MerahPutih Nasional - Lagi, Presiden Joko Widodo kembali menyampaikan visi-misi strategisnya untuk membangun kedaulatan bangsa Indonesia.
Melalui akun facebooknya, Presiden Joko Widodo mencoba mempertemukan ide dan gagasan Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto.
"Meneruskan gagasan besar Presiden Soekarno tentang Indonesia yang kuat dengan kerapian infrastruktur dan manajemen birokrasi Presiden Soeharto," kata Presiden Joko Widodo melalui akun facebooknya seperti dikutip merahputih.com, Jakarta, Selasa (20/1).
BACA JUGA: Jokowi: Tidak Ada Istilah Pembersihan Orang-Orang SBY
Presiden yang akrab disapa Jokowi melanjutkan, dari sisi kebijakan dan ideologi Jokowi mencoba mendalami ide Bung Karno tentang kebanggaan bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang berdaulat dalam hal politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam hal budaya.
Dengan konsekuensi tersebut setiap kebijakan yang diputuskan pemerintah berlandaskan pikiran bahwa Indonesia adalah bangsa besar dan sanggup mengatasi berbagai persoalan besar termasuk di dalamnya dinamika politik global.
"Sementara Presiden Soeharto mengajarkan bahwa Manajemen Pemerintahan yang rapi akan membawa eksekusi keputusan birokrasi yang efektif. Bila hal itu tercapai maka kita bisa memiliki landasan modal yang kuat untuk membangun Indonesia," sambung Jokowi.
Bekas Gubernur DKI Jakarta melanjutkan saat ini tatanan dunia global sudah semakin berubah, tantangan yang dihadpi bangsa Indonesia juga semakin besar. Jokowi juga ingin bangsa Indonesia berdaulat dalam segala lini, mempunyai prinsip kuat dan tidak terombang-ambing dalam percaturan politik internasional.
"Dalam era ini pembangunan yang massif dengan muatan ideologi "Kedaulatan di segala lini" akan mengantarkan bangsa ini ke depan menjadi bangsa yang kuat, dan bangsa yang memiliki landasan modal yang kuat akan mampu bertahan dan memenangkan dari segala kompetisi di dunia Internasional, itu visi besar saya soal Indonesia Raya," tandas Jokowi. (bhd)
Follow Twitter Kami di @MerahPutihCom
Like Juga Fanpage Kami di MerahPutihCom
BERITA LAINNYA:
Mendagri Yakin Revisi UU Pilkada Tak Ganggu Jadwal Pilkada