerindra Sebut WFA Jadi Salah Satu Teroboson Urai Puncak Saat Arus Mudik
Polisi Jerat Petugas Palang Pintu Kereta Api Akibatkan Kecelakaan 4 Pemudik Tewas
Rakyat Jadikan Angkutan Umum Jadi Pilihan Saat Arus Mudik dan Balik, Ada Peningkatan 8 Persen