Kesehatan

Ini nih, Cara Sehat Konsumsi Nasi Putih

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 24 April 2023
Ini nih, Cara Sehat Konsumsi Nasi Putih

Lebih dari 60 persen populasi dunia mengonsumsi nasi putih setiap harinya. (foto: pexels-huy phan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

WARGA +62 akrab dengan slogan 'enggak kenyang kalau belum makan nasi'. Ya, itu untuk menyebut nasi sebagai makanan pokok nan wajib ada. Hal itu tak mengherankan sih, mengingat nasi putih paling banyak diproduksi di Asia-Pasifik. Lebih dari 60 persen populasi dunia mengonsumsi nasi setiap hari.


“Jika dibandingkan dengan beras merah, nasi putih menawarkan lebih sedikit nutrisi, termasuk mineral, vitamin, dan serat makanan,” jelas Healthline. Kesenjangan nutrisi ini membuat banyak orang di negara Barat menjelekkan nasi putih hingga ada klaim bahwa sumber karbohidrat ini tidak cocok untuk diet seimbang.

BACA JUGA:

Belum Kenyang Kalau Belum Makan Nasi


Nasi putih yang telah dimasak dan didinginkan sebelum dikonsumsi dapat menurunkan lonjakan gula darah setelah makan. Hal itu dapat terjadi jika kamu memasak nasi putih lalu mendinginkannya selama 24 jam sebelum dipanaskan kembali untuk mengaktifkan pati resistennya atau sejenis karbohidrat yang tidak dapat dicerna yang membawakan manfaat untuk kesehatan usus dan manajemen gula darah.


Berdasarkan laman Healthline, kamu bisa menggunakan beberapa cara ini untuk mendapatkan nasi putih yang sehat.


1. Mengonsumsi dengan kacang polong dan buncis

nasi putih
Nasi putih yang telah dimasak dan didinginkan dapat menurunkan londakan gula darah setelah makan. (foto: pexels_makafood)


Kacang polong dan buncis kaya akan makanan serat, antioksidan, dan senyawa penunjang kesehatan lainnya yang ditujukan untuk meningkatkan gula darah, kadar kolesterol, dan tekanan darah. Kacang polong dan buncis dipadukan dengan nasi akan membentuk protein lengkap yang menyediakan keseimbangan asam amino esensial dalam jumlah yang cukup.


Kombinasi ini menjadi sangat cocok untuk orang yang mengikuti pola makan vegetarian atau vegan karena sebagian besar protein lengkap berasal dari makanan hewani.


2. Seimbangkan dengan sayuran dan daging


Salah satu cara yang bagus untuk membuat makanan menggunakan nasi putih ialah dengan mengikuti metode MyPlate seimbang yang direkomendasikan United States Department of Agriculture (USDA).


Metode ini menyarankan untuk sekitar separuh piring kamu harus diisi dengan sayur dan buah yang tidak mengandung tepung. Seperempat lainnya diisi dengan protein, seperti daging, ikan, atau unggas. Seperempat lainnya diisi dengan biji-bijian seperti nasi putih. Metode ini mendorong beragam nutrisi untuk membantu kamu makan nasi putih.

BACA JUGA:

Nasi Putih dan Nasi Merah, Seberapa Beda Sih?


3. Ikan

nasi putih
Seimbangkan konsumsi nasi putih dengan sayuran dan daging. (foto: pexels-cats coming)

Mengonsumsi ikan minimal dua kali seminggu dapat memberikan manfaat untuk kesehatan jantung, saraf, dan hati. Selain itu, ikan juga merupakan sumber penting protein, antioksidan, dan nutrisi anti-inflamasi, termasuk asam lemak omega 3 yang bermanfaat untuk jantung. Jangan lupa untuk memasukkan lauk sayuran non-tepung untuk nutrisi tambahan yang meningkatkan kesehatan.


4. Buat kroket goreng


Kroket adalah sejenis pangsit yang biasanya digoreng. Untuk membuat kroket menggunakan nasi putih, pertama campurkan nasi putih matang dengan kalkun suwir, keju parut, remah roti, dan telur. Aduk rata dan bentuk menjadi bola atau bentuk silinder. Tutup lagi dengan remah roti, letakkan di lembaran bergaris, dan goreng dalam air fryer selama 10–15 menit pada suhu 177 derajat celsius.(vca)

BACA JUGA:

Kesalahan yang Sering Dilakukan dalam Menanak Nasi

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan