Ini Wilayah Sleman yang Rawan Tanah Longsor

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Rabu, 22 November 2017
Ini Wilayah Sleman yang Rawan Tanah Longsor

Ilustrasi. (bmkg.go.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Selama musim hujan, Kabupaten Sleman rawan dilanda tanah longsor. Tanah longsor biasa terjadi di wilayah perbukitan di Prambanan, tebing-tebing di lereng Merapi, serta tebing-tebing di pinggir sungai.

Kepala pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto menjelaskan, desa di Kecamatan Prambanan yang rawan longsor yakni Desa Sumberharjo, Desa Gayamharjo, Desa Sambirejo, dan Desa Wukirharjo.

"Banyak tebing di sana yang struktur tanahnya rapuh. Sebab, empat desa itu terletak di perbukitan," kata Joko melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Rabu (22/11).

Pihaknya mengaku sudah mengumpulkan aparat desa dan Babinsa serta warga di wilayah tersebut untuk bersiaga mengantisipasi kejadian longsor.

"Kalau melihat tebing-tebing tanah yang retak, kami minta warga untuk mengisinya dengan tanah. Supaya permukannya lebih solid dan tidak mudah longsor saat hujan lebat turun," katanya.

Ia pun meminta warga lebih peka akan tanda-tanda alam yang nampak sebelum longsor terjadi. "Biasanya longsor terjadi pada tebing yang berstruktur rapuh usai hujan lebat terus menerus selama dua jam," katanya.

BPBD Kabupaten Sleman juga telah mengimbau warga yang memiliki rumah dibawah tebing untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika mendapati tanda-tanda longsor atau mendengar suara Early Warning system (EWS) berbunyi.

"Kalau sekarang, kami belum dapat laporan adanya tanah longsor di Prambanan. Biasanya terjadi longsor saat puncak musim hujan yakni Januari- Februari," kata mantan Kepala Satpol PP tersebut.

BPBD Sleman turut memperbaiki dan mengecek kondisi alat Early Warning system (EWS) longsor yang tersebar di empat desa tersebut. Seluruh EWS yang berjumlah sekitar 34 buah dinyatakan dalam kondisi prima.

Sementara, untuk wilayah lereng Merapi, Kecamatan Cangkringan adalah lokasi yang rawan longsor. Longsor kerap terjadi di pinggir sungai akibat hujan deras.

Ia mengimbau bagi para penambang pasir di sekitar Cangkringan untuk waspada dan selalu memerhatikan prakiraan cuaca dari BMKG sebelum menggali.

BMKG DIY mengatakan, DIY sudah memasuki musim hujan pada pertengahan November 2017. Puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Januari-Februari 2018. (Teresa Ika)

#Bencana Alam #Tanah Longsor #Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
BNPB Mulai Distribusian Paket Bantuan Kemanusiaan Bagi Penyintas Gempa Magnitudo 6,7 di Palu
Untuk korban luka-luka akibat runtuhan material bangunan terdata mengalami kenaikan, di mana sebanyak 17 jiwa dilaporkan menderita luka berat dan 101 warga mengalami luka ringan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
BNPB Mulai Distribusian Paket Bantuan Kemanusiaan Bagi Penyintas Gempa Magnitudo 6,7 di Palu
Indonesia
Berbagai Titik di Sulawesi Tengah Berpotensi Alami Fenomena Likuefaksi, Ini Daftarnya
data serta peta sebaran potensi likuefaksi yang dirilis ini diharapkan dapat menjadi rujukan fundamental bagi jajaran pemerintah daerah setempat dalam merumuskan kebijakan penataan ruang dan zonasi wilayah aman.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Berbagai Titik di Sulawesi Tengah Berpotensi Alami Fenomena Likuefaksi, Ini Daftarnya
Indonesia
Prabowo Setujui Anggara Rp 100 T Pemulihan Bencana Sumatra, Disalurkan Lewat 33 Kementerian/Lembaga
Presiden Prabowo Subianto menyetujui anggaran pemulihan pascabencana di Sumatra sebesar Rp 100,1 triliun untuk tiga tahun ke depan.
Wisnu Cipto - Kamis, 18 Juni 2026
Prabowo Setujui Anggara Rp 100 T Pemulihan Bencana Sumatra, Disalurkan Lewat 33 Kementerian/Lembaga
Indonesia
USGS Deteksi Gempa Susulan M 5,2 di Palu, Titik Kedalamannya Sama!
USGS mendeteksi gempa susulan M 5,2 di Palu, tiga menit setelah gempa utama M 6,7. BMKG pastikan tidak berpotensi tsunami, pasien RS Samaritan panik dievakuasi.
Wisnu Cipto - Selasa, 16 Juni 2026
USGS Deteksi Gempa Susulan M 5,2 di Palu, Titik Kedalamannya Sama!
Indonesia
Gunung Semeru Siaga, BPBD Lumajang Minta Warga Waspada Awan Panas
Warga juga harus mewaspadai ancaman sekunder berupa aliran lahar dingin di sepanjang sungai berhulu di Gunung Semeru, terutama saat hujan turun
Angga Yudha Pratama - Senin, 15 Juni 2026
Gunung Semeru Siaga, BPBD Lumajang Minta Warga Waspada Awan Panas
Indonesia
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Wilayah Kabupaten Banggai
pusat gempa itu berada di laut pada kedalaman 91 kilometer sebelah timur laut Pulau Puah.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Juni 2026
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Wilayah Kabupaten Banggai
Indonesia
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Timor Tengah Selatan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi magnitudo 5,1 mengguncang Timor Tengah Selatan, NTT, Kamis (27/5) pagi.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Timor Tengah Selatan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Indonesia
BPBD DKI Minta Warga Jakarta Waspadai Cuaca Ekstrem
Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana, khususnya banjir dan genangan.
Dwi Astarini - Sabtu, 16 Mei 2026
BPBD DKI Minta Warga Jakarta Waspadai Cuaca Ekstrem
Dunia
Gunung Mayon di Filipina Meletus, Abu Vulkanis Ganggu Lalu Lintas
Lontaran material vulkanis tersebut diidentifikasi sebagai arus piroklastik (pyroclastic density current/PDC) yang dipicu runtuhan aliran lava.
Dwi Astarini - Minggu, 03 Mei 2026
Gunung Mayon di Filipina Meletus, Abu Vulkanis Ganggu Lalu Lintas
Dunia
Gunung Mayon di Filipina Meletus, Ribuan Orang Dievakuasi
Lembaga vulkanologi setempat menetapkan Status Siaga Level 3 dalam skala lima tingkat.
Dwi Astarini - Minggu, 03 Mei 2026
   Gunung Mayon di Filipina Meletus, Ribuan Orang Dievakuasi
Bagikan