Ini Usul Indonesia Terkait Posisi Gerakan Non Blok Percepat Kemerdekaan Palestina

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 Juni 2021
Ini Usul Indonesia Terkait Posisi Gerakan Non Blok Percepat Kemerdekaan Palestina

Peta Palestina. (Foto: Tangkapan layar)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pertemuan Luar Biasa Komite Gerakan Non Blok (GNB) mengenai Palestina digelar secara virtual, Selasa (22/6). Pertemuan ini atas inisiasi Indonesia setelah sebelumnya kawasan Palestina memanas karena serangan Isrel.

Pertemuan Tingkat Menteri Luar Biasa Komite Palestina GNB ini menghasilkan Deklarasi Politik (Political Declaration) yang antara lain berisi kecaman terhadap pelanggaran gencatan senjata oleh Israel, penegasan bahwa agresi dan aneksasi Israel terhadap Palestina merupakan pelanggaran hukum internasional, dorongan kepada negara-negara untuk mengakui status Palestina sebagai negara.

Baca Juga:

Tuntut Israel Buka Blokade, PBB Serukan Imbauan Bantuan Internasional untuk Gaza

Dalam pertemuan tersebut, Menlu mengingatkan kekerasan Israel sudah menjadi suatu hal yang rutin dan akan terus berlangsung jika dunia tidak dapat menemukan solusi dari akar masalah, yaitu penghentian pendudukan Israel atas Palestina.

Retno mendorong tiga hal penting yang perlu diambil oleh GNB. Pertama, GNB harus mendukung dilaksanakannya kembali negosiasi multilateral yang kredibel.

"Proses politik yang kredibel adalah satu-satunya cara untuk mencegah terjadinya kembali kekerasan-kekerasan Israel. Telah lama sekali tidak ada negosiasi damai yang substantif antara Israel dan Palestina," ujarnya.

Ia menegaskan, dukungan GNB terhadap pelaksanaan kembali negosiasi damai sangat penting artinya, melalui platform multilateral yang ada dan didasarkan pada penyelesaian dua negara (two state solution) dan sejalan dengan parameter yang telah disepakati secara internasional.

Kedua, GNB perlu mendukung status Palestina sebagai negara. Jumlah besar negara anggota GNB merupakan sebuah kekuatan. Oleh karena itu, suara GNB akan diperhitungkan oleh dunia.

"GNB harus satu suara dalam mendukung status Palestina sebagai negara dan perjuangan warga Palestina mencapai kemerdekaan. Kita juga harus mendorong negara-negara GNB dan komunitas internasional lainnya yang belum mengakui Palestina sebagai negara untuk segera mengakui," tegas Retno.

Menlu Retno Marsudi. (Foto: Antara)
Menlu Retno Marsudi. (Foto: Antara)

Ketiga, GNB harus mencegah terulangnya kebrutalan Israel. Retno menyampaikan bahwa dalam Pertemuan Majelis Umum PBB bulan Mei lalu, Indonesia mengusulkan pembentukan kehadiran internasional (international presence) di Al-Quds guna memonitor dan memastikan keselamatan rakyat Palestina di wilayah pendudukan serta menjaga status Al-Haram Al-Sharif sebagai entitas terpisah yang menjadi situs suci tiga agama. Indonesia mengharapkan GNB juga melakukan usulan yang sama.

"Negara anggota GNB yang menjadi anggota DK PBB harus menjadi yang terdepan dalam mendorong inisiatif ini,” ujarnya.

Menlu menegaskan, tujuan pendirian GNB adalah untuk mengakhiri imperialisme dan kolonialisme. Oleh karena itu, GNB masih berutang kepada rakyat Palestina sebuah negara yang merdeka dan setara dengan negara-negara lain.

"Perjuangan kita masih jauh dari selesai, namun dengan bekerja sama, saya yakin suatu hari Palestina akan merdeka," katanya.

Baca Juga:

Instagram Angkat Bicara Soal Tudingan Sensor Konten Pro-Palestina

#Palestina #Konflik Palestina #Israel #Kemenlu #Retno Marsudi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir el-Sisi Kecam Pembangunan Permukiman Ilegal Oleh Israel
Kedua pemimpin juga dalam kesempatan itu sepakat untuk terus melanjutkan kontribusi dalam mendorong perdamaian dan memberikan bantuan kemanusiaan untuk Palestina.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir el-Sisi Kecam Pembangunan Permukiman Ilegal Oleh Israel
Indonesia
Menlu China Sambut Menlu Arrmanatha, Ingin Dorong Pembangunan Senasib Sepenanggungan
China disebut bersedia terus bersama Indonesia, mengikuti arahan strategis kepala negara kedua negara.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Menlu China Sambut Menlu Arrmanatha, Ingin Dorong Pembangunan Senasib Sepenanggungan
Dunia
Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'
Pejabat antiterorisme akan memeriksa apakah pria tersebut mengalami radikalisasi saat berada di Australia.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'
Dunia
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Kopilot yang diketahui merupakan warga negara Oman tersebut dilaporkan merupakan seorang ekstremis ‘lone wolf’ (bertindak sendiri).
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Indonesia
Tok! Negara Larang Konser Israel di Jakarta 24 Oktober: Uang Tiket Wajib Dikembalikan!
Pemerintah resmi melarang konser penyanyi gospel AS Israel Houghton pada 24 Oktober 2026 di Jakarta demi keamanan dan menolak motif politik pro-Israel.
Wisnu Cipto - Senin, 05 Oktober 2026
Tok! Negara Larang Konser Israel di Jakarta 24 Oktober: Uang Tiket Wajib Dikembalikan!
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Dunia
Geger Skenario 'False Flag' Israel, Netanyahu Dituduh Korbankan Flydubai Demi Seret Trump ke Perang!
Iran bongkar dugaan plot rahasia Netanyahu yang rekayasa pembajakan pesawat flydubai FZ1073. Netanyahu dituduh mau fitnah Iran dan seret Donald Trump ke perang!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Geger Skenario 'False Flag' Israel, Netanyahu Dituduh Korbankan Flydubai Demi Seret Trump ke Perang!
Indonesia
PR Besar Menlu Arrmanatha Nasir: Lindungi WNI, Perkuat Ekonomi hingga Perjuangkan Palestina
Politik luar negeri bebas aktif tetap menjadi pijakan Indonesia dalam menjalankan diplomasi di tengah dinamika geopolitik global.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
PR Besar Menlu Arrmanatha Nasir: Lindungi WNI, Perkuat Ekonomi hingga Perjuangkan Palestina
Indonesia
DPR Harap Diplomasi RI makin Kuat, Soroti Rekam Jejak Menlu Arrmanatha Nasir sebagai Diplomat di PBB
Pengalaman panjang Tata, termasuk kiprahnya di PBB, menjadi modal penting untuk memimpin Kemenlu di tengah dinamika internasional yang semakin kompleks.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
DPR Harap Diplomasi RI makin Kuat, Soroti Rekam Jejak Menlu Arrmanatha Nasir sebagai Diplomat di PBB
Indonesia
Diplomat Karir Kembali Kuasai Kemenlu
Arrmanatha merupakan diplomat karier Kementerian Luar Negeri yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri sejak Oktober 2024,
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Diplomat Karir Kembali Kuasai Kemenlu
Bagikan